Berkunjung ke Taman Laut Bunaken


Taman sering kita pahami sebagai sebuah ekosistem alam yang sengaja dibuat oleh manusia. Taman memiliki beberapa fungsi atau peran ganda, diantaranya memperindah lingkungan sekitar dan membuat suasana asri karena berbagai tanaman atau tumbuhan yang ada di taman merupakan penyedia oksigen di siang hari. Tidak mengherankan jika sebuah tata ruang atau kota yang mengusung konsep ramah lingkungan atau go green senantiasa berupaya memperluas keberadaan taman ataupun ruang terbuka hijau lainnya.

Bunaken8Di samping keberadaannya di darat, ternyata ada pula taman laut. Indonesia sebagai negara maritim terluas di dunia senantiasa mengembangkan dan memperluas keberadaan taman laut tersebut. Salah satu taman laut yang ternama adalan Taman Laut Bunaken di lepas pantai Teluk Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Sekian hidup sebagai warga negara Republik Indonesia dan telah sekian lama mendengar cerita tentang Bunaken, namun baru beberapa waktu silam kesampaian untuk berkunjung dan menikmati gugusan terumbu karang  di Bunaken.

Taman Laut Bunaken merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken. Taman nasional ini diresmikan pada tahun 1991 dengan luas kurang lebih 8 km2, meliputi Pulau Bunaken, Manado Tua, Siladen, Mantehage, dan Pulau Naen. Gugusan kepulauan di lepas Teluk Manado tersebut mulai dikenal sebagai kawasan laut yang memiliki keindahan dan keragaman flora-fauna laut yang khas semenjak tahun 1975. Di samping menyandang status sebagai taman nasional, Taman Nasional Bunaken juga terdaftar sebagai situs warisan dunia yang diakui oleh UNESCO semenjak tahun 2005.

Bunaken2 Bunaken1

Pengalaman penulis beserta rombongan untuk mengunjungi Bunaken diawali dari Dermaga Wisata Kalimas. Dari pelabuhan tersebut, pengunjung dapat menyewa kapal secara berombongan untuk mengantarkan ke Pulau Bunaken yang berjarak kurang lebih 7 mil laut, atau sekitar. Ada beberapa pilihan tipe kapal sewa dengan berbagai variasi harga sewa. Ada jenis kapal speedboat yang mampu membawa penumpang 8-10 orang dengan tarif 700-an ribu pulang-pergi. Ada pula kapal bermotor ganda yang dapat membawa penumpang hingga 20-an orang dengan harga sewa 1 juta pulang-pergi. Rombongan kami kebetulan mempergunakan kapal jenis ke dua.

Setelah segalanya siap, kapalpun perlahan meninggalkan dermaga pada lengkungan teluk pelabuhan yang digawangi oleh bentangan jembatan layang Malalayang yang semakin memperindah suasana. Dengan deburan gelombang laut yang sedikit beriak dan diiringi dengan sepoi-sepoi hembusan angin laut nan lembut dalam cuaca yang sedikit temaram oleg mendung menggayut, kamipun tiba di pesisir Pulau Bunaken setelah hampir satu jam perjalanan.

Bunaken3 Bunaken4 Bunaken5

Menjelang batas lepas pantai, dua buah kotak beralas dasar kaca putih bening diturunkan ke badan air. Melalui kaca tersebut kami bisa melihat dengan jelas hamparan dasar laut dangkal yang dipenuhi dengan warna-warni gugusan terumbu karang, lengkap dengan berbagai biota lautnya yang indah. Tentu hal tersebut belum puncak suguhan Taman Laut Bunaken karena kamipun merencanakan untuk melakukan snorkling, alias menyusur gugusan karang di permukaan pantai yang relatif dangkal.

Ketika kami mulai merapat ke Pulau Bunaken, suasana air laut dalam kondisi surut. Setelah memastikan alur kapal yang aman, akhirnya kami merapat di dermaga pelabuhan yang memang disiapkan sebagai tempat bertambatnya kapal-kapal pembawa wisatawan. Di sisi kanan menghadap ke pasir pantai, nampak dengan gagah sebuah tulisan landmark mengungkapkan Welcome to Bunaken Island. Bukanlah sebuah mimpi, tetapi yang kami alami adalah sebuah kenyataan. Kami benar-benar kesampaian menginjakkan kaki di Pulau Bunaken.

Bunaken6Ketika kami naik ke dermaga, suasana air laut yang sedang surut segera memperlihatkan hamparan rumput laut liar yang disela-selanya tersembul sosok binatang berwarna kuning tua dengan bentuk bintangnya. Lewat bantuan beberapa bocah pantai yang ada, beberapa bintang laut sempat dilemparkan kepada rombongan kami. Kamipun tak segan-segan segera mengamati bintang unik tersebut secara lebih seksama dan tentu saja tidak lupa mengabadikannya dengan jepretan lensa kamera kami.

Ngisor Blimbing, 13 Maret 2016

Beberapa referensi terkait:

  1. Bunaken Taman Laut Terpopuler;
  2. Taman Laut Bunaken;
Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s