Anjangsana ke Kota Putrajaya


EMPAT HARI TIGA MALAM DI KUALA LUMPUR (5)

Putrajaya? Kedengarannya seperti nama seseorang? Putrajaya merupakan nama ibukota administratif Pemerintah Federal Malaysia yang menggantikan Kuala Lumpur. Nama Putrajaya memang diambil sebagai bentuk penghormatan kepada Perdana Menteri Malaysia yang pertama, yaitu Tunku Abadul Rahman Putra Al Haj.

Putrajaya dibangun atas ide brilian Perdana Menteri ke-4 Tunku Dato Sri Mahathir Muhammad. Kota baru ini dibangun di area bekas pertambangan timah yang menyisakan lubang kolam-kolam besar. Di era 80-an, timah merupakan komoditas hasil tambang utama bagi Malaysia. Bahkan Malaysia merupakan negera penghasil timah terbesar di dunia kala itu. Seiring dengan menipisnya cadangan timah yang ada, kawasan pertambangan yang ada menyisakan lubang-lubang raksasa yang terisi air dan menjadi danau. Nah, keberadaan danau-danau inilah yang justru menghadirkan ide untuk membangun kota terapung di tengah area danau. Itulah Putrajaya!

Pembangunan Putrajaya diawali pada tahun 1995. Kawasan Putrajaya dulunya dikenal sebagai daerah Prang Besar yang semenjak seabad sebelumnya telah dikembangkan oleh Pemerintah Kolonial Inggris sebagai kawasan tambang timah yang dikelilingi area perkebunan karet dan kelapa sawit. Wilayah seluas hampir 50 km2 diakuisisi oleh pemerintah federal dari kekuasaan Kasultanan Selangor.

Putrajaya1Dengan konsep natural and green city, selain digagas sebagai kota apung, Putrajaya menerapkan konsep sebagai kota hijau dengan lebih dari 30% wilayah kawasannya dipertahankan sebagai kawasan terbuka hijau. Adapun dari segi arsitekturalnya, Putrajaya merupakan perpaduan konsep tradisional Melayu dengan modernitas barat. Mulai tata kota, infrastruktur jalan dan jembatan dirancang sangat modern. Namun bangunan-bangunan yang ada justru sangat kental dengan nuansa gaya Islam dan Melayu yang didukung dengan kekuatan struktur bangunan modern.

Suasana krisis moneter yang juga berimbas kepada situasi ekonomi Malaysia pada 1997-1998 turut berimbas memperlambat proses pembangunan yang tengah dilaksanakan. Barulah antara tahun 1999-2001 secara berangsur-angsur beberapa kantor kementerian dan perangkat pegawainya berpindah dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. Meskipun ibukota administratif sudah berpindah, namun Kuala Lumpur masih tetap memerankan diri sebagai pusat ekonomi dan finansial. Bahkan keberadaan tempat kediaman Yang Dipertuan Agung dan parlemen masih tetap di Kuala Lumpur.

Masjid Putrajaya1Sebagai sebuah kota berkonsep tata ruang dan arsitektur modern, Putrajaya menghadirkan banyak landmark yang sangat unik dan khas. Diantara landmark yang ada meliputi bangunan Perdana Putra yang merupakan kantor perdana menteri, gedung Palace of Justice, Putrajaya International Convention Center (PICC), Istana Darul Ehsan, juga Masjid Putra (Pink Mosque) dan Masjid Tunku Mizan Zainal Abidin (Iron Mosque). Di samping itu, keberadaan jembatan penghubung diantara pulau-pulau yang ada di tengah bentangan danau-danau yang ada juga menjadi landmark yang tidak kalah megahnya. Ada setidaknya jembatan yang berdiri gagah seperti jembatan Seri Perdana, Seri Wawasan, Seri Bakti, Seri Bestari, Seri Setia, Seri Gemilang, dan Putra Bridge itu sendiri.

Dalam lawatan keluarga kami yang ke dua kalinya ke Negeri Malaysia, salah satu tujuan utamanya adalah ingin mengenal lebih dekat Kota Putrajaya sebagai ibukota Malaysia yang baru. Kebetulan bagi saya sendiri pernah selintas mengunjungi Putrajaya di akhir tahun 2006. Namun dinamika perkembangan pembangunan dan pengembangan kawasan Putrajaya yang sangat pesat menjadikan saya penasaran untuk kembali menengok keberadaan Putrajaya di masa kini, terlebih kali ini kami datang berkunjung dengan keluarga.

Putrajaya5Jakarta sebagai ibukota Republik Indonesia tentu berbeda dengan Putrajaya sebagai ibukota Malaysia. Jakarta dengan segala kesemrawutan kemacetan lalu lintasnya, polusi udaranya, kebisingan suasananya, serakan sampahnya, banjir sungai-sungainya, tentu sangat berlawanan dengan suasana Putrajaya dengan tata kotanya yang terstruktur rapi, kelancaran lalu-lintasnya, suasana hijaunya, kemegahan bangunan-bangunannya. Dari sinilah setidaknya kita bisa membandingkan dan memiliki sebuah gambaran mengenai sebuah kota yang direncanakan secara matang, terstruktur dan tersistem dengan baik. Kalaupun para anggota wakil rakyat atau pejabat di negeri kita sering mengadakan studi banding untuk belajar berbagai hal, apa salahnya jika keluarga kita juga belajar banyak hal dari sekedar anjangsana ke negeri tetangga. Tentu Putrajaya memberikan sangat banyak pengalaman yang akan semakin memperkaya dan memperluas wawasan tentang sebuah kota yang tertata dengan baik, setidaknya bagi kami dan anak-anak.

Ngisor Blimbing, 28 Februari 2016

Gambar dipinjam dari sini,

 

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Anjangsana ke Kota Putrajaya

  1. Ping balik: Transportasi KL – Putrajaya | Sang Nananging Jagad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s