Ngadem di Cirebon Waterland


Cirebon WaterlandTaman Ade Irma Suryani merupakan salah satu lokasi yang meghadirkan berbagai wahana permainan anak beberapa tahun silam. Saat kami beranjangsana ke lokasi taman yang berada di bibir pantai tepat sebelah Pelabuhan Niaga Cirebon, justru kami hanya mendapatkan reruntuhan dan bongkaran bangunan yang sudah diratakan dengan tanah. Beruntung kami masih bisa menemukan beberapa pohon waru doyong sehingga kami masih bisa menikmati semilir angin laut, deburan ombak, serta kicauan burung camar.

Tiga tahun berselang, kami kembali mengunjungi Kota Trasi di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah tersebut. Beberapa informasi yang berhasil kami dengar, bekas lokasi Taman Ade Irma Suryani kita telah diubah menjadi lokasi Cirebon Waterland. Cirebon Waterland merupakan taman rekreasi dan bermain berbasis wahana permainan air yang telah diresmikan sekitar pertengahan tahun lalu. Tentu saja hal ini sangat sesuai dengan keberadaan wahana yang tepat berada di sisi pantai Laut Jawa.

Selepas menyambangi Pasar dan Keraton Kanoman, dengan dihantar becak khas Cirebonan kami diantar menuju Cirebon Waterland. Semenjak di tengah perjalanan, aroma keceriaan berkecipak dengan air seolah sudah memanggil kami. Sang abang pengemudi becak sambil menggenjot pedal dengan penuh semangat juga menghadirkan kegembiraan yang membuncah lewat syair tetembangannya.

Yo kanca ning nggisik gembira, alirap-lirap banyune segara. Angliyak numpak prau layar, ing dina minggu keh pariwisata. Alon prahune wis nengah. Byak-byuk-byak banyu binelah. Ora jemu-jemu karo mesem ngguyu. Ngilangake rasa lungrah lesu. Adik njawil Mas, jebul wis sore. Witing kalopo katon ngawe-awe. Prayogane becik bali wae. Dene sesuk-esuk tumandang nyambut gawe.

Tentu saja si Genduk dan si Ponang semakin bertambah girang, semenjak keberangkatan kami ke Cirebon salah satu destinasi favorit yang ingin dituju adalah “berenang” alias kungkum dan keciblonan di kolam air.

Si Abang becak tidak hanya terhenti di celotehan tembang Prahu Layar, ia juga berkelakar menyegarkan suasana siang yang sangat gerah. Ia bahkan setengah berteriak, “Ayo-ayo wisata ning pantai. Holidaaaaaay!” Sayapun hanya mbatin mengamini teriakan tersebut.

Akhirnya becak kami menapaki jalur gang sempit yang semakin terhimpit oleh banyaknya mobil parkir di sisi kanan-kirinya. Sedikit antri, akhirnya kami tiba di gerbang Cirebon Waterland. Libur akhir pekan panjang bersamaan dengan Hari Kenaikan Isa Al Masih dan Isra’ Mi’raj membuat pengunjung taman ini membludak. Antrian di depan loket nampak sangat padat diiringi gemeremang suara-suara orang yang saling bicara satu sama lain. Di batas pagar kamipun sudah dapat melihat ribuan manusia di area Cirebon Waterland. Taman itu hampri tenggelam layaknya lautan cendol manusia.

Ketika membeli tiket di loket sedikit timbul pertanyaan aneh dari banyak pengunjung. Tiket masuk seharga Rp 20.000,- ternyata hanya sekedar masuk area bermain. Untuk dapat berenang atau menikmati wahana air di area kolam renang, pengunjung masih dikenakan tiket lagi seharga Rp 35.000,-. Itupun harus dibeli di loket terpisah yang ada di dalam area. Logika kami, kalau kami hanya ingin berenang saja dan tidak ingin menikmati wahana permainan di luar area kolam renang, kenapa kami harus juga membeli tiket yang Rp 20.000,-? Ah, sudahlah! Bukankah tidak setiap hari kami ke sini?

Sebagaimana sudah saya singgung, area Cirebon Waterland dibagi menjadi dua zona. Zona pertama atau lingkar luar terdiri atas berbagai wahana permainan kering. Ada ayunan, kereta halilintar, mobil gowes, bahkan juga ada restoran dengan konsep replika kapal Cheng Ho yang sangat besar nan megah. Sementar zona ke dua merupakan wahana permainan air, meliputi kolam renang yang dilengkapi air mancur, plosotan, ember tumpah, jamur, air terjun, juga kolam arus. Untuk dapat memasuki zona ini pengunjung dikenakan tiket tambahan.

Namanya saja anak-anak. Begitu ketemu dengan genangan air, tentu saja mereka langsung ambyur keciblonan dengan suka gembira. Segala senyum dan tawa senantiasa tersungging dari bibir mereka. Mengguyuri diri dengan air muntahan air mancur, dari air kucuran air terjun maupun limpahan payung atau jamur raksasa, juga tumpahan ember goyang tak sama sekali membuat anak-anak lelah dan jera. Bahkan keberadaan air kolam yang hangat membuat anak-anak kian betah dan seolah enggan untuk sekedar “mendarat”. Hingga keasyikan itu terus berlangsung hingga senja menjelang.

Wahana Cirebon Waterland merupakan sebuah destinasi tujuan wisata baru yang ke depannya akan menjadi salah satu ikon Kota Udang. Suasana gerah kota yang selalu dihembusi angin laut yang kering ini menjadi sedikit sejuk dengan kehadiran Cirebon Waterland. Tentu saja bagi siapapun yang berkunjung ataupun mampir di Cirebon, tidak akan ada ruginya untuk sejenak menikmati suasana Cirebon Waterland.

Lor Kedhaton, 16 Mei 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s