Gambang Permainan


Gambang! Sebagian diantara anak jaman sekarang mungkin tidak mengenal suatu perangkat gamelan tradisional yang terbuat dari bilahan kayu, bambu atau logam yang ditata di atas tabung kayu sebagai pemantul getaran suara yang menggema tatkala bilahan tersebut dipukul. Dalam perangkat alat musik gamelan Jawa, gambang merupakan salah satu alat yang menjadi bagian dari gamelan secara keseluruhan.

Gambang tidak hanya dikenal dalam gamelan musik ala Jawa saja. Dalam perangkat gamelan tradisional di beberapa suku lain, gambang juga menjadi salah satu instrumental pendukung. Sebut saja dalam perangkat musik Betawi. Bahkan gambang menduduki peran yang sangat sentral untuk iringan satu jenis pentas seni yang kemudian dinamakan sebagai gambang kromong.

Gambang memang bukan lagi dikenal sebagai alat musik yang baru. Gambang telah hadir sejak ribuan tahun silam. Dalam corak warna musik gamelan Jawa gaya semarangan yang banyak dikembangkan oleh Ki Narto Sabdo, gambang kemudian muncul sebagai corak khas gamelan ala semarangan yang juga sempatĀ tergambarkan dalam syair lagu berjudul Gambang Semarang. Kini gambang melekat sebagai salah satu ikon ibukota Jawa Tengah yang dulu sempat menyandang Kota Atlas.

Tiba-tiba tertarik untuk memperbincangkan gambang, ada apakah gerangan? Sebenarnya bukan sebuah peristiwa yang terlampau istimewa. Ingatan mengenai gambang kembali mencuat sebenarnya dipicu oleh si Genduk Nadya yang di akhir pekan kemarin mboyong sebuah gambang kecil dari abang-abang jualan keliling yang sempat menyambangi depan rumah. Namanya saja gambang mainan anak-anak, dari segi ukuran dan performa musikalisasinya tentu saja juga hanya kelas mainan. Namun paling tidak keberadaan mainan gambang sebagaimana yang dulu banyak dijajakan di berbagai pasar tradisional merupakan sebuah sarana pembelajaran yang unik dalam pengenalan alat musik tradisional warisan nenek moyang yang kini sudah semakin terpinggirkan dan dilupakan oleh anak-anak.

Genduk Nadya, sebagaimana dulu kakaknya, rupanya juga sempat mengagumi tatanan bilahan logam yang berjajar rapi di atas tabung kotak persegi panjang yang menghasilkan resonansi bunyi yang cukup unik. Dulu di masa kakaknya masih kecil, kami sempat blusukan keluar masuk pasar Tarumanegara Magelang untuk mencari penjual alat-alat permainan tradisional untuk dapat menemukan gambang. Pada waktu itu, selepas kejadian kebakaran Pasar Rejowinangun, para penjual alat permainan tersebut pernah lenyap dari peredaran. Namun pada suatu siang yang sangat terik oleh panas sinar matahari, seorang penjaja menunggu dengan setia tatanan dagangan di sebuah sudut emperan toko tepat di pojok persimpangan jalan. Dengan keberuntungan, kamipun berhasil memperkenalkan anak sulung kami kepada alat musik permainan yang bernama gambang.

Diantara Anda, adakah yang tahu atau pernah mendengar tetembangan berjudul Gambang Suling? Sebuah perpaduan dua alat musik, yaitu gambang dan seruling yang menghadirkan sebuah nuansa penuh rasa syahdu mendayu-dayu untuk menghantarkan si kecil menuju buaian alam tidur. Kira-kira begini lagunya:

Gambang suling kumandang swarane,

Thulat-thulit kepenak unine,

Uuunine kang…..

Ngisor Blimbing, 21 Maret 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s