Ngimpi Jadi Menteri


Kisah ini mungkin hanya terjadi di negeri antah berantah. Negeri yang tengah dilanda badai prahara dahsyat. Negeri yang baru bertransisi dari dunia tradisional ke dunia modern, namun menjadi semakin jauh dari akar jati dirinya. Keadaan semakin bertambah runyam dengan kendali roda pemerintahan di tangan para oportunis yang sekedar menggunakan aji mumpung untuk kepentingan dirinya sendiri. Mumpung berkuasa, mumpung menjabat, mumpung jadi bupati, mumpung jadi gubernur, mumpung jadi menteri, dan lain sebagainya.

Termasyur semenjak jaman dahulu kala, negeri yang tengah dilanda petaka itu, adalah negeri subur. Negeri kaya raya dengan segala sumber daya alam yang tidak ada duanya di muka bumi. Dengan kesejukan iklimnya semua tanaman bisa tumbuh di tanah negeri itu. Ibarat tongkat ditanam jadi pepohonan. Lautnya yang luas nan dalam menyimpan bermilyar jenis ikan yang tidak akan habis dipanen hingga tujuh turunan. Singkat kata negeri itu adalah potongan taman surga yang diturunkan ke dunia.

Di tengah kegaduhan dan kekeruhan tata pemerintahaan serta tata kenegaraan yang sedang tak stabil, beberapa kali sempat terjadi gonta-ganti ataupun bongkar pasang formasi menteri pembantu presiden. Tentu saja, jabatan menteri adalah jabatan yang sangat strategis yang banyak diincar oleh banyak pihak pula, terlebih kalangan partai politik yang merasa menjadi pengusung sang presiden. Ndilalahnya dari beberapa gonta-ganti formasi kok ya belum juga menunjukkan terwujudkan kabinet yang solid dan profesional. Bahkan ada kesan negara semakin tidak terurus dengan baik. Negara diurus dengan cara asal-asalan, atau bahkan secara amatiran.

Kekeruhan itu bertambah keruh ketika ada seorang pejabat menteri yang diisukan memiliki kewarganegaraan asing. Sang menteri yang pernah tinggal dua dasawarsa di negara lain dikabarkan telah mengantongi kewarganegaraan tempat ia tinggal tersebut dan memiliki passport negara barunya itu. Padahal terang benderang di peraturan yang berlaku disebutkan bahwa salah satu syarat seorang bisa dilantik menjadi pejabat menteri haruslah warga negara asli, bukan warga negara asing.

Sekian hari isu bergulir, datanglah pengumuman dari istana presiden. Publik yang tetap berpikiran baik kepada pemerintah berharap permasalahan yang menjadi isu itu segera dapat dijelaskan secara terang benderang. Lebih dari itu, publik juga berharap bahwa kabar itu memang sekedar isu dan isapan jempol semata. Namun tidak dinyana-nyana justru kabar yang disampaikan dalam kalimat singkat, justru memberhentikan sang menteri dari pos jabatannya. Padalah sang menteri baru memangku jabatannya selama 20 hari.

Memang tidak secara tegas disampaikan pemberhentian tersebut berkaitan dengan kebenaran isu kewarganegaraan asing yang disandang sang menteri. Tetapi jelas publik sangat cerdas untuk menafsirkan dan mengambil kesimpulan bahwa kabar yang selama ini hanya dianggap sebagai rumor adalah fakta nyata.

Dua puluh hari jadi menteri? Kita semua tidak tahu apa yang dirasakan oleh sang menteri yang diberhentikan tersebut. Mungkin ia merasa sedang bermimpi menjadi menteri dan tiba-tiba saja ia terbangun dari tidur dan jabatan itupun dengan sangat tiba-tiba lenyap dari pandangan mata. Tetapi bagaimanapun juga sejarah akan mencatat peristiwa menteri dua puluh hari ini menjadi rekor menteri terkilat yang pernah ada di republik antah berantah tersebut. Dan Anda semua menjadi saksi sejarahnya. Oalah Gusti, Gusti! Ampun…………pemrentah! Demikian barangkali teriakan Mbah Surip seandainya ia masih hidup.

Ngisor Blimbing, 16 Agustus 2016

Foto dari sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s