Semarak Kampung Kemerdekaan


Jika Ramadhan tahun ini kampung tempat tinggal kami semarak dengan tematik Kampung Ramadhan, maka bertepatan dengan kehadiran bulan Agustus kali ini kampung kami juga mendeklarasikan diri sebagai Kampung Kemerdekaan. Kemerdekaan adalah perayaan kita bersama. Kemerdekaan adalah milik setiap komponen anak bangsa. Maka menjadi kewajiban kita semua untuk memaknai kembali jiwa dan semangat patriotisme maupun nasionalisme seiring datangnya tanggal 17 Agustus pada setiap tahunnya.

Sebagai langkah awal mensuasanakan Kampung Kemerdekaan, maka semenjak awal bulan seluruh komponen masyarakat sudah mulai berbenah lingkungan fisik di masing-masing wilayah rukun tetangga. Gapura di mulut gang mulai dibangun. Pagar-pagar dibenahi kembali dan diperbarui catnya. Bendera dan umbul-umbul warna-warni mulai dikibarkan. Demikian halnya lampion serta berbagai hiasan kreatif dari berbagai bahan bekas.

Kemudian dalam berbagai kesempatan juga mulai diselenggarakan beberapa macam perlombaan. Ada lomba gerak jalan sehat. Ada lomba pertandingan badminton, bola volley, tenis meja, catur dan lain sebagainya. Selanjutnya pada malam hari menjelang malam tujuh belasan diadakan acara malam renungan kemerdekaan atau tirakatan. Khususnya para bapak-bapak, pemuda dan remaja putra berkumpul bersama untuk kembali merefleksikan nilai-nilai kemerdekaan. Ada dongeng sejarah dari para sesepuh pelaku sejarah, ada pula pemutaran film perjuangan.

Sebagai menu puncak semarak Kampung Kemerdekaan adalah upacara peringatan detik-detik Kemerdekaan Ri ke-71. Acara upacara dipusatkan di Lapangan Kampung Kandang Sapi. Tepat pukul 07.00 semua barisan peserta sudah siap siaga. Rangkaian upacara segera dimulai dan dipuncaki dengan pengibarang sang saka merah putih.

Berbeda dengan upcara yang diselenggarakan di kantor-kantor ataupun instansi resmi lainnya, upcara di kampung sungguh lebih unik. Jika upacara di berbagai kantor diwarnai dengan warna seragam yang serba sama, justru upacara di kampung disemarakkan dengan warna-warni pakaian peserta yang serba beragam. Ada yang memakai pakaian adat, ada yang berkostum hantu pocong, setan merah, maklampir, pejuang, dokter, bahkan upin-ipin.

Memungkasi upacara bendera, seluruh barisan peserta upacara berarak dalam suatu pawai karnaval dengan mengelilingi jalanan kampung di sekitar kelurahan kami. Meski matahari kian terasa terik dan panas namun nampak semua peserta arakan tetap semangat dan berseri. Mereka seolah ingin turut tenggelam menikmati dan menyelami makna kemerdekaan yang telah kita raih 71 tahun silam.

Dirgahayu Indonesiaku. Saatnya Indonesia kerja lebih nyata!

Ngisor Blimbing, 17 Agustus 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s