Yang Seru di Alun-alun Kota Batu


Batu dalam bahasa Jawa disebut watu. Selain nama benda yang keras dan sering digunakan sebagai material untuk membangun struktur bangunan sipil, seperti dinding rumah, jalan, jembatan, tanggul dan lain sebagainya, ternyata Batu juga merupakan nama sebuah tempat atau kota. Ingatkah Anda dimanakah Kota Batu?

alun-alun-batu

Kota Batu berdampingan dengan Kota Malang. Kota Batu merupakan salah satu wilayah kesatuan pemerintahan tingkat kota yang ada di Jawa Timur. Bersama dengan Kota Malang dan Kabupaten Malang, ketiga wilayah berhawa sejuk di jantung Jawa Timur itu disebut sebagai wilayah Malang Raya. Pada awalnya Kota Batu merupakan salah satu kota kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Malang. Seiring dengan peningkatan kepadatan penduduknya, maka Batu dimekarkan menjadi sebuah pemerintah setingkat kota yang dipimpin oleh seorang walikota.

Batu semenjak jaman kolonial Belanda dikenal sebagai daerah penghasil buah apel. Pada masa selepas moratorium kebijakan tanam paksa yang digagas oleh Gubernur Jenderal van Den Bosh, di daerah Batu justru dirintis uji coba penanaman pohon apel. Konon katanya kondisi iklim dan cuaca wilayah tersebut yang dingin nan sejuk sangat sesuai untuk bercocok tanam pohon apel. Setelah masa itulah, wilayah Batu dikenal sebagai daerah penghasil apel batu atau juga lebih dikenal sebagai apel malang, hingga hari ini.

Sebagai sebuah ibukota pusat pemerintahan, Kota Batu dikembangkan dengan tata kota yang terpusat di alun-alun kota dan jalanan protokol di sekitarnya. Alun-alun kota menjadi salah satu ikon sekaligus landmark Kota Batu yang senantiasa dilintasi bagi siapapun yang ingin berwisata di berbagai obyek wisata ternama di kawasan Malang atas tersebut.

alun-alun-batu1

Konsep penataan ruang di alun-alun dan kawasan kanan-kirinya bagi kebanyakan daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah kesatuan tata ruang antara tanah lapang luas yang ditandai dengan keberadaan ringin kurung, kemudian di sisi barat berdiri bangunan masjid agung, di sisi utara pendopo pusat pemerintahan bupati, di sisi timur keberadaan gedung pengadilan, maka tidak semua alun-alun kota yang yang hadir di masa kini mengadaptasi konsep tersebut.

Alun-alun Kota Batu lebih hadir sebagai pusat kota secara fisik semata. Memang di sisi barat terdapat Masjid An Nur dengan dominasi warna hijaunya.  Namun jangan berharap Anda akan menemukan keberadaan ringin tengah di pusat alun-alun, ataupun pendopo pemerintahan di sekitarnya di Alun-alaun Kota Batu. Alun-alun ini lebih berfungsi sebagai pusat ruang publik terbuka bagi warga Batu sendiri maupun siapapun yang sedang mengunjungi Kota Batu.

Alih-alih menemukan ringin kurung di tengah Alun-alun Kota Batu, kita justru akan menemukan sensasi tiga buah apel berukuran raksasa yang bersemayam di tengah sebuah kolam air mancur. Batu adalah kota apel, pusat penghasil apel! Itulah kesan dan pesan utama yang ingin ditekankan oleh Pemerintah Kota Batu.

alun-alun-batu7

Tidak hanya sekedar melintas, Alun-alun Kota Batu kini telah ditata sangat apik dengan berbagai wahana hiburan dan permainan yang mengesankan. Tidak hanya tiga buah apel yang ingin mengesankan ciri khas Batu sebagai penghasil buah apel terdepan di Nusantara, landmark Alun-alun Batu kini justru lebih menonjol dengan keberadaan sebuah roda bianglala raksasa. Sebut saja bianglala raksasa itu sebagai Batu Flyer.

Dengan diamater melebihi bentangan 15 meter seolah wahana bianglala tersebut ingin menghadirkan “Singapore Flyer” di Jawa Timur, bahkan Indonesia. Bagi Anda yang ingin melihat landscap Kota Batu, bahkan wilayah Malang Raya dari ketinggian, Batu Flyer adalah pilihan yang sungguh tepat. Tidak perlu khawatir, tiket masuk untuk dapat menikmati Batu Flyer sangat terjangkau dan terbilang murah. Batu Flyer akan lebih mengundang sensasional tatkala malam hari. Dengan ratusan warna-warni berkedap-kedip di sepanjang lengan-lengan dan jari-jari raksasanya benar-benar menghadirkan sensasi yang semakin mengundang decak kekaguman.

alun-alun-batu5

Di samping adanya Batu Flyer yang berbayar, kebanyakan wahana hiburan yang ada di Alun-alun Kota Batu justru gratis alias tidak berbayar. Barangkali hal tersebut sudah menjadi komitmen pemerintah kota setempat untuk menghadirkan sarana ruang terbuka publik yang bisa dinikmati oleh siapapun. Salah satu sarana umum yang dapat dinikmati secara percuma adalah wahana permainan anak yang ada di sisi bawah atau depan. Di sini tersedia berbagai wahana permainan anak-anak, mulai ayunan, plosotan, arena mandi bola, rumah-rumahan, dan lain sebagainya.

Melengkapi berbagai wahana yang ada, selain penataan berbagai jenis tanaman dan pepohonan, di beberapa sudut taman juga hadir beragam tiruan binatang, buah, maupun sayuran dengan ragam warna-warni yang semakin menyegarkan pemandangan. Lebih unik dan menarik lagi, beragam bentuk-bentuk tiruan tersebut dirancang sebagai lampion yang akan menghadirkan efek warna-warni yang luar biasa di waktu malam hari. Dengan demikian Alun-alun Kota Batu seolah hadir setiap saat untuk menyapa siapapun yang bertandang. Ia seolah senantiasa hidup dan terjaga selama sepanjang hari, 24 jam penuh.

alun-alun-batu4

alun-alun-batu2  alun-alun-batu3

Tidak hanya hadir dengan berbagai sarana dan prasarana hiburan, Alun-alun Kota Batu juga nampak asri dengan tingkat kebersihan kawasan yang patut diacungi jempol. Di samping keberadaan petugas yang secara rutin membersihkan area tersebut setiap harinya, nampak sekali para pengunjungpun memiliki kesadaran yang tinggi untuk tidak membuang sampah sembarangan. Untuk hal ini memang telah disediakan sarana tempat sampah yang mencukupi di berbagai sudut area alun-alun. Demikian halnya untuk memfasilitasi pengunjung yang ingin menunaikan hajat bilogis buang air, di sisi timur telah disediakan sarana toilet yang cukup terjaga kebersihannya.

alun-alun-batu6

Berkunjung ke Malang Raya tidak akan lengkap tanpa mampir di Kota Batu. Dan ke Kota Batu tanpa singgah dan menikmati keseruan berbagai wahana yang ada alun-alunnya adalah sebuah kerugian besar. Makan jangan ragu untuk singgah dan mampir ke Alun-alun Kota Batu. Monggo!

Ngisor Blimbing, 6 November 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s