Kondurnya Simbah Putri


SimbahBerita itu memang saya dengar sedikit terlambat. Tanpa saya sadari, ternyata beberapa panggilan masuk di hand phone semenjak petang menjelang. Namun ndilalah, hand phone tersebut ngendon di kantong baju yang menggantung di gantungan baju dalam posisi silent. Jadilaha panggilan yang banyak itu tidak terespon dengan semestinya.

Melalui respon sebuah update postingan di halaman facebook, justru seorang saudara di ujung Jawa Timur menyampaikan rasa bela sungkawanya atas kepergian Simbah Putri. Bagaikan tersambar petir, secara spontan saya bergegas mencari hp. Setelah beberapa saat mengingat dan mencari keberadaan hp, akhirnya saya langsung membuka beberapa catatan yang ada di dalamnya. Setidaknya ada dua-tiga kali panggilan telefon dan ada beberapa pesan sms yang masuk. Dan yang semakin membuat saya lemas, sebuah sms memberikan kabar bahwa Simbah telah tiada, berpulang ke haribaan-Nya. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Beberapa kali mencoba untuk menghubungi nomor beberapa anggota keluarga di rumah, ternyata tidak membawa hasil. Mungkin semua sedang sibuk dalam rangka pengurusan jenazah Simbah. Akhirnya saya menghubungi adik yang tinggal di pinggiran Jakarta. Dari dialah kemudian saya mendapatkan kepastian bahwa berita yang saya terima benar adanya.

Sebagaimana kebiasaan di dusun kami, setiap jenazah orang yang meninggal secepatnya akan segera dikebumikan bahkan seandainyapun proses penguburan harus dilakukan pada malam hari. Tradisi tersebut berakar dari ajaran bahwa setiap orang yang meninggal harus segera ditunaikan hak-hak yang menjadi kewajiban kifayah bagi orang-orang di sekitarnya, yaitu memandikan, mengkafankan, menyolatkan, dan menguburkannya sesegera mungkin.

Mengingat hal tersebut di atas, maka saya baru mengontak kembali keluarga di rumah selepas pukul 21.30. Dengan asumsi proses pemakaman Simbah sudah paripurna, pun demikian dengan pengajian tahlil maupu yasinan, akhirnya saya berhasil menghubungi kakak dan ibu. Sedikit banyak mereka mengisahkan bagaimana kronologi kepergian Simbah.

Hari Jum’at menjelang kepergiannya di hari Ahad, Simbah yang memang masih terbiasa pergi ke sawah, mendapat halangan “dientup” tawon alias lebah. Dalam kondisi kesehatan yang sejatinya memang kurang fit, efek entupan tawon itu ternyata berlanjut hingga beberapa hari. Meskipun tidak terlalu mengganggu aktivitas keseharian, namun ternyata hal itu menjadi lantaran kepergian Simbah. Simbah Putri pergi di penghujung hari Ahad sebagaimana Simbah Kakung juga dipanggil Allah sekira 18-an silam.

Ada satu hal perkataan Simbah yang terus terngiang sekitar sebulan silam tatkala saya masih berkesempatan bertemu dengannya. Selepas turun sholat Maghrib di samping serambi masjid, Simbah mengatakan, “Riaya sesuk rausah repot-repot nukoke klambi karo ngeneh-ngenehi aku ya!” (Lebaran besok jangan repot-repot membelikan baju dan negasih sesuatu ya) Akhirnya saya baru menyadari arti dari perkataan Simbah yang terakhir itu.

Simbah memang sosok nan sederhana. Meskipun buta aksara dan tidak pernah bisa membaca namun hidupnya sungguh penuh sahaja. Tetangga sekitar mungkin tidak pernah menganggapnya karena ia tidak pernah duduk di bangku sekolahan, namun ada anaknya yang menjadi guru, ada beberapa cucunya yang mengabdi sebagai abdi negara. Simbah memang orang sederhana, namun justru dari kesederhanaannya terpancar perlindungan Tuhan untuk menghindarkannya dari berbagai perbuatan kesia-siaan. Dengan segala keterbatasannya, Simbah adalah jamaah yang senantiasa turut memakmurkan masjid di dusun kami. 

Duh Gusti Allah, mugi paduka paringi margi lan papan ingkang sae tumrapipun Simbah kawula. Mugi pinayungan mulya ing kasedan jati lan kalebetaken tiyang ingkang ahli suwarga. Semantena putra wayah ingkang tinilar tansah pinaringan ing kesabaran, saha tetep jejek iman dan taqwanipun. Amien.

Lor Kedhaton, 25 April 2016

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Raya dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kondurnya Simbah Putri

  1. Ikhsan berkata:

    Nderek bela sungkawa mas, semoga simbah khusnul khotimah. Amin

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s