Kepiting Selebar Piring


Catatan Ekspedisi Radiasi Papua Barat (8)

Dalam era promosi destinasi wisata di jagad travelling saat ini, menu kuliner khas suatu daerah juga menjadi daya tarik tersendiri. Wisata kuliner seolah sudah menjadi magnet tersendiri untuk mendatangkan para wisatawan di suatu daerah. Hal ini memacu setiap daerah wisata untuk memunculkan kuliner khas daerah yang menjadi andalan, sehingga seringkali memunculkan varian menu makanan ataupun masakan yang unik, khas, meskipun ada pula yang baru digagas. Setidaknya itulah buah kreativitas untuk memacu kunjungan wisatawan.

kepiting-babo2

Jika Papua dan Maluku tenar dengan menu kuliner berbahan dasar sagu seperti Papeda, maka Babo sebagai bagian wilayah Teluk Bintuni justru menghadirkan sajian khas kepiting babo yang berukuran ekstra jumbo.

Wilayah Kabupaten Teluk Bintuni, selain berupa daratan sisi tenggara bagian Kepala Burung Papua juga meliputi wilayah perairan Teluk Bintuni. Teluk Bintuni merupakan teluk terluas yang merupakan bagian mulut daripada daratan Kepala Burung. Bentangan pantai yang membujur dari sisi barat Kabupaten Sorong dan Sorong Selatan masih berlanjut sisi tengah wilayah Kabupaten Teluk Bintuni hingga sisi utara dan barat laut Kabupaten Fakfak dipagari dengan kerapatan hijau hutan bakau yang masih lestari. Pada perairan payau di sela-sela kerimbunan pohon bakau inilah kepiting babo berhabitat ria.

Adalah masyarakat setempat yang biasanya terdiri para mama menjadi penangkap kepiting di pantai berawa di sekitar tempat tinggal mereka. Kawasan berawa dan berlumpur di sela akar-akar bakau yang menghunjam rupanya menjadi tempat yang sangat sesuai untuk perkembangbiakan kepiting babo. Seumur-umur saya menyaksikan ukuran kepiting yang per ekornya sebesar ukuran piring, ya kepiting babo ini. Ukurannya yang ekstra jumbo mengalahkan ukuran kepiting super darimanapun di tanah air.

kepiting-babo1

Keberadaan habitat kepiting babo di pesisiran Teluk Bintuni yang masih sangat asri dan belum sepenuhnya terusik jangkauan tangan-tangan manusia serakah menjadikan populasi jenis kepiting tersebut masih tersedia dalam jumlah yang sangat banyak. Hal ini menjadikan stok kepiting babo masih berlimpah ruah. Di samping ukurannya yang ekstra jumbo, ketersediaan yang masih berlimpah ruah menjadikan harga per ekor kepiting babo masih ekstra sangat murah. Jika di Sorong, satu ekor kepiting dihargai hingga 50-60 ribu rupiah, maka 10-12 ekor kepiting babo dalam satu dus kemasan mie instan hanya dihargai 100 ribu rupiah. Tentu saja harga tersebut harga kepiting babo di Babo.

Ukuran ekstra jumbo dan harga yang super murah meriah menjadikan kepiting babo senantiasa menjadi barang borongan sebagai oleh-oleh para pekerja di BP Tangguh yang akan off dari pekerjaannya. Setiap penumpang kapal dari Tangguh dan baru tiba merapat di pelabuhan Babo biasanya langsung menyerbu para mama yang menjajakan kepiting di pinggiran jalan keluar dermaga. Tak perlu berpanjang lebar untuk tawar menawar, harga satus dus kemasan mie instan untuk saat ini sudah dipatok 100 ribu rupiah. Maka tidak mengherankan jika para pekerja BP Tangguh yang bergaji belasan juta itu langsung memborong dan menenteng bebera dus sekaligus.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s