Geger Pak Bei Ikut PON


Sepagi itu kampung Pak Bei sudah dilanda kegemparan. Ada geger rumah tangga di rumah Pak Bei. Seketika matahari bangun dari peraduannya, terdengar tangis Bu Bei nggero-nggero. Beberapa ibu-ibu tetangga kanan-kiri Pak Bei segera mendatangi rumah Pak Bei. Sambil ngrubungi Bu Bei, mereka berusaha menenangkan situasi.

Pokoknya aku nggak trima Pak Bei ikut Pon! Kalau begini caranya aku lebih baik minta cerai! Cerai….titik!“suara Bu Bei sambil menahan isak tangis.

Beberapa ibu-ibu tadi nampak bingung dan merasa heran. Lha wong suami mau ikut Pon, turut menyemarakkan event nasional empat tahunan kok malah ditangisi. Yang ada kan seharusnya perasaan bangga. Suami tercinta terlibat dalam gelaran acara nasional. Pastinya kalau bukan orang terkenal, berarti Pak Bei orang yang dianggap penting. Setidaknya kalau bukan sebagai pelatih, offisial, yang paling nggak tamu kehormatan lah. Lha terus apa masalahnya? Sampai nekad minta cerai lagi! Ada apakah sebenarnya?

Salah satu diantaranya kemudian memberanikan diri masuk ke ruang dalam dan menemui Pak Bei. Dengan memberanikan diri ia bertanya, “Pak Bei, demi menjaga perasaan Bu Bei, apakah niat Pak Bei untuk ikutan Pon tidak bisa dibatalkan saja. Sepertinya justru Bu Bei sangat keberatan. Sampai-sampai katanya milih minta cerai saja jika Pak Bei nekad ikutan Pon lho!

Lha sebenarnya saya kan berniat baik, mau ikutan Pon. Tapi kalau justru niat baik saya disalahartikan dan disalahpahami, ya sudahlah!” jawab Pak Bei nampak pasrah. Sejenak kemudian ia menoleh ke arah kiri. Kemudian justru ia berkata kepada seseorang yang berada di sebelah kirinya tersebut, “Ya sudahlah Pon, terpaksa saya tidak jadi ikutan kamu. Kamu berangkat saja sendiri. Saya tidak bisa mengatar kepergianmu. Yang penting kamu hati-hati saja di jalan ya!

Seseorang yang diajak bicara oleh Pak Bei terakhir tersebut ternyata seorang perempuan muda. Rambutnya panjang dikepang dua kanan kiri. Beberapa ibu-ibu yang mengerumuni Pak Bengi jadi tambah bengong.

Yu Kimplah bertanya, “Lha ini siapa Pak Bei?

Ya ini dia Pon. Saya rencananya ikut Pon ini siang nanti. Poniyah ini calon pembantu di rumah adik saya yang ada di Bandung. Semula saya akan ikut Pon ini ke Bandung. Sekalian mengantar dia dan ketemu sama adik saya. Ee, lha kok malah Bu Bei cemburu,“jawab Pak Bei panjang lebar.

Ibu-ibu tambah semakin bengong. Lha ya jelas Bu Bei cemburu! Lha Pon yang mau diikuti suaminya Poniyem yang masih gadis perawan dan cantik pula. Kirain ikutan Pon beneran alias Pekan Olah Raga Nasional, ee lha kok jebul malah ikut Poniyem. Dalam kebengongannya, sebagian daripada ibu-ibu justru kemudian malah tersenyum simpul. Oalah Pak Bei – Pak Bei, bolehnya sampeyan punya ide aneh-aneh wae. Kalau suami kami yang berani berulah seperti  itu, tak tetakke ke bong supit lagi aja!

Akhirnya permusywaratanpun dicapai. Pak Bei batal ikut Pon. Bu Bei berhasil diredam rasa cemburunya dan ibu-ibupun bubar ke rumah masing-masing.

Cerita tentang Pak Bei yang ingin ikut Pon ini benar-benar ada ceritanya. Sebuah cerita yang dituliskan dalam format komik bertajuk Pak Bei yang dulu sering muncul mingguan di koran Suara Merdeka Semarang. Saya dan si Ponang yang beberapa hari ini tengah asyik mbolak-mbalik kumpulan komik tersebut menjadi tertawa bersama menyimak berbaga banyolan dan ulah Pak Bei. Tentu saja apa yang saya tuliskan ini sudah saya poles dan adaptasi seperlunya sehingga tidak sama persis dengan cerita komik aslinya.

Oalah Pak Bei – Pak Bei, lucumu itu lho! Btw, selamat dan sukses untuk gelaran PON ke XIX di Kota Kembang Bandung – Jawa Barat. Semoga olah raga Indonesia semakin maju dan jaya!

Ngisor Blimbing, 17 September 2016

Gambar dipinjam dari sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s