Kejutan-kejutan Paseduluran


Zaenul-1Satu dan lain hal telah menyebabkan saya pada saat itu terlambat menikmati sajian coffe break dalam sebuah pertemuan di sisi utara Simpang Lima Semarang. Melihat nampan snack yang sudah kosong, sayapun langsung menghampiri teko teh dan kopi hangat. Namun rupanya sungguh malang tak dapat ditolak, kedua teko itupun tinggal sedikit menyisakan ampasnya.

Ketika hendak menuangkan beberapa tetes larutan kopi ke cangkir, ada peserta lain yang juga tengah mengaduk kopi di cangkirnya. Saat melirik dari sisi samping lelaki tersebut, saya tergagap. Antara percaya dan tidak percaya, ingatan saya langsung melayang ke masa lebih dari dua puluhan tahun silam. Lelaki berperawakan sedang dengan tubuh sedikit gempal tersebutpun kemudian menengokkan wajahnya ke sisi kanan. Maka kontak mata kami langsung membuka lembaran memori masa SMA. Rupanya lelaki tersebut adalah salah satu teman sekolah SMA dulu.

Namanya adalah Zaenul. Meskipun kami tidak pernah satu kelas, tetapi kami saling kenal dengan baik. Semenjak kelulusan kami, meskipun kami kuliah di kota yang sama dan di kampus yang sama, namun kami sepertinya tidak pernah dipertemukan oleh Tuhan. Sejauh penelusuran dan komunikasi jarak jauh via media sosial, seingat dan sepengetahuan saya, lelaki lulusan FMIPA Bulak Sumur tersebut menjadi pengajar di UIN Jogja.

Dalam profile halaman FB, teman saya yang satu ini memang memasang foto sebuah sepeda gunung dan menyematkan keterangan Semarang sebagai kota tempat tinggalnya. Namun sungguh di luar dugaan saya bahwa dia rupanya sudah sekian lama menetap di ibukota Jawa Tengah ini dan mengampu profesi yang ada keterkaitannya dengan tugas dan pekerjaan saya. Inilah rupanya benang merah yang mempertemukan kami di Simpang Lima siang itu.

Saat kesempatan makan siang, kamipun akhirnya duduk satu meja dan berkesempatan ngobrol dengan lebih panjang lebar. Di samping saling meng-update keberadaan diri kami masing-masing selepas sekolah dan kuliah, tentu saja beberapa cerita kenangan yang penuh keluguan dan kelucuan di jaman SMA dulu kami putar ulang kasetnya.

Tidak hanya memberikan kejutan perjumpaan dengan salah satu teman di bangku SMA, perjalanan saya ke Semarang ternyata juga menyambungkan kembali tali silaturahim dengan salah seorang teman di masa SMP dulu. Melalui seorang teman yang lain, saya sempat mendapatkan nomor kontak teman tersebut dan kamipun saling berbicara. Niatnya tentu saja kami ingin saling bertemu dan melepas kangen. Namun rupanya di sepanjang sore hingga malam hari waktu itu Semarang terus diguyur hujan sehingga pertemuan itu menjadi tertunda.

Perjumpaan dengan seorang teman lama tentu merupakan sebuah kegembiraan tersendiri. Hidup dengan segala lika-likunya juga telah menghadirkan orang-orang di sekitar kita yang turut mewarnai lembaran kisah klasik yang membuat hidup kita penuh warna-warni. Persahabatan dan persaudaraan yang dilandasi semangat silaturahmi yang tulus tentu merupakan sebuah keberkahan yang tidak akan pernah pupus oleh waktu. Inilah barangkali yang dikatakan sebagai salah satu kunci kesehatan badan, umur panjang, dan tentunya keluasan peluang rejeki. Sampeyan sependapat dengan saya?

Ngisor Blimbing, 16 April 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Tokoh dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s