Adab terhadap Qur’an Virtual


Kecanggihan jaman memang sebuah keharusan yang tidak terhindarkan. Peralatan komunikasi semisal smartphone atau handphone sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Tidak orang kota atau oang desa, tidak anak muda atau kakek-nenek, tidak laki tidak perempuan, bahkan para bocah balita juga sudah lengket dengan smartphone. Sejenak tanpa memegang alat canggih tersebut, seolah ada yang kurang dalam diri kita. Smartphone mungkin sudah menjadi candu tersendiri bagi kebanyakan manusia modern.

Teknologi dalam wujud apapun senantiasa hadir sebagaimana dua sisi mata pedang. Ada sisi positif, ada sisi negatifnya sekaligus. Ada yang bermanfaat, ada pula yang merugikan. Demikian halnya dengan smartphone tadi. Dari sisi positifnya, aplikasi di smartphone juga bisa menghadirkan software Al Qur’an yang sangat memudahkan ummat Islam untuk senantiasa bersanding, membaca, mempelajari kandungan kitab suci tanpa terbatasi ruang dan waktu. Keberadaan aplikasi Al Qur’an di smartphone semakin menghadirkan kepraktisan ummat Islam tanpa perlu direpotkan dengan membawa-bawa mushaf Qur’an dimanapun mereka berada.

Namun demikian, ada beberapa catatan yang harus menjadi perhatian bersama dalam menyikapi keberadan Al Qur’an virtual di smartphone kita. Sebagaimana diajarkan dalam tuntunan agama kita, dibutuhkan sikap dan adab luhur dalam memegang, membuka, menyimpan, membawa, membaca, dan segala sikap yang berhubungan dengan mushaf Qur’an. Salah satu adab yang sangat penting adalah tidak diperkenankan membawa Al Qur’an ke tempat yang penuh dengan najis, seperti ke WC atau toilet.

Lalu bagaimana kita memperlakukan Al Qur’an virtual yang ada di dalam smartphone yang senantiasa melekat di saku  dan senantiasa kita bawa-bawa dimanapun kita berada? Apakah seandainya kita akan masuk ke WC, kita harus meninggalkan smartphone di luar WC? Seandainya hal tersebut terjadi di rumah sendiri tentu tidak akan menjadi masalah, tetapi bagaimana ketika kita berada di tempat umum? Jikalau tidak ada pihak lain yang bisa kita titipi smartphone tersebut, tentu sangat riskan jika kita meninggalkannya di sembarang tempat.

Ketika hal ini sempat saya pertanyakan kepada ustadz pada suatu pengajian di mushola sebelah, ia memberikan penjelasan. Al Qur’an sebagai aplikasi software di dalam smartphone bersifat perangkat lunak. Perangkat lunak tersebut baru akan berwujud tatkala aplikasi yang bersangkutan sedang diaktifkan. Jadi Al Qur’an virtual itupun baru ada “wujud” apabila sedang diaktifkan aplikasinya. Tentu saja tidak elok mengaktifkan Al Qur’an virtual ketikda kita di dalam WC. Dengan demikian sebaiknya kita memastikan menon-aktif-kan aplikasi Qur’an virtual yang ada di dalam smartphone kita ketika akan memasuki WC.

Sikap kehati-hatian di atas selain diterapkan terhadap software Qur’an virtual juga harus dilakukan untuk varian mushaf Qur’an yang lainnya, seperti suara qiraatul qur’an, suara adzan, dll. Bukankah tidak lucu ketika kita sedang BAB di dalam WC lalu tiba-tiba saja smartphone kita melengkingkan suara adzan pada saat waktu yang kita setting tiba?

Masih menurut ustadz yang memberikan penjelasan, ada sebagian diantara para ulama yang memberikan fatwa kondisi darurat dalam menyikapi penerapan adab terhadap Qur’an virtual ketika kita akan memasuki WC. Menurut kalangan tersebut, apabila kita telah melakukan kehati-hatian namun pada suatu kesempatan kita lupa menon-aktif-kan Qur’an virtual kita pada saat masuk WC dan tiba-tiba aplikasi tersebut terbuka, bahkan mengeluarkan bunyi lantunan ayat suci, maka kondisi tersebut dihukumi darurat. Dalam keadaan tersebut yang dilarangkan menjadi sebuah kebolehan.

Sekali lagi uraian yang saya sampaikan adalam tulisan ini hanyalah sekedar kembali mengutip pendapat ustadz yang kebetulan memberikan jawaban di mushola kami. Diantara dua pilihan tersebut, menurut saya sebaiknya kita mengambil sikap kehati-hatian yang lebih tinggi. Dalam wujud apapun, baik sofware maupun hardware, Qur’an tetaplah Qur’an yang harus dihormati sebagaimana adap dan sikap yang diajarkan Kanjeng Nabi kepada ummatnya. Sejauh memungkinkan, sebaiknya memang smartphone harus “diamankan” sebelum kita menunaikan hajat di WC atau toilet.

Lor Kedhaton, 8 Juni 2016

Gambar Al Qur’an virtual dipinjam dari sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Adab terhadap Qur’an Virtual

  1. jarwadi berkata:

    Banyak orang belum memperhatikan adab dengan al Qur’an virtual ini.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s