Pencuri di Parkiran


Hari-hari ini sebenarnya si Noni masih belum sembuh dari sakit batuknya. Meski sudah dua mingguan dan sudah dua kali diperiksakan ke dokter, ternyata batuknya tetap bandel. Meski dalam kondisi kumat-kumatan batuk yang membuat kami miris, si Noni tetap semangat dolan kalau sudah melihat Bapak-Mamanya week end. Dan permintaannya kali ini ke Mall Momoking di sebelah kampung yang katanya mall terbesar se Asia Tenggara itu.

Selepas Maghriban di Al Mubarok, kami sak brayatpun bergegas menuju mall tersebut. Sebelumnya si Ponang sempat pesen lele kremes di warung tenda depan masjid. Lele adalah makanan terfavorit baginya, sehingga sebelum ke mall ia sudah memprioritaskan diri mbungkus lele kremes goreng dalam sebuah plastik kresek warna hitam.

Niat pergi ke mall memang tidak lama, sekedar nuruti kepinginannya si Noni yang merengek dalam sakit batuknya tadi. Sehingga sedari awal ke mall ya hanya mampir doang. Makanya si Ponang sudah mbungkus lele agar sepulang dari mall tidak perlu mampir-mapir lagi dan langsung pulang menyantap lele kremes kesukaannya.

Sampai di parkiran, motorpun segera kami parkirkan. Demi kepraktisan supaya tidak membawa-bawa segala macam bungkusan, lele kremes kepunyaan si Ponang kami cantolkan di stang motor. Si Ponang sempat protes dengan keputusan Mamanya tersebut. “Nanti kalau ada yang nyuri gimana, ” dalihnya.

Kamipun segera masuk ke dalam mall. Segera kami njujuk ke area permainan anak-anak. Ini sudah menjadi tabiat dan modus si Noni. Kalau sudah merengek ke Mall Momoking, tentu ia pingin naik kuda pink di Funworld. Kami memang sengaja ingin nuruti keinginan si Noni yang lagi sakit tadi. Harapannya dengan kegembiraan di hatinya, mudah-mudahkan dapat mensugesti agar sakitnya cepat sembuh.

Singkat cerita. Kurang lebih satu setengah jam, si Noni akhirnya merasa lelah dan meminta pulang. Kamipun bersegera menuju ke parkiran kembali. Si Ponang dengan penuh semangat bergegas berjalan paling depan ingin segera mendapatkan lele kremesnya. Sesampai di tempat parkir motor si Ponang segera menyambar kresek hitamnya. Spontan ia berteriak histeris, “Waduh! Lha kok plastiknya sobek-sobek. Waduh, lha kok lelenya…..”

Welha dalah! Jagad dewa batara! Ternyata plastik kresek hitam dimana lele kremes si Ponang tersimpan sudah bolong compang-camping tidak berupa. Usut punya usut, satu lele kremes berhasil digondol si pencuri. Dari ciri, jejak maupun sidik jari yang tertinggal kami dapat menyimpulkan bahwa si pencuri lele kremes yang tidak sopan tersebut adalah si kucing liar yang berkeliaran di mall terbesar se-Asi Tenggara tersebut.

Oalah nasib-nasib! Akhirnya dalam perjalanan pulang kami mampir lagi ke warung lele dan membeli lele lagi.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jagad Kenyung dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s