Ngebom ISIS


Sebagaimana kebiasaan di rumah selepas Isya’, saya dan si Ponang ngglesot lesehan di depan tivi. Seperti biasa kami dengan khusyuk menyimak acara favorit bersama, On the Spot. Berkenaan dengan bulan Agustus, malam itu rupanya banyak diulas mengenai peristiwa bom atom yang mengakhiri Perang Dunia II, peristiwa Hiroshima dan Nagasaki.

Bom atom Hiroshima dan Nagasaki yang berturut-turut dijatuhkan pada 6 dan 9 Agustus 1945 merupakan peristiwa tragedi perang yang sangat menyedihkan. Ratusan ribu manusia tidak berdosa tewas seketika akibat efek ledakan dahsyat. Belum lagi korban yang menderita cacat, bahkan mengalami sakit akibat terpapar radiasi yang mengerikan. Bom yang meledak pada ketinggian 500 m ternyata telah meluluhlantakkan seluruh bangunan kota menjadi rata dengan tanah.

Dikisahkan pula dalam tayangan tersebut kemajuan senjata nuklir masa kini yang dimiliki beberapa negara. Ada Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Perancis, India, Pakistan, Korea Utara, dan yang seolah tersamar Israel. Kecanggihan senjata nuklir saat ini tentu saja berlipat-lipat daya ledak dan daya rusaknya dibandingkan the Little Boy dan Fat Man yang meledak di Hiroshima dan Nagasaki.

Nah, di sinilah perbincangan kami bermula. Dengan polosnya si Ponang penasaran dan bertanya, “Pak, kenapa kok Indonesia nggak memiliki senjata nuklir?”

“Lha kalo Indonesia punya senjata nuklir nanti diserang Amerika,” jawab saya sekenanya. “Emang kenapa?” lanjut saya memancing apa yang dipikirkan si bocah kelas tiga SD anak saya itu.

Dengan nalar datarnya si Ponang berargumen, “Kalo sudah besar saya ingin buat senjata nuklir Pak! Biar hebat kayak Amerika.”

Terus terang saya agak njenggirat, kaget bin terkenyut dengan pernyataan si Thole itu. “Lha punya bom nuklir untuk ngebom siapa Le?” saya mencoba memperdalam khayalannya si Ponang.

“Ngebom ISIS!” jawab si Ponang singkat namun sangat penuh kemantapan. Sayapun hanya bisa ngungun sekaligus nggumun. Lha kok ya bocah sepolos Thole ini sudah tahu dengan ISIS segala rupa ya.

Nuklir memang karunia dahsyat dari sang Pencipta. Nuklir bisa dipergunakan untuk membunuh jutaan manusia, bahkan memusnahkan seluruh penghuni bumi. Namun nuklir juga memiliki sisi damai. Pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai dapat membangkitkan listrik ramah lingkungan yang murah. Nuklir dapat digunakan untuk terapi kanker. Nuklir dapat digunakan untuk menciptakan bibit-bit tanaman yang unggul melalui proses mutasi radiasi. Nuklir hadir sebagai dua sisi mata uang, bisa untuk perang dan bisa pula untuk damai.

Media informasi memang sangat hebat membanjiri setiap jengkal daerah, bahkan rumah kita, dengan berbagai berita dari seantero jagad. Tidak perlu heran lagi jika anak kelas tiga SD sudah paham bom atom, senjata nuklir, juga ISIS. Jaman memang terus berputar menjalani garis nasibnya. Dan kita kini sadar tanpa sadar, suka tidak suka berada di dalam hegemoninya arus informasi yang semakin menggerus dan menenggelamkan jati diri kita masing-masing.

Lor Kedhaton, 10 Agustus 2016

Gambar dipinjam dari sini, dan sini.

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang rakyat kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jagad Kenyung dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s