Sumber Air Minum Kemasan


Masih bicara berkaitan dengan jalur Bogor – Sukabumi, namun kali ini bukan soal kemacetan lalu lintasnya. Meskipun demikian, apa yang akan dipaparkan juga masih berkaitan dengan kemacetan tersebut. Sebagaimana sedikit saya singgung, salah satu faktor tingginya frekuensi kendaraan di jalur macet ini berkaitan dengan hilir mudiknya truk-truk tangki maupun kontainer besar yang mendukung operasional pabrik-pabrik di sepanjang kanan kiri jalan.

Mungkin sempat terlintas pertanyaan, kenapa banyak pabrik di jalur tersebut? Jika kita lebih cermat mengamati, di sepanjang waktu jalanan jalur macet Bogor – Sukabumi banyak dipadati mobil tangki, truk pengangkut galon, juga mobil box berukuran besar. Lebih teliti lagi kita bisa mengungkap bahwa sebagaian besar kendaraan besar tersebut berkaitan dengan distribusi produk minuman kemasan. Hal ini terlihat dari berbagai label ataupun plakat, ataupun produk yang diangkut secara terbuka. Ada galon aqua, ada yakult, es cream, minuman bernergi, produk susu olahan, dlsb.

Inilah kunci jawaban atas pertanyaan kenapa banyak pabrik di daerah tersebut, terutama yang berkaitan dengan produk air minum kemasan. Sebagaimana kita ketahui, jalur Bogor – Sukabumi merupakan lintasan lembah raksasa yang dipagari oleh serangkaian pegunungan yang berpundak di Gunung Salak dan Gunung Gede-Pangrango. Kawasan atas yang merupakan daerah tangkapan air yang sangat luas, menjadikan pada lembah-lembah tersebut bermunculan banyak sumber atau mata air. Keberadaan sumber air  baku yang melimpah inilah yang menyebabkan menjamurnya pabrik-pabrik minuman kemasan di wilayah ini.

Jadi agak sedikit kurang tepat apabila kita menduga banyak industri di jalur Bogor – Sukabumi berkaitan dengan keberadaan tenaga kerja yang lebih melimpah dengan standar upah yang rendah. Karena faktanya sebagain besar industri tersebut digerakkan dengan mesin-mesin produksi yang beroperasi secara otomatis.

Pun juga dinyatakan bahwa jalur tersebut merupakan kawasan bisnis strategis dengan sarana penujang seperti jalur transportasi yang mendukung perkembangan industri juga kurang tepat. Bukankah faktanya insfrastruktur jalan raya sangat parah hingga menyebabkan kemacetan laten yang hingga hari ini belum terurai? Jalanan berkelok yang sempit, kondisi aspal yang berlubang-lubang, terlebih jika setiap hari harus menahan beban kendaraan berat.

Air, sejak dari jaman manusia pertama kali hadir di muka bumi sudah menjadi kebutuhan vital yang menentukan kehidupan manusia. Hal ini pulalah yang menyebabkan perkembangan peradaban manusia banyak terjadi di daerah jalur sungai ataupun danau. Semakin tidak meratanya keberadaan sumber mata air, akan semakin mendorong proses industrialisasi mengemas air dari mata air untuk diperdagangkan ke daerah, bahkan negara lain. Air kini sudah menjadi komoditas produk industri yang sangat penting.

Nah, di samping soal keterkaitan penyebab kemacetan yang langsung tidak langsung berhubungan dengan pabrik-pabrik air di jalur Bogor – Sukabumi, hal yang tak kalah pentingnya adalah soal kelestarian sumber air baku itu sendiri. Dengan eksploitasi dalam skala industri yang besar-besar, apakah upaya kelestarian ekosistem pendukung di sekitaranya sudah diperhatikan dan ditangai dengan baik. Jika hal ini terabaikan, bukan tidak mungkin mata air- mata air itupun lama kelamaan akan mengering sehingga berdampak luas terhadap lingkungan hidup yang selanjutnya juga merugikan warga di sekitarnya.

Itulah pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah setempat, maupun siapapun yang peduli dengan kelestarian lingkungan hidup, khususnya kelestarian sumber mata air kita.

Pajajaran, 26 Mei 2016

Foto Redbulls dari sini, truk galon dari sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s