Surabaya Yang Bertambah Gaya


Sebelumnya, sudah sekitar sekira empat tahun tidak lagi merambah Surabaya. Sebagai kota metropolitan setelah Jakarta, Surabaya yang panas oleh angin laut juga banyak didera kemacetan. Jalanan padat, berasap, dan penuh kendaraan merayap sudah menjadi hal yang biasa. Kala itu Bu Risma belum berapa lama menjabat pucuk pimpinan pemerintahan Kota Surabaya.

Pemkot Sby1Semenjak awal menduduki jabatan orang nomor satu di Surabaya, Bu Risma sudah “mencuri” perhatian banyak kalangan. Berbagai media memberitakan sepak terjang beliau dalam membenahi berbagai hal di Surabaya. Taman, trotoar, selokan, sungai, perumahan, pedagang kaki lima, bahkan lokalisasi Dolly tidak lepas dari sentuhan tegas tangan Risma. Kini apa jadinya Surabaya di masa kepemimpinan periode ke dua walikota perempuan yang ternama di negeri kita saat ini?

Dari pengamatan selintas saya, Surabaya empat tahun yang lalu sudah sangat berbeda dengan Surabaya di hari ini. Sebagai orang yang sangat jarang merambah Kota Pahlawan, tentu saja saya sangat pangling dengan perkembangannya yang sangat pesat. Sebagaimana kesemrawutan yang saja gambaran di awal tulisan ini yang bahkan hampir mengejar keruwetan Jakarta kini sedikit banyak sudah mulai ada pembenahan-pembenahan serta perbaikan yang cukup berarti.

Jalanan kota, terutama di jalur protokol kini lebih tertata dengan baik. Deretan pedagang kaki lima yang tidak teratur di berbagai pinggiran sudut kota kini sudah hampir jarang ditemukan. Penataan PKL mendapat perhatian yang cukup serius. Ribuan pedagang kaki lima yang diyakini menyebabkan ketidakteraturan pinggiran jalan dan juga kemacetan kini banyak diberikan ruang di berbagai kawasan pemusatan PKL. Jalanan kini nampak semakin lebar dan lebih longgar.

Pemkot Sby2Tidak hanya jalanan utama yang terkesan lebar, pinggir jalanan yang semula banyak ditempati PKL kini banyak yang ditata sebagai jalur pejalan kaki dengan trotoar yang lebar dan rata. Jalur trotoar yang lapang semakin memberikan ruang gerak yang leluasa bagi para pejalan kaki. Cara ini mungkin sebagai salah satu bentuk gerakan untuk mendorong masyarakat yang bepergian jarak dekat dengan jalan kaki. Di samping menghemat bahan bakar minyak, mengurangi polusi jalanan, serta mengurangi kepadatan atau kemacetan lalu lintas, cara ini tentu saja akan menyehatkan para warga.

Di samping jalanan yang lebih tertata, trotoar yang lebih lebar, di kanan-kiri jalanan juga digalakkan penghijauan kota dengan penanaman berbagai pepohonan perindang. Bahkan di titik-titik strategis dibangun taman kota yang semakin menambah keasrian suasana kota. Keberadaan pohon yang berperan sebagai paru-paru kota selain meneduhkan, menyerap berbagai polutan udara, juga menjadikan pemandangan kota yang lebih indah. Selain itu, taman kota juga berguna sebagai sarana ruang publik yang merupakan sarana interaksi diantara sesama warga kota. Hal ini sangat penting untuk mewujudkan suatu masyarakat yang akrab dan saling peduli satu sama lain dalam rangka mendorong kesatuan persatuan warga untuk turut mendukung program-program pembangunan pemerintah setempat.

Pemkot Sby3  Pemkot Sby4

Dari sisi tata ruang dan tata kota, Surabaya memang jauh mengalami kemajuan pesat. Namun demikian,  sejauh catatan kecil kami, perihal transportasi umum di Surabaya masih belum banyak mengalami kemajuan. Berbeda dengan daerah-daerah  lain yang mendorong penggunaan sarana trasportasi umum, seperti Transjakarta, Transjogja, Transbandung, Transsemarang, dll, saya belum menemukan hal yang serupa di Surabaya. Angkot-angkot kecil yang melayani masyarakat umum banyak yang tidak dilengkapi dengan keterangan jalur jalan yang dilayani. Hal ini sedikit menyulitkan bagi pengunjung ataupun orang asing untuk mengakses suatu tempat. Mau tidak mau, jika kita ingin naik kendaraan umum di kota pahlawan kita tidak boleh segan-segan dan malu unuk bertanya. Memang ada peribahasa, “malu bertanya, sesat di jalan.” Hal ini tentu saja menjadikan ketidaknyamanan bagi pengunjung kota terbesar ke dua di Indonesia ini.

Pemkot Sby5

Ya, tentu saja Surabaya harus diakui keberhasilannya dalam membenahi berbagai permasalahannya yang kompleks. Kota ini bisa menjadi panduan dan contoh bagi daerah-daerah lain untuk terus berlomba membangun daerahnya masing-masing. Dan pastinya setiap kemajuan suatu daerah harus membawa dampak langsung untuk peningkatan kesejahteraan dan ketentraman kehidupan warganya ataupun siapa yang kebetulan tengah berkunjung. Surabaya memang semakin bergaya!

Cilegon, 27 April 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s