Ketinggalan Tiket Kereta


Mudik

Hari ini dalam hitungan tiga bulan ke depan akan menjadi hari-hari yang sibuk bagi negeri ini. Meskipun tidak pernah saling berjanji, namun momentum mudik lebaran sudah pasti menjadi gawenya semua pihak. Para keluarga di rantau yang mudik, sibuk dengan segala uba rampe kelengkapannya. Para penyedia jasa layanan transportasi dengan segenap kru dan armadanya akan sibuk mengangkut para pemudik. Bahkan pemerintahpun di segala lapisan juga menjadi super sibuk, mulai dari aparat kepolisian, dinas perhubungan, palang merah dan ambulan, dll.

Kesibukan aktivitas mudik tentu saja berimbas terhadap kepadatan lalu lintas di jalur utama mudik, maupun berbagai jalur alternatif menuju kampung halaman. Tidak saja dikarenakan jumlah kendaraan angkutan darat yang meningkat tajam, tetapi aktivitas warga di kanan kiri jalur mudikpun sudah sedemikian sibuk menjelang persiapan hari raya. Pasar-pasar yang tumpah hingga jalanan menjadikan lalu lintas kian semrawut dan ruwet. Alhasil, sudah menjadi cerita dan pemandangan umum bahwa mudik senantiasa identik dengan kemacetan.

Kemacetan jalanan yang pada hari-hari yang lain hanya menjadi milik Jakarta dan kota-kota besar, pada masa mudik justru terdistribusi sampai ke desa-desa terpencil. Semua orang seolah saling berebut untuk cepat sampai di kampung halaman. Mereka tidak saja berlomba-lomba ingin cepat sampai, tetapi tidak sedikit yang berlomba-lomba ingin memamerkan mobil ataupun motor bukti kesuksesan di perantauan.

Bagi pengguna kendaraan umum seperti keluarga kami, mudik tentu saja menguras sangat ekstra berbagai sumber daya. Uang, waktu, tenaga, dan pikiran. Namun demikian, mudik merupakan sebuah kebutuhan tahunan yang menghantarkan sebuah keluarga di perantauan kembali kepada pangkuan keluarga besar di kampung halaman.

Mengantisipasi berbagai kemungkinan kemacetan jalan raya di berbagai titik jalur mudik, keluarga kami biasa mudik dengan transportasi kereta api. Kereta api sebagai salah satu pilihan transportasi darat, tentu saja lebih terjangkau jika dibandingkan biaya pesawat udara. Namun demikian, memesan atau mencari tiket kereta api di saat-saat keramaian arus mudik bukanlah hal yang mudah. Hal ini justru baru kami rasakan beberapa tahun terakhir seiring dengan penerapan pemesanan tiket sistem on-line dan pelayanan pemesanan tiga bulan sebelum keberangkatan.

Hari-hari ini, bahkan semenjak akhir pekan lalu, merupakan hari-hari untuk pemesanan tiket kereta api beberapa hari menjelang Idul Fitri yang akan tiba di pertengahan tahun. Penerapan layanan online tentu saja tidak menyebabkan terjadinya antrian para pemesan yang membludak di depan loket sebagaimana sebelum sistem online diberlakukan. Namun tetap saja sehandal-handal layanan server internet, antrian yang berjubel terjadi di dunia maya. Akibatnya, meskipun PT KAI menyediakan beberapa tambahan subdomain tetapi senantiasa down tatkala diserbu para pemesan online. Hal ini justru terjadi selepas jam 24.00.

Tiket KA Kutoarjo-2

Saking kepinginnya mendapatkan tiket, maka beberapa malam terpaksa bangun malam untuk begadang. Bukan begadang ronda menjaga keamanan kampung, tetapi begadang antri tiket via online. Namun senantiasa harapan selalu jauh panggang daripada api. Berharap bisa dapat tiket dengan layanan yang canggih, tetapi justru begitu peralihan tanggal terjadi, server langsung down. Dan hal ini berlangsung hingga dua-tiga jam. Lebih menjengkelkan lagi begitu website layanan pemesanan tiket dapat diakses, langsung dinyatakan semua tiket sudah ludes alias terjual habis.

Jujur saya sangat heran dengan kondisi seperti ini. Secara nalar jika server down dan sistem fail tentu saja semua orang tidak bisa mengakses, tanpa kecuali. Apakah ada permainan para mafia di balik fenomena yang selalu berulang di setiap tahun ini? Dulu dengan sistem layanan manual, justru selalu mendapat tiket kereta api untuk mudik. Tetapi saat ini, bahkan sudah 4-5 lebaran selalu gigit jari tidak kebagian tiket mudik. Tentu saja kehabisan tiket kereta api serasa ketinggalan kereta yang meninggalkan kita yang dengan terengah-engah mengejarnya.

Ketinggalan tiket kereta, Sampeyan pernah merasakannya?

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s