Manusia Manusia Tangguh


Catatan Ekspedisi Radiasi Papua Barat (7)

Kelompok manusia terasing atau terisolasi di tengah hutan raya yang tergabung di dalam suatu suku pedalaman, mungkin sudah terbiasa dengan pola hidup seadanya yang serba mengandalkan alam di sekitarnya. Mereka telah berabad-abad menjalani tradisi secara turun-temurun dari para tetua adat dan sukunya. Meskipun hidup dengan sangat sederhana dan jauh dari segala macam hiruk-pikuk modernitas, toh mereka tetap lestari dan beranak-pinak tanpa pernah punah.

gamma-teamLain suku terasing, tentu saja lain dengan anak manusia dari peradaban modern. Mereka yang lahir dan tumbuh kembang di tengah lingkungan desa dan kota yang lebih maju, tentu harus melakukan banyak penyesuaian ketika dihadapkan kehidupan di tengah rimba raya yang jauh dari akses sarana dan prasarana kemajuan teknologi modern. Meskipun berada di tengah hutan, mereka akan cenderung mengubah daerah yang terpencil dan terisolasi menjadi daerah yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern yang dibutuhkannya.

Adalah Tangguh, sebuah kawasan terisolasi dari dunia luar. Kawasan lebih dari 5.000 hektar ini terletak di jantung wilayah Teluk Bintuni. Satu-satu akses keluar-masuk daerah ini hingga saat ini hanyalah menggunakan kapal laut dari dermaga Babo. Itupun untuk bisa mencapai Babo hanya dilakukan oleh sebuah maskapai penerbangan yang dicarter secara penuh oleh perusahaan BP Tangguh. Dengan demikian, dapat dikatakan sangat sulit bin mustahil pihak lain yang ingin memasuki kawasan Tangguh datang dengan sarananya sendiri tanpa berkoordinasi dengan BP Tangguh.

BP Tangguh merupakan sebuah anak perusahaan internasional yang berkecimpung di dunia eksplorasi serta eksploitasi minyak dan gas bumi. BP Tangguh sendiri fokus untuk saat ini kepada kegiatan eksploitasi gas alam cair dari sumur-sumur yang terdapat di dasar lautan Teluk Bintuni. Dari kedalaman Teluk Bintuni, gas kemudian dipompa dan dialirkan ke unit pengolahan gas yang berada di daratan. Instalasi pengolahan atau produksi gas alam cair iniah yang disebut sebagai BP Tangguh plant production.

Semenjak awal pembangunan instalasi plant dan operasionalisasinya, tentu saja BP Tangguh Plant memerlukan ribuan pekerja atau karyawan. Di samping pekerja yang berstatus sebagai pegawai BP Tangguh, di plant Tangguh juga terdapat ribuan pekerja yang berasal dari perusahaan-perusahan subkontraktor yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan bisnis prosesnya BP Tangguh. Beberapa perusahaan subkontraktor tersebut bergerak di bidang seperti konstruksi atau instalatir plant, pemasok barang produksi, jasa uji tak rusak, jasa layanan keamanan, bahkan jasa logistik dan kerumahtanggaan.

gamma-team2Ribuan pekerja di tengah belantara selayaknya Tangguh, tentu saja memerlukan sarana dan prasarana tempat tinggal lengkap dengan segala macam kebutuhan penunjangnya. Jadilah di kawasan BP Tangguh, selain production plant dan perkantoran, diperlukan pula sarana seperti dormitori, restaurant hall, sarana olah raga, sarana hiburan, termasuk sarana ibadah. Berangkat dari kebutuhan-kebutuhan tersebut terbangunlah sebuah “kawasan kota” di tengah-tengah hutan raya yang masih perawan.

Dengan segala keterbatasan sarana dan parasarana akses transportasi dari dan menuju Tangguh, diberlakukanlah sistem kerja on-off untuk semua pekerja yang terlibat dengan operasionalisasi BP Tangguh. Untuk pekerja teknis, kebanyakan diberlakukan sistem kerja 6|4, artinya 6 minggu on(bekerja) dan 4 minggu off alias libur. Adapun sistem pembagian jam kerja atau shift diterapkan 12 jam kerja setiap harinya. Khusus untuk pekerja pada divisi produksi tentu saja shift 12|12 jam berlaku untuk terus mendukung proses produksi dapat berlangsung selama 24 jam non stop. Untuk sistem kerja selama periode seorang pekerja sedang on, maka dalam masa 6 minggu on tidak dikenal adanya hari libur (termasuk week end dan tanggal merah sekalipun).

Jauh dari anak istri, terpisah dari sanak famili dan para tetangga adalah tantangan kejenuhan yang dapat menyiksa jiwa dan batin para pekerja. Rutinitas kerja di BP Tangguh seolah telah mengaburkan keberadaan atau makna hari, minggu dan bulan. Bekerja dengan sistem 6 minggu full time, 7 hari setiap minggunya, serta 24 jam setiap harinya bisa-bisa membentuk manusia di dalamnya hanya sebatas robot-robot yang tenggelam dalam rutinitas pekerjaan semata. Sebuah dilematika dan tantangan yang dihadapi para pekerja di Tangguh.

Kerja sangat ekstra keras sebagaimana dilakukan oleh para pekerja di BP Tangguh tentu saja diimbangi dengan pemberiaan gaji yang tinggi dan menggiurkan. Terlebih sebagai anak perusahaan internasional yang dikenal sebagai perusahaan migas kelas dunia, tentu salary ataupun take home pay yang diberikan juga berkelas internasional. Kompetensi dan profesionalisme tinggi sangat wajar bila diimbangi dengan standar gaji yang tinggi pula. Hal ini sudah semacam hukum keseimbangan yang harus diterapkan.

Pola dan sistem kerja yang sangat ketat, dengan tuntutan disiplin yang tinggi, serta standar kompetensi yang tidak main-main telah turut menggembleng serta membentuk pribadi-pribadi manusia yang tangguh. Mau tidak mau, suka ataupun tidak suka, para pekerja di BP Tangguh harus bekerja dengan profesionalisme berstandar internasional yang sempurna. Sungguh beruntung kami sempat berada di tengah-tengah kumpulan para manusia tangguh. Dalam banyak hal mereka telah memberikan energi positif kepada siapapun yang datang ke BP Tangguh untuk terinspirasi memacu dan meningkatkan kualitas diri agar menjadi sosok-sosok yang tangguh, profesional dan produktif pada setiap tugas atau pekerjaan yang dijalani di bidang masing-masing.

Ngisor Blimbing, 1 Oktober 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s