Macet Ala Bogor – Sukabumi


Macet! Siapa yang suka dengan kemacetan lalu lintas? Jika kita setiap hari melakuka aktivitas yang mengharuskan bermobilisasi dari satu tempat ke tempat lain, kemacetan merupakan masalah besar. Seiring dengan pertambahan jumlah pengguna jalan raya dan juga peningkatan kendaraan bermotor yang sangat pesat, tentu saja daya tampung jalanan yang ada menjadi semakin terbatas. Hal inilah yang memicu terjadinya kemacetan.

Di Indonesia sendiri, mungkin kemacetan sudah menjadi pemandangan sehari-hari di berbagai kota besar. Jakarta, tentu saja adalah kota yang setiap hari tenggelam dalam permsalahan kemacetan yang semakin sulit untuk diurai. Betapa para pekerja ibu kota yang rata-rata tinggi di luar Jakarta, seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang setiap hari berjibaku dengan kemacetan tatkala pergi ataupun pulang kerja. Kemacetan menghabiskan waktu produktif sebagian banyak orang.

Selain menjadi keseharian Jakarta dan beberapa kota besar lainnya di tanah air, kemacetan juga sering terjadi ketika masa-masa liburan tiba. Liburan sekolah, liburan tanggal merah, terlebih lagi liburan lebaran yang senantiasa diiringi dengan tradisi mudik ke kampung halaman, senantiasa membuahkan kisah kemacetan yang sangat melelahkan.

Apakah kemacetan hanya menjadi milik kota besar dan monentum liburan sebagaimana yang telah saya sebutkan di atas?

Salah satu simpul kisah kemacetan lalu lintas yang semakin laten dan tak tertangani secara memadai adalah jalur kemacetan antara Bogor (Ciawi) arah Sukabumi. Beberapa kali mengalami perjalanan dari ataupun ke Sukabumi via Ciawi, saya hampir tidak pernah mendapatkan pengalaman yang menyenangkan terkait kelancaraan lalu lintas. Setiap lewat jalur tersebut, tidak mengenal liburan, akhir pekan ataupun hari lainnya, yang pasti kemacetan selalu terjadi. Termasuk dalam dua hari perjalanan di awal pekan ini.

Lalu gerangan apakah yang menjadi penyebab utama kemacetan menjadi pemandangan keseharian di jalur Bogor – Sukabumi tersebut?

Menurut saya, ada beberapa sebab terjadinya kemacetan laten di jalur tersebut. Di samping meningkatkan volume kendaraan, jalanan yang sempit dan tidak terawat sebagaimana mestinya, keberadaan berbagai industri di sepanjang jalur ekonomi utama di sisi barat Provinsi Jawa Barat tersebut pastinya juga menyumbang terjadinya kemacetan harian saat ini. Berbagai pabrik atau industri yang ada tersebut turut melibatkan truk-truk besar, bahkan mobil kontainer besar untuk mengangkut bahan mentah maupun hasil produk industri yang dihasilkan.

Untuk pabrik pengolah air minum ataupun minuman berenergi, sebut saja nama-nama PT Aqua Mississipi, Asia Health Baverage Energy, Indolakto, Kreasi Mas, Yakult, dll setiap hari disibukkan dengan berbagai truk-truk pendukungnya. Maka jangan heran jika kita melintas di jalur macet tersebut, kita akan banyak berpapasan maupun beriringan dengan truk-truk pengangkut botol galon.

Kemaceten tersebut akan berdampak semakin parah pada saat-saat liburan tiba. Sukabumi memiliki berbagai obyek tujuan wisata yang mengundang banyak orang untuk menyambanginya. Pelabuhan Ratu, Pantai Ujung Genting, Sawarna, Taman Hutan Selabintana, Telaga Bening, merupakan daya tarik yang mengundang banyak wisatawan lokal maupun internasional. Namun sungguh sayang, kemacetan yang dari hari ke hari semakin parah terlihat tidak ada penanganan yang cukup serius dari pemerintah maupun pihak terkait. Walhasil kisah pilu mengunjungi Sukabumi adalah ketersiksaan mengalami kemacetan yang sangat membuang waktu. Bayangkan, jarak Ciawi – Sukabumi yang hanya sekitar 60 km harus ditempuh 3-6 jam. Ah, sampai kapan hal itu akan tetap berlangsung? Moga menjadi perhatian pihak terkait.

Pajajaran, 24 Mei 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s