Politeknik, Bukan Poliklinik


Politeknik! Ya, bukan poliklinik. Dua hari ini mondar-mandir masuk polteknik. Alhamdulillah, bukan mondar-mandir ke poliklinik. Artinya Tuhan masih memberikan karunia kesehatan untuk saya. Karena kalau mondar-mandir ke poliklinik biasanya berurusan dengan orang yang sakit. Entah kita sendiri yang sedang sakit, atau mungkin keluarga, atau setidaknya teman maupun kenalan kita.

Poltek BatamPerkembangan pabrik-pabrik sebagai garda terdepan dunia industri membutuhkan dukungan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten. Kompeten berarti memiliki pengetahuan dasar (basic knowledge), keahlian khusus (specific skills), serta perilaku yang santun (good attitute). Politeknik yang saya singgung itulah salah satu institusi penyedia sumber daya manusia yang kompeten untuk siap kerja di berbagai bidang industri. Sebuah institusi dunia pendidikan yang memproduk lulusan siap kerja.

Untuk dapat mempersiapkan lulusan yang siap kerja dengan kompetensi yang memadai, kurikulum pendidikan di politeknik dirancang dengan komposisi 50:50, artinya 50% teori dan 50% praktik. Hal inilah yang paling mencirikan perbedaan pendidikan di politeknik dengan pendidikan di universitas atau institusi lainnya. Dengan demikian fasilitas laboratorium pada suatu politeknik harus lebh lengkap, bahkan lebih canggih.

Batam sebagai kawasan industri strategis yang sudah digagas semenjak 45 tahun silam, justru 30 tahun kemudian baru memiliki politeknik. Hal ini berarti bahwasanya pembangunan yang dilaksanakan pemerintah justru sempat meninggalkan “pembangunan manusia” yang menjadi subyek daripada pembangunan itu sendiri. Hal ini semakin menegaskan bahwasanya tidka sedikit dari kebijakan pembangunan bersifat responsif dan belum mengedepankan perencanaan jangka panjang yang visioner melalui strategi perencanaan yang baik.

Saya sendiri baru ngeh dengan hal ini setelah menyimak uraian presentasi yang disampaikan Direktur Politeknik Negeri Batam dalam kesempatan sebuah seminar yang saya ikuti selama dua hari ini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s