Gelaran Festival Lima Gunung XV


Dataran tinggi Magelang sebagai maha-gelang, lingkaran gelang maha-raksasa, yang terwujud dari penjelmaan lima gunung yang mengelilingi menyimpan berjuta mutiara kearifan luhur. Di dataran tanah yang subur tersebut tersemai dengan baik benih-benih peradaban awal bangsa Nusantara. Adalah Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra menjadi peletak dasar pertama dengan peninggalan beragam warna dan rupa candi-candi serta tata nilai sosial kemasyarakatan yang hingga kini tiada pudar.

Salah satu situs penting yang tida bisa dipisahkan dengan kebangkitan Wangsa Sanjaya adalah Gunung Wukir. Puncak bukit yang berada diantara bentang Kali Putih dan Kali Krasak ini menjadi penopang abadi keberadaan Prasasti Canggal yang mengisahkan keemasan masa pemerintahan Raja Sanjaya sebagai pendiri Mataram Kuno di abad ke VIII. Keberadaan reruntuhan candi yang konon merupakan bekas istana Sanjaya diyakini lebih tua daripada bangunan Candi Borobudur yang mahsyur.

Dalam rangka menggali kembali ajaran dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan para leluhur di wilayah kawasan Lima Gunung, Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, serta Menoreh, Komunitas Lima Gunung Magelang, kali ini menggelar Festival Lima Gunung ke-XV dengan tema “Pala Kependhem”.

Pala kependhem dalam khasanah masyarakat Jawa merupakan kata yang mewakili berbagai hasil bumi pertiwi yang terpendam di dalam permukaan tanah, bisa berupa umbi-umbian, rimpang, ataupun akar-akaran. Ada ketela, ubi jalar, kentang, jahe, kencur, gembili, uwi, midra, dan lain sebagainya yang merupakan beberapa contoh hasil bumi yang terpendam.

Menggali filosofi bahwasanya yang terpendam bukan berarti tidak ada, bukan berarti tidak memiliki daya guna, bukan berarti harus dicampakkan, dibuang, bahkan dilupakan, justru keberadaan pala kependhem merupakan misteri kehidupan warisan para leluhur sebagai pusaka manusia masa kini untuk menapi kehidupan yang semakin kompleks dengan segala tantangan dan permasalahannya. Kira-kira hal inilah yang bisa diambil sebagai salah satu sisi pandang tema Pala Kependhem dalam Festival Lima Gunung ke-XV tahun ini.

Pemilihan kesesuaian tema dengan tempat pembukaan Festival Lima Gunung ke-XV di Candi Gunung Wukir bukan tanpa sengaja dan tanpa sebab sebagaimana spirit untuk menggali kembali warisan tata nilai dan susila dari nenek moyang semenjak keberadaan Dinasti Sanjaya memerintah di bumi Jawa Dwipa ini. Adapun rangkaian pagelaran dan pentas seni akan diselenggarakan di Dusun Keron, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang dari Kamis 21 Juli 2016 hingga Minggu 24 Juli 2016.

Agenda selengkapnya dari pagelaran Festival Lima Gunung ke-XV dapat dilihat di link berikut.

 

Foto-foto dipinjam dari sini, sini, sini, sini, dan sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Sampingan | Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s