Hati-hati dengan Qur’an Virtual


Tulisan posting kali ini masih merupakan sambungan tulisan sebelumnya. Jika tulisan sebelumnya bicara mengenai adab dalam memperlakukan Qur’an Virtual, kali ini ada beberapa hal yang harus diwaspadai oleh ummat Islam berkenaan dengan pengguna Qur’an Virtual. Emang kenapa harus hati-hati?

Al Qur’an virtual adalah salah satu aplikasi teknologi di dunia maya. Namanya juga dunia maya, senyata-nyatanya sesuatu di dunia maya, tidak semua hal bisa dijamin keasliannya to? Nah itu dia! Jika dengan berbagai kecanggihan aplikasi teknologi semua hal bisa dipermaks, dipoles, dimanipulasi, bahkan dipalsukan, kira-kira bagaimana denagn Qur’an virtual? Terlebih jika aplikasi tersebut dapat diakses dan diunduh oleh siapapun secara gratis. Siapa yang dapat menjamin?

Internet sebagai keberkahan kemajuan jaman, di samping menyimpan berjuta manfaat juga mengandung banyak sekali kemudharatan-kemudharatan. Sebagaimana produk teknologi yang lain, internet bersifat nir value atau bebas nilai. Ia hadir dengan kenetralannya. Adalah manusia yang kemudian menentukan, apakah teknologi itu akan dipergunakan untuk tujuan kebaikan ataukah justru dipergunakan untuk melakukan tindak kejahatan.

Kitab atau mushaf Qur’an yang dicetak secara fisik telah melalui serangkaian pemeriksaan yang sangat ketat sebelum dapat beredar di tengah masyarakat umum. Untuk di negara kita, bahkan melalui Kementerian Agama, pemerintah telah menetapkan tim pemeriksa setiap edisi Qur’an yang akan dicetak. Tim pemeriksa yang semuanya terdiri atas setidaknya 12 para hafidz Qur’an itu bertugas meneliti, baik cetakan huruf, cara penulisan, arti atau makna, kaidah sastra, dlsb yang berujung kepada upaya untuk tetap mempertahankan kemurnian dan keaslian kandungan kitab suci ummat Islam tersebut.

Hal tersebut di atas tentu sangat berbeda dengan keberadaan Qur’an virtual. Tentu saja ada versi Qur’an virtual yang disusun secara resmi oleh lembaga-lembaga resmi yang kredibel sehingga dapat dijamin keasliannya. Namun kemudahan orang membuat dan mengembangkan sofware dan kemudian mengunggahnya ke internet, bisa jadi dipergunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengail di dunia maya dengan maksud-maksud yang merugikan ummat Islam. Bukankah sangat mungkin seseorang memalsukan kata, ayat, ataupun surat tertentu lalu mengunggahnya ke internet? Dan lebih menggiurkannya, semua gratis dapat didownload oleh siapapun.

Jikapun Qur’an virtual palsu tersebut dibaca oleh para hafidz tentu saja tidak menjadi masalah dan akan segera diketahui kepalsuan yang dibuat. Namun kita semua tahu bahwa sebagian besar pengguna internet, khususnya yeng mengakses Qur’an virtual adalan ummat Islam dari kalangan awam. Apa jadinya jika kita secara tidak terasa digeser akidahnya melalui pembelokan-pembelokan ayat-ayat palsu yang secara tidak sengaja pula kita baca atau kita hafalkan?

Kehati-hatian dalam mengakses, mendownload, dan kemudian menggunakan Qur’an virtual tentu harus menjadi kesadaran penting yang dimiliki oleh ummat Islam. Hal yang dapat kita antisipasi mungkin kita harus sedikit jeli untuk memilih mendownload aplikasi Qur’an virtual dari lembaga, organisasi, ataupun badan resmi yang kita tahu kredibilitasnya. Jangan sembarang mendownload Qur’an dari situs-situa yang tidak jelas atau belum kita ketahui kredibilitasnya.

Meskipun Allah SWT telah memberikan jaminan bahwa Dia sendiri yang akan menjaga kemurnian kandungan Al Qur’an, namun kehati-hatian ummat Islam sangat penting untuk menghindarkan ummat dari kesesatan yang bisa jadi sengaja dirancang oleh pihak-pihak yang memusuhi Islam. Monggo menjadi perhatian kita bersama.

Lor Kedhaton, 10 Juni 2016

Gambar Qur’an dipinjam dari sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s