Eksotika Rumah Kamera Borobudur


Bagi sebagian orang yang akrab dengan kemajuan teknologi, sosok atau gambar kita direkam dalam alat digital yang disebut kamera merupakan hal yang biasa. Dengan penerapan teknologi dialektika antar lensa yang didesain sedemikian rupa, citra bayangan atau gambar kita dapat dicetak sebagai foto. Orang berkata kita (tepatnya bayangan gambaran wujud kita) masuk kamera. Sesuatu yang lumrah dan biasa-biasa saja.

rumah-kamera

Namun jika benar-benar tubuh wadag kita yang masuk ke dalam sebuah kamera? Percayakah Sampeyan? Lha barangkali justru kita bertanya, lha gek kamera yang benar-benar bisa dimasuki orang itu besarnya gek seberapa ya? Gek apa terus kameranya segede rumah? Benarkah hal itu ada, atau hanya sekedar ungkapan isapan jempol semata.

Dulu saya termasuk orang yang tidak percaya ada orang bisa masuk ke dalam sebuah kamera. Benar-benar orangnya, seluruh badan fisiknya! Keyakinan itu kemudian harus saya koreksi tatkala dengan mata kepala saya sendiri, saya saksikan ada kamera segede rumah. Bukan hanya gedenya yang segede rumah, bahkan kamera segede rumah itu benar-benar sebuah rumah dan sama sekali bukan kamera sebagaimana bentuknya yang kita lihat. Orang menyebutkan Rumah Kamera, Omah Kamera, alias Camera House.

rumah-kamera1

Rumah Kamera terletak di sebelah selatan Candi Borobudur. Menyusuri jalan di depan Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur arah Tuksongo, setelah menempuh kurang lebih jarak 2 km dan melintasi lapangan Desa Tuksongo, kita akan mendapati sebuah rumah berbentuk kamera DSLR di sisi kiri jalan. Rumah Kamera tepat berada di sisi kiri gapura pintu masuk Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur.

Rumah Kamera di Majaksingi ini kini telah menjadi salah satu ikon destinasi kunjungan para wisatawan yang ingin menjelajahi kawasan seputaran Candi Borobudur. Sebagai peninggalan sejarah di masa silam, Candi Borobudur memang masih menjadi magnet yang mendatangkan ribuan wisatawan Nusantara dan manca negara. Namun demikian warga setempat kini sedang giat-giatnya mengembangkan destinasi wisata alternatif selain Candi Borobudur. Salah satunya ya itu tadi, Rumah Kamera Borobudur.

Membayangkan, terlebih lagi melihat penampakan Rumah Kamera yang berbentuk kamera DSLR dalam posisi terpong lensa kamera menghadap ke atas, pengunjung banyak yang terjebak dalam asumsi bahwa penggagas sekaligs pemilik rumah tersebut adalah seorang penggelut dunia fotografi. Meskipun penalaran tersebut logis, namun ternyata kenyataannya seratus delapan puluh derajat dengan dugaan tersebut.

rumah-kamera2

Adalah pria paruh baya beranama Tanggul Angin Jatikusumo, penggagas sekaligus pemilik Rumah Kamera Borobudur bukanlah seorang fotografer. Meskipun dengan ketegapan tubuhnya yang tambun dan rambutnya yang gondrong yang juga banyak dimiliki oleh para fotografer profesional, namun ia justru seorang penggelut seni lukis. Ya, Pak Tunggul, demikian orang menyebutnya, adalah seorang pelukis.

Dulu Pak Tunggul yang konon asli orang Semarang pernah tinggal berapa lama di Pulau Dewata Bali. Sejak di Bali itulah ia merintis seni sebagai seorang pelukis aliran naturalis. Ketika pada suatu saat ia membeli kamera DSLR dalam rangka mengabadikan berbagai pemandangan maupun peristiwa yang menarik untuk dijadikan obyek lukisan, ia justru membayangkan diri bisa membangun dan memiliki sebuah galeri berbentuk kamera DSLR. Hasrat itu akhirnya diwujudkannya sebagai Rumah Kamera yang kita bicarakan ini. Jadi sebenarnya Rumah Kamera adalah rumah tinggal sekaligus galeri seni lukisnya Pak Tanggul.

rumah-kamera3

Untuk mengunjungi Rumah Kamera dan melihat-lihat karya seni lukis koleksi Pak Tanggul, pengunjung hanya dikenakan tiket masuk Rp. 5.000,- Dengan tiket tersebut kita dapat mengelilingi ruang utama dan naik ke puncak lensa yang merupakan panggung melingkar terbuka. Di atas ketinggian lensa Rumah Kamera ini kita dapat menyaksikan hamparan hijaunya perbukitan Menoreh di sisi selatan yang dialasi hamparan sawah ladang yang juga menghijau. Sebuah nuansa pemandangan alam khas pedesaan yang mengundang decak kagum dan menyegarkan mata penglihatan siapapun.

Selain menikmati eksotika karya lukis sang tuan rumah dan mengagumi pemandangan alam sekitar, kitapun dapat mengabadikan diri dengan berfoto di ruang khusus yang dirancang terdiri atas ratusan kaca lensa di dinding, lantai maupun langit-langitnya, yang dirancang untuk  mendapatkan efek ratusan bayangan yang akan menghasilan sebuah citra yang unik dan luar biasa. Untuk berfoto di ruang tersebut, pengunjung akan dikenakan tarif masuk tambahan sebesar Rp 15.000,-.

Ke depannya keberadaan Rumah Kamera di Majaksingi ini akan semakin menjadi daya tarik bagi pengunjung Candi Borobudur yang sekaligus ingin mencari sisi keunikan lain di sekitarnya. Dan Rumah Kamera akan menjadi salah satunya. Anda juga merasa tertarik untuk menyambanginya? Monggo dipersilakan!

Lor Kedhaton, 1 November 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Magelangan dan tag , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Eksotika Rumah Kamera Borobudur

  1. @kakdidik13 berkata:

    Keren bangetttttt, kapan ya bisa ke sana

    Suka

  2. makasih buat info nya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s