Tips Pasang Boncengan Anak Jadul


Edisi tulisan kali ini memang sengaja ingin menjawab secara khusus pertanyaan Mas Doni berkaitan dengan posting mengenai boncengan bocah jadul yang biasa dicantolkan di stang sepeda. Tulisan itu sendiri sudah saya posting di blog ini hampir setahun yang lalu. Namun baru muncul satu komentar sekaligus pertanyaan. Kira-kira begini: “maaf mas..mau nanya, pasang boncengan gitu di sepeda gunung model lelaki gmn y? biasa kan cuma dicantolin ke stang,nah sepda model laki kan ada “dalangan” tuh…jdnya gak bisa nyantolin… bisa dikasih fotonya mas? ke dohnsevilla@gmail.com… mksh”

Boncengan Sepeda1

Mungkin diantara para pembaca yang pernah membaca tulisan sebelumnya itu juga memiliki pertanyaan yang sama. Maka pada kesempatan kali ini, saya ingin menuliskan secara panjang lebar mengenai tips bagaimana memasang boncengan bocah kuno itu di sepeda yang memiliki planthangan atau dalangan, sebagaimana model sepeda federal atau sepeda gunung yang saat ini merupakan desain yang dominan.

Boncengan bocah kuno memang dirancang secara praktis dalam pemasangannya. Adanya kaitan atau cantolan yang sudah dirancang khusus, sangat memudahkan pengguna karena hanya tinggal mencantolkan pada bagian cantolan tersebut ke sisi kanan dan kiri setang sepeda kita. Hal ini tentu saja sangat praktis dan mudah dilakukan.

Namun demikian ada sedikit kekurangan dalan rancangan boncengan bocah kuno itu. Panjang lengan cantolan cukup panjang, sehingga membutuhkan ruang bebas di bawah bagian alas atau dudukuan boncengan. Kendala ini menyebabkan boncengan tersebut hanya bisa dipasang pada model sepeda yang tidak memiliki planthangan atau dalangan tadi. Di masa lalu, boncengan ini hanya bisa dipasang pada sepeda onthel perempuan (pit wedhok) atau jengki saja, dan tidak bisa dipasang pada sepeda lanang (yang berplanthangan tadi).

Seiring dengan perkembangan jaman, telah banyak desain sepeda dengan beragam variasi dan model. Untuk jenis sepeda yang memiliki setang tinggi, semisal sepeda lipat, kemungkinan boncengan bocah kuno tersebut masih memungkinkan untuk langsung bisa dicantolkan ke setang. Hal ini disebabkan keberadaan dalangan sepeda lipat dan ketinggian setang masih memungkinkan ruang yang cukup bagi alas atau dudukan boncengan itu sendiri. Hal yang sama pastinya masih berlaku untuk jenis sepeda yang tanpa memiliki dalangan.

Nah kendala yang sama tentu saja masih dialami untuk jenis sepeda yang memiliki dalangan atau planthangan iu tadi. Lalu bagaimana solusinya?

Boncengan Sepeda2

Memang untuk mengatasi kondisi yang tidak maching antara desain boncengan dengan desain sepeda seperti ini diperlukan sebuah terobosan sedikit modifikasi seperlunya. Dari pengalaman yang saya lakukan, saya pasangkan boncengannya pada sebuah papan datar selebar kurang lebih 10 cm, panjang mengikuti panjang dalangan (dilengkapi sekrup, biar kencang), dan di ujung papan dibuat “coakan” ke tiang setang dan di ujung lain dibuat juga coakan melekat ke tiang sadel. Nah, papan inilah yang ditempelkan di atas dalangan. Untuk memperkuatnya bisa diikatkan dengan tali ke dalangannya. Memang tidak bisa seratus persen full stabil, tetapi ketika sudah jalan maka akan seimbang dengan sendirinya.

Pengalaman di atas tentu saja hanya sebuah trick kecil yang saya lakukan. Sangat dimungkinkan teman-teman pembaca memiliki ide atau gagasan yang jauh lebih baik. Dan tentu saja tips ini hanyala sebuah feedback untuk mengatasi sebuah kondisi di depan mata. Mungkin pula justru kita bisa menggagas sebuah modifikasi rancangan boncengan yang menyesuaikan jenis-jenis model sepeda yang ada. Anda tertarik melanjutkan gagasan ini? Monggo kita komunikasikan Mas Bro!

Ngisor Blimbing, 5 Maret 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Kenyung dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s