Tangguh, Peradaban di Balik Rimba Raya


Catatan Ekspedisi Radiasi Papua Barat (6)

Babo adalah gerbang utama menuju Tangguh. Babo merupakan sebuah distrik kecil yang berdampingan dengan kawasan Tanah Merah. Babo menjadi titik awal penjelajahan ekspedisi, eksplorasi, serta eksploitasi migas oleh NNGPM, perusahan minyak bumi milik Hindia Belanda pada waktu itu. Babo pada saat ini merupakan sebuah distrik atau wilayah pemerintahan setingkat kecamatan yang berada di bawah Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni.

babo

Babo pernah menjadi sasaran serangan pesawat bomber Jepang pada awal masa Perang Dunia II. Untuk mengindari jatuhnya aset eksplotasi migas yang telah dibangun dan beroperasi ke tangan Jepang, Belanda sengaja membumihanguskan fasilitas yang luput dari serangan bom. Tidak mengherankan jika di kawasan Babo banyak tersisa reruntuhan bangkai pesawat yang sudah berlumur karat. Bahkan di sisi kiri papan tulisan Bandara Babo di ujung perkantoran bandara, berdiri sebuah bangkai  kendaraan pengeras jalan (silinder, setom) yang cukup menarik.

Keberadaan setom atau kendaraan pengeras jalan yang ada di Bandara Babo dikatakan menarik dikarenakan “onggokan besi tua” berkarat tersebut dilengkapi dengan tabung pembangkitan uap layaknya lokomotif kereta uap. Memang pada bangkai tersebut dapat diamati dengan sangat jelas bahwasanya peralatan tersebut digerakkan dengan mesin uap, sesuatu yang pada saat ini sudah tidak dijumpai lagi. Hal inilah yang menjadikan bangkai peralatan tersebut sangat sesuai untuk disebut sebagai steam road rolled.

babo1

Setelah sejenak tiba di Bandara Babo, kami istirahat sejenak menunggu panduan rekan di BP Tangguh. Sambil menunggu kabar lebih lanjut dari rekan di atas, kami sempat melakukan pemeriksaan operasionalisasi sebuah fluoroskopi bagas yang ada di bandara tersebut. Sebagai pengetahuan bersama bahwa peralatan pengecekan barang atau bagasi yang banyak dioperasikan di bandara merupakan pearalatan yang menggunakan sinar-X.

Dengan shuttle minibus, rombongan kecil kami diantar menuju dermaga  pelabuhan Babo. Ketika kami turun dari bus dan menghampiri petugas pelabuhan, mereka segera menyodorkan “papan” boarding pass. Kamipun diminta untuk segera menaiki kapal melalui sebuah papan dermaga berbentuk sudut siku-siku. Rupanya semua penumpang kapal yang notabene juga penumpang pesawat Travira Air dari Sorong yang terbang bersama kami sudah menunggu sekian lama keberangkatan kapal. Ternyata kapal tersebut tinggal menunggu kedatangan kami bertiga sebagaimana reservasi manifes penumpang yang telah didaftarkan oleh rekan kami di BP Tangguh.

babo2

Dengan bergegas, mesin kapalpun segera menderu sebagai tanda bahwa kapal akan benar-benar segera berangkat. Bersamaan dengan hal tersebut, kembali ditayangkan video mengenai safety induction di layar tivi datar yang terdapat di sisi depan kabin penumpang. Kapal yang kami tumpangi terbilang lebar. Di kabin penumpang terdapat tiga banjar barisan tempat duduk. Di sisi tepi kabin masing-masing deretan terdiri atas du tempat duduk berjajar. Adapun barisan tempat duduk di sisi tengah terdiri atas enam tempat duduk.

Perlahan namun pasti, kapal segera meninggalkan dermaga. Jarak antara pelabuhan Babo hingga dermaga Tangguh sekitar 27 mil laut. Dengan kondisi laut yang tenang serta cuaca udara yang cukup mendukung, jarak tersebut ditempuh dalam waktu 1 jam 20 menit perjalanan. Dalam iringan lembut suara emas Ebiet G. Ade, kapal yang kami tumpangi menghantarkan ketibaan di dermaga Tangguh.

Keseluruhan penumpang yang sebagian besar diantaranya merupakan karyawan BP Tangguh dan beberapa perusahaan kontraktornya segera menuruni tangga kapal. Di atas dermaga telah menanti dua bus shuttle yang akan membawa kami memasuki kawasan project BP Tangguh. Sebelum memasuki kawasan project, semua penumpang harus kembali menjalani proses screnning di pos keamanan. Semua barang dan bagasi yang kami bawa harus diperiksa melalui peralatan fluoroskopi bagasi yang ada.

Sembari antri untuk pemeriksaan barang bawaan, seorang berpakaian coverall warna biru menyapa kami. Dialah salah seorang rekan yang ditugaskan untuk menjemput kedatangan kami. Dengan didampingi rekan tersebut, kami bertiga mendapatkan kartu tanda pengenal dan kartu akses yang telah dipersiapkan sebelumnya. Selesai dengan proses screnning di pos keamanan, kami kembali menaiki bus. Sekitar berjalan 300 meter dari pos keamanan bus berhenti. Kami dibawa turun dan menyeberangi jalan untuk memasuki ruang utama perkantoran yang berupa gedung memanjang sejajar dengan akses jalan utama.

Di lobby utama gedung perkantoran BP Tangguh, seorang resepsionis menyambut kedatangan kami dengan senyum penuh kehangatan. Dengan selembar permit yang kami bawa, ia segera mengatur dormitori tempat kami menginap selama berada di Tangguh. Jadilah kami benar-benar berada di lokasi project BP Tangguh. Kawasan seluas lebih dari 5.000 hektar tersebut merupakan area di tengah hutan belantara rimba Papua. Jauh dari kampung apalabi kota di sekitarnya. Tangguh benar-benar bagaikan kota terisolir di tengah hutan yang masih perawan. Dan kami berada di tengahnya untuk empat hari. Tanpa akses komunikasi yang memadai. Meski berada di alam yang memenjarakan kami, namun Tangguh telah menjelma sebagai sebuah kawasan project yang dilengkapi dengan segala fasilitas pendukungnya, mulai ruang perkantoran, dormitori, kantin, ruang olah raga, masjid, gereja, lapangan futsall, dlsb. Jadilah kami berada di kota yang menyepi di keheningan rimba raya.

Lor Kedhaton, 29 September 2016

Gambar bengkai pesawat dari sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s