Kepergian Yang Tiba-tiba


Lelaki berseragam petugas keamanan itu dengan kesyahduan menuturkan pesan terakhir dari almarhum, “Mas Wahyu, saya titip museum ya!”

Tri Prasetiyo - KA AmbarawaInilah kenangan terakhir yang paling mendalam bagi Mas Wahyu, salah seorang petugas keamanan di Museum Kereta Api Ambarawa, beberapa hari sebelum kepergian Pak Tri Prastiyo, Kepala Stasiun Museum Kereta Api Ambarawa sepekan silam. Sayapun menerima kabar duka tersebut melalui Mas Gubernur Kota Toea Magelang yang men-share informasi tersebut lewat halaman facebooknya.

Dalam kesempatan dolan ke Museum Kereta Api Ambarawa pekan lalu, saya sengaja nanggap kisah kepada Mas Wahyu mengenai peristiwa kepergian Pak Tri yang terasa sangat tiba-tiba bagaikan kereta yang tergesa berangkat meninggalkan stasiun persinggahan.

Menurut Mas Wahyu, seluruh kepala stasiun (KS), pada awal bulan memang sedang berkumpul di kawasan Dieng. Secara tiba-tiba, di tengah acara yang sedang berlangsung, Pak Tri mengalami serangan jantung secara mendadak. Sebelumnya memang tidak ada gejala dan tanda-tanda dirinya menderita gangguan jantung. Ketika dilarikan ke rumah sakit di Banjarnegara, Tuhan keburu memanggilnya ke alam baka.

Diantara para pegawainya, Kepala Stasiun KA Ambarawa yang sedang giat-giatnya merevitalisasi dan mengembangkan museum dengan berbagai atraksi kesejarahan perkereta-apian di tanah air ini dikenal sebagai sosok yang membaur dengan semua karyawan. Ide dan gagasannya dalam pengembangan museum beberapa hal sudah mulai terwujud. Penataan museum dengan konsep tata letak dan tata ruang yang baru telah semakin menarik pengunjung untuk menikmati suasana yang baru.

Ibarat kereta api yang sejenak singgah di suatu stasiun, demikianlah sebuah episode perjalanan hidup manusia. Wong urip mung sakderma mampir ngombe. Hidup hanya singgah sebentar di dunia fana untuk menjalani kehidupan abadi di alam akhirat kelak. Selamat jalan Pak Tri, jasamu akan senantiasa dikenang para pecinta sejarah kereta api di tanah air. Meski kepergianmu terasa sangat tergesa dan tiba-tiba, namun doa keselamatan kami senantiasa menyertaimu. Muga mulia ing kasedan jati.

Bojonegoro, 18 April 2016

Foto dari FB Ambarawa

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Tokoh dan tag . Tandai permalink.

6 Balasan ke Kepergian Yang Tiba-tiba

  1. Muh.Ahsan berkata:

    Turut berduka cita. Semoga kereta yang ditumpangi beliau mengantarkan ke tempat terbaik di sisi Gusti Allah.

    Suka

  2. Muh.Ahsan berkata:

    Eh Mas, njenengan lagi di Bojonegoro toh?

    Suka

  3. kusumah wijaya berkata:

    omjay dan keluarga turut berduka cita

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s