Candi Pendem, Candi Terpendam di Tengah Ladang


Nama candi yang satu ini sebenarnya menggambarkan keberadaannya pada saat ditemukan. Bahkan pada saat inipun, lokasi candi yang tepat berada di sebelah Candi Asu masih berada di tengah lubang tanah berbentuk persegi besar. Candi di bawah permukaan tanah begitulah adanya Candi Pendem. Jika Anda pernah berkunjung ke Candi Sambisari di sisi utara Bandara Adi Sucipto Jogjakarta, meski tidak sebesar dan seindah dengannya, Candi Pendem memiliki kesamaan dalam hal letaknya yang di bawah permukaan tanah sekitar.

candi-pendem1

Keberadaan Candi Pendem diduga sangat erat kaitannya dengan keberadaan dua candi di sekitarnya, Candi Asu dan Candi Lumbung. Para sejarah memperkirakan ketiga candi tersebut merupakan kesatuan tempat pemujaan yang suci di celah lembah yang berada di kaki Gunung Merapi dan sekaligus berbatasan dengan Gunung Merbabu.

Meskipun sangat dekat dengan Candi Asu, lokasi Candi Pendem tidak mudah diidentifikasi oleh pengunjung. Hal ini dikarenakan letaknya yang sangat tersembunyi dan tidak berada langsung di pinggir jalan. Memang di tepian jalan sudah dipasang plang petunjuk arah lokasi candi. Namun dari plang tersebut, pengunjung masih harus menyusuri jalan setapak sedkit memutar di pinggiran kampung.

Selepas melintasi sebuah parit, pengunjung tiba di tepian sawah. Dari titik inipun banguan candi belum dapat dilihat penampakannya. Dari tepian sawah, pengunjung harus terus menyusuri pematang sawah. Jika kita ragu kemana arah langkah yang harus ditempuh, akan lebih baik jika sebelumnya kita lacak posisi candi dengan GPS (maksudnya Gunakan Penduduk Setempat untuk bertanya). Penduduk di kampung Gowok Sengi tentu akan dengan senang hati dan ramah menunjukkan lokasi keberadaan Candi Pendem tersebut.

candi-pendem2 candi-pendem3

candi-pendem5

Pada saat kami menyambangi Candi Pendem di masa akhir Lebaran kemarin kebetulan kondisi beberapa petak sawah yang menuju ke bangunan candi berupa sawah tegalan yang ditanami cabe dan sayur-mayur. Karena kondisi lahan yang kering, kami bisa melintas mengambil jalur pintas dengan melewati kalènan (celah bedengan tanaman) yang ada. Kami sedikit membayangkan jika kebetulan sawah-sawah tersebut sedang ditanami padi tentu jalur setapak yang menuju candi harus melingkar menyusur pematang sawah dan tentu kondisinya bisa mblekok (berlumpur) yang akan menyulitkan pengunjung.

Sebagaimana Candi Asu, Candi Pendem juga hanya terdiri dari satu bangunan tunggal. Ukurannya sedikit lebih besar daripada bangunan Candi Asu. Sama persis dengan Candi Asu, candi ini juga sudah tidak utuh lagi. Bagian tubuh dan atap candi sudah tidak terekontruksi lagi. Ciri utama identitas candi Hindhu seperti relief kalamakara, patung lembu andini, serta keberadaa lubang pemujaan tepat di tengah bangunan candi dapat kita saksikan.

candi-pendem6 candi-pendem7 candi-pendem4

Mengamati sekilas kondisi Candi Pendem, nampaknya perhatian dari pihak-pihak yang terkait terasa sangat kurang. Di samping lokasi candi yang berada di tengah lahan persawahan milik warga, akses menuju candi belum dibuatkan jalur khusus. Demikian halnya melihat struktur bangunan yang ada, sepertinya tidak ada keberlanjutan proses restorasi untuk mengembalikan keutuhan bangunan candi.

Candi Pendem dengan segala sisi nilai sejarahnya yang sangat berharga semoga tidak semakin terpendam ke dalam perut bumi sebagaimana nama maupun kondisinya pada saat ini. Monggo sekali-kali mampir ke Candi Pendem.

Lor Kedhaton, 8 September 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jagad Magelangan dan tag , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Candi Pendem, Candi Terpendam di Tengah Ladang

  1. Ping balik: Candi Lumbung, Candi Gelandangan Pasca Erupsi Merapi | Sang Nananging Jagad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s