Tragedi Tak Lari Dihindari


Yang namanya tragedi ataupun musibah tentu bukan hal yang diinginkan setiap orang. Dari sudut pandang pikiran sesaat, tragedi adalah hal yang merugikan. Tragedi kadang menimbulkan luka, bahkan juga kematian. Salah satu tragedi yang sering kita temui ataupun alami di jalan raya adalah kecelakaan lalu lintas.

Semakin padatnya lalu lintas oleh arus orang dan kendaraan juga semakin meningkatkan potensi timbulnya kecelakaan lalu lintas. Dulu ketika mobilitas masyarakat masih terbatas, dan masih sedikitnya jumlah kendaraan yang lalu lalang di jalalan, tentu potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas tidaklah setinggi saat ini.

Adalah siang menjelang tengah hari. Waktu kira-kira belum genap menunjuk angka 10.30. Pada saat kami melintas di Jalan Lingkar Sutera di kawasan Alam Sutera, tepatnya di sisi barat danau, tiba-tiba di arah seberang kanan depan terjadinya sebuah peristiwa yang mengenaskan. Tanpa tahu persih sebab-musabab maupun detik-detik runtutan peristiwanya, saya hanya melihat beberapa orang sudah saling bergeletakan di pinggiran jalan beraspal. Pating glangsar ora karuan, demikian ungkapan yang paling tepat mewakili tragedi tersebut.

Tanpa berpikir panjang, kamipun segera menghentikan laju motor yang kami tumpangi. Dengan sigap, saya segera memarkir motor kami di sisi pinggiran jalan. Sejurus kemudian, saya segera menyeberangi jalan yang mulai tersendat oleh peristiwa tragedi kecelakaan yang baru saja terjadi. Beberapa orang yang lain juga segera menghambur untuk memberikan bantuan.

Rupanya ada lima orang yang bergeletakan di sisi tepi aspal jalanan. Terdengar tangisan seorang anak kecil yang merasa kaget dan kesakitan. Ternyata ada seorang anak kecil yang terjatuh dalam pelukan dan perlindungan ibunya. Meskipun sekilas tidak mengalami luka luar, tetapi yang pasti bocah kecil perempuan tersebut sangat shock dengan kecelakan yang menimpanya. Beberapa orang segera menolong membangunkan, bahkan kemudian membawanya untuk berteduh di sisi atas tebing tepat di pinggir jalan.

Seorang pria diantara para korban nampak mengalami luka gores di lengan dan punggung tangannya. Ia yang paling lama untuk segera bangun. Sudah pastinya pria inilah yang nampak merasakan paling shock atas peristiwa yang baru terjadi. Pria inilah yang kemudian diketahui merupakan seorang pengendara sepeda motor yang tengah memboncengkan istri dan seorang anaknya yang masih balita. Ketika beberapa orang berusaha membantunya untuk bangun, sambil menahan perih luka-lukanya, ia segera menanyakan kabar anak yang diboncengkannya. Setelah mengetahui anak istrinya masih sadarkan diri dan tidak mengalami luka serius, iapun sedikit merasa lega. Dengan bantuan dua orang, ia masih bisa berjalan untuk bergabung di tempat teduh bersama anak dan istri yang mendahuluinya.

Satu lagi pria yang turut jatuh dalam kecelakaan itu ternyata juga pengendara motor. Berbeda dengan pengendara korban lain yang memboncengkan anak dan istrinya, pengendara yang satu ini merupakan seorang pemasok barang dagangan ke toko-toko kelontong dengan bawaan boks putih besar di boncengan belakang motornya. Motornya yang dikendarainya nampak rusak parah di bagian lampu depan, spion, maupun slebor. Ketiga bagian itu nampak ringsek dan pecah. Bahkan setan kemudinya juga bengkok dan menyebabkan kunci starter yang menggantung di sisi bawah stang sulit untuk dilepas.

Cerita punya cerita, rupanya si pengendara motor boks sedang melajukan kendaraannya dalam kecepatan yang cukup tinggi. Dari arah seberang tiba-tiba ada sebuah sepeda motor yang memotong jalan untuk menyebarang ke sisi kanan. Mungkin karena pemberian seins yang terlampau mendadak menyebabkan pengendara motor boks terlambat melambatkan laju kendaraannya. Dan akhirnya tabrakan itupun tidak terelakkan.

Melihat kondisi motornya yang ringsek di bagian depan, nampak sang pengendara motor boks semakin shock. Handphone putih yang dikantonginya juga sempat terlempar di jalanan. Seseorang segera meraih dan menyerahkan hanphone tersebut. Setelah sempat bangkit dan menyandarkan motornya yang cukup berat, ia nampak ingin memotret bagian depan motornya yang ringsek dan mungkin ingin segera mengabari seseorang teman atau kerabatnya.

Belum sempat pengedara motor boks tersebut mengambil foto, justru motor boks yang distandarkan samping sempat miring, oleng, dan ambruk ke sisi kiri. Dengan dibantu seseorang, sayapun segera membantunya untuk mendirikannya lagi. Kali ini saya sarankan agar motornya distandarkan tegak. Saya katakan kepadanya pula agar ia lebih baik menenangkan diri terlebih dahulu. Saya yakin seseorang yang baru saja mengalami kejadian mendadak, terlebih sebuah kecelekaan, tentu masih merasa shock dan trauma. Akhirnya iapun menuruti saran saya. Dengan berjalan agak terseok, ia segera turut berteduh bersamaan dengan korban kecelekaan yang lain.

Tanpa melihat siapa yang salah dalam peristiwa tersebut, saya hanya melihat kedua belah pihak sama-sama mengalami kesakitan, luka, shock, dan juga kerugian. Terlebih lagi dengan sekilas mengamati kedua pengendara motor yang saling bertabrakan sama-sama orang biasa, orang seumumnya, yang tentu saja tidak bisa disebut sebagai orang yang berkecukupan, saya merasa sangat prihatin dengan peristiwa yang saya lihat.

Meskipun tidak tahu seperti apa kelanjutan dari penyelesaian peristiwa tersebut, saya hanya bisa berharap kepada Tuhan semoga kedua belah pihak disabarkan dalam menjalani cobaan yang baru saja terjadi. Lebih daripada itu agar segala “perselisihan” yang timbul dapat diselesaikan dengan kekaluargaan, dengan rembug damai,  dan tidak terlalu mempermasalahakan siapa salah dan siapa paling benar. Kedua belah pihak semoga bisa menyadari posisinya masing-masing bahwa bagaimanapun sebuah peristiwa kecelakaan tentu timbul oleh kontribusi dari masing-masing pihak.

Semoga yang luka maupun sakit segera disembuhkan. Motor atau kendaraan yang rusak dapat segera diperbaiki. Dan yang pasti semoga kedua belah pihak dapat kembali menjalankan aktivitas kesehariannya sebagaimana sedia kala. Bagaimanapun hidup harus terus berjalan. Tragedi memang tak lari untuk dihindari. Maka ikhlaskan sebagai sebuah peristiwa takdir yang memang seharusnya terjadi. Bijaklah untuk mengambil hikmah dalam setiap peristiwa sehingga tidak ada peluang lain dari setiap tragedi sekalipun kecuali peningkatan derajat kita di mata Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Ngisor Blimbing, 29 Oktober 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s