Terminal Pasar Seni dan Terminal Pudu


Pasar Seni atau yang dikenal juga sebagai Central Market di bilangan pusat Kuala Lumpur memang menjadi salah satu tujuan belanja oleh-oleh khas Malaysia dengan harga yang ramah di kantong para turis. Dengan alasan tersebut, tidak mengherankan jika kawasan ini kemudian menjadi pusat persilangan moda sarana transportasi di dalam Kota Kuala Lumpur. Bahkan beberapa bus tujuan luar Kuala Lumpur juga mangkal di Pasar Seni.

Terminal Pudu1

Untuk sarana mangkal (ngetem) bus ke berbagai tujuan di dalam maupun ke luar Kuala Lumpur itu, terdapat dua sentral pemberhentian bus. Entah sebutan apa yang paling sesuai,  terminal atau halte. Tetapi yang saya maksudkan adalah jalur pemberhentian bus di dekat Pasar Seni yang menyatu dengan stasiun Pasar Seni, maupun di sisi utara kawasan Pudu. Jika ingin disebut sebagai halte, tetapi jalur-jalur yang ada banyak dan tidak sebagaimana halte bus di tepian jalan. Tetapi jika disebut sebagai terminal, kok lokasinya hanya menempel di lorong tepian jalan utama. Tetapi sebutlah istilahnya Terminal Pasar Seni.

Untuk terminal di ujung kawasan Pudu, petugas di Terminal Pasar Seni menyebutnya sebagai Terminal Pudu. Hal ini saya ketahui pada saat saya turun di Terminal Pasar Seni dan ingin melanjutkan perjalanan ke Putrajaya, petugas di loket informasi memberikan penjelasan bahwa kami harus naik bus di Terminal Pudu. Pada awalnya saya mengira yang dimaksudkan petugas tersebut adalah Terminal Pudu Raya, tetapi setelah melakukan penelusuran dengan bertanya kepada beberapa orang di beberapa titik yang kami lewati, yang dimaksud Terminal Pudu adalah penghentian bus di timur laut kawasan Pudu dan berbeda dengan Terminal Pudu Raya Sentral.

Terminal Pudu3

Terminal Pudu2

Selain bus RapidKL yang mendominasi layanan transportasi jalan raya di dalam Kota Kuala Lumpur, melalui Terminal Pudu banyak bus tujuan antarbandar alias antar kota, seperti Putrajaya, Klang, Kuala Selangor dll.

Ngisor Blimbing, 3 Maret 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s