Soal Agamanya Tuhan


Siang kemarin memang matahari sangat terik. Kami berboncengan sepeda bertiga. Saya, si Ponang, dan si Noni baru pulang dari toko buku. Beberapa hari memang kedua bocah sudah nagih janji bapaknya untuk diantarkan ke toko buku. Biasalah namanya anak-anak, yang pingin beli buku komiklah, pingin lihat-lihatlah, dan mungkin yang paling inti ya ingin nongkrong menikmati kesejukan AC  di mall sebelah kampung kami.

Sekira menjelang tengah hari, misi ke toko buku dan lain-lainnyapun usai. Kepulangan kami diiringi gema adzan Dzuhur dari beberapa masjid terdekat. Sambil duduk bergoyang di boncengan belakang, lha kok si Ponang sempat-sempat berkhayal liar. Dengan penuh kepolosan ia bertanya kepada bapaknya. Bukan soal buat apa berlapar-lapar puasa. Bukan pula perihal buat apa bertadarus dan bertarawih di bulan puasa.

Pertanyaan si Ponang justru simpel bin sederhana, tetapi langsung touch ke jantung hati bapaknya. Bapak mana yang tidak langsung shock ketika ditanya anaknya, “Pak, jan-jane Gusti Allah ki agamane opo to?” (Pak, sebenarnya Tuhan itu agamanya apa?)

Mendapatkan serangang pertanyaan yang begitu tiba-tiba dan tidak terduga itu tentu saja saya sangat kaget. Bagaikan mendapatkan serangan balik dari kubu lawan sebagaimana ketika tim Slovakia yang dibombardir Jerman dalam putaran enam belas besar Piala Eropa, pertahanan saya sedikit goyah dan kedodoran. Terus terang saya belum pernah menanyakan hal itu kepada bapak saya ataupun guru dan para ustadz. Pun sayapun sekian kali mendengarkan pengajian dan tausiah juga belum pernah ada yang membahas mengenai agama Tuhan yang sama-sama kita sembah.

Akhirnya entah inspirasi atau dapat ilham dari Malaikat Jibril, dengan spontan bin tangkas saya menjawab singkat, “Ya, pastinya Islam lah!

Tentu saja jawaban singkat di atas adalah jawaban versi saya pribadi. Bagaimanapun sebagai orang awam tentu saja saya tidak tahu apakah jawaban di atas benar satau salah, tepat atau nggak tepat. Tapi ya begitulah hidup, setiap permasalahan harus dihadadapi dengan secepatnya sebagaimana setiap pertanyaan biasanya memerlukan jawaban yang sesegera mungkin. Repotnya sayapun tidak pernah terlintas memiliki pertanyaan yang sama seperti yang disampaikan oleh anak saya.

Namun demikian, setelah sedikit saya gagas-gagas, dipikir secara lebih seksama, saya sebenarnya tida terlalu yakin pula dengan jawaban yang saya lontarkan. Mungkin landasan pikir saya hanya sebatas nalar atau logika pikiran semata, dan pastinya saya tidak mengetahui dalil-dalil Qurán atau Hadist yang mendukungnya. Pun ketika secara spontan njawab bahwa agama Allah beragama Islam tentu saya hanya berpikir sederhana bahwa masakan agamanya orang yang menyembahnya saja Islam, kok Tuhannya tidak Islam.

Kemudian saya jadi berpikir, apa benar demikian ya? Lalu apa bedanya Gusti Allah selaku Sang Khalik dan manusia sebagai makhluk serta hamba-Nya? Kalau pemimpin agama, apakah ia nabi, rasul, wali, ataupun ulama diikuti agamanya oleh para pengikutnya ya tentu saja wajar. Tetapi Tuhan kan bukan pemimpin dalam artian sebagaimana para nabi, rasul, wali dan ulama di atas. Sebagai sesembahan yang bersifat mutlak yang tidak memiliki ketergantuan kepada apapun dan siapapun tentu terserah-terserah saja kalau Tuhan tidak beragama atau memeluk agama apapun.

Islam memang agama yang benar di sisi Allah. Dalam Al Qurán ditegaskan pula bahwa inna dinna índallahi Islam. Tidak berlebihan kiranya jika kita mengatakan Islam adalah agama Allah. Tetapi apakah kemudian secara linear kita dapat pula mengatakan Allah beragama Islam? Wallahu alam bishawab!

OK, terus terang dengan tulisan ini saya hanya ingin membuat pengakuan bahwa pertanyaan yang seakan sederhana mengenai agama apakah yang dipeluk Allah bukanlah pertanyaan mudah dan sayapun tidak memiliki kapasitas untuk menjawabnya. Akhirnya dengan segala kerendahan diri saya hanya bisa membisikkan astaghfirullah hal ádzim, mohon beribu-ribu ampun Gusti atas segala kelancangan hamba. Tadhah duka Gusti, namun Paduka ingkang Maha Welas Asih dan Maha Paring Ampunan.

Ngisor Blimbing, 28 Juni 2016

Gambar dipinjam dari sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Kenyung dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s