Jum’at di Masjid “Pink” Putrajaya


EMPAT HARI TIGA MALAM DI KUALA LUMPUR (4)

Jum’at memang hari besar mingguan bagi sekalian ummat Islam. Menjalani ibadah Jum’at pada sebuah masjid yang baru pertama kali kita kunjungi tentu merupakan sebuah pengalaman istimewa. Demikian halnya dengan pengelaan keluarga kecil kami untuk ke dua kalinya ke Negeri Jiran beberapa waktu lalu. Jika pada kunjungan pertama kali ke Kuala Lumpur kami berkesempatan menikmati Jum’atan di Masjid Negara KL, maka pada kesempatan tersebut kami melaksanakan Jum’atan di Masjid Putrajaya atau yang juga terkenal sebagai Pink Mosque.

Masjid Putrajaya7

Untuk saya pribadi, kunjungan saat itu merupakan kunjungan ke dua kalinya ke Putrajaya dan Masjid Putrajaya setelah hampir sekitar sepuluh tahun yang lalu. Namun pada kunjungan yang pertama kebetulan tidak bertepatan dengan hari Jum’at, sehingga kesempatan bersholat Jum’at di Masjid Putrajaya barulah saya rasakan pada saat kenjungan bersama keluarga kali ini.

Masjid Putrajaya sendiri dibangun berbarengan dengan pembangunan Kota Putrajaya yang ditujukan sebagai pusat pemerintahan Malaysia menggantikan Kuala Lumpur sekitar dua puluh tahun silam. Sebagaimana nama Kota Putrajaya, nama Masjid Putrajaya juga mengacu atau diambil dari nama Perdana Menteri Malaysia Pertama, yaitu Tunku Abdul Rahman Putra Al Haj. Hal ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa-jasanya dalam mengantarkan kemajuan Malaysia setelah mendapatkan kemerdekaannya.

Masjid Putrajaya menempati area lahan seluas 1,37 ha dan berhadapan langsung dengan Dataran Perdana yang merupakan pelataran depan Kantor Perdana Menteri Malaysia. Dibangun dalam masa konstruksi dua tahun, konon masjid ini menghabiskan dana pembangunan RM 250 juta. Adapun untuk biaya operasional dan pemeliharaan berbagai fasilitas yang ada, tak kurang dana sejumlah RM 100 ribu dikucurkan setiap bulannya.

Masjid Putrajaya1 Masjid Putrajaya5

Jika di sisi depan gerbang masjid berhadapan langsung dengan Dataran Perdana, maka sisi bagian belakang bangunan masjid justru dikeilingi hamparan perairan danau atau Tasik Putrajaya. Area Kota Putrajaya pada awalnya merupakan kawasan pertambangan timah yang menjadi andalan Malaysia. Ketika timah yang ditambang habis, maka di kawasan tersebut tersisa banyak lubang-lubang raksasa yang kemudian terisi air dan menjadi danau. Dari sinilah muncul gagasan Perdana Menteri Mahathir Muhammad ingin memindahkan pusat pemerintahan federal dari Kuala Lumpur dengan membangun kota terapung yang dikelilingi danau-danau nan menawan. Jadilah Masjid Putrajaya menjadi sebuah masjid terapung jika dilihat dari sisi seberang Tasik Putrajaya.

Sebagai negara yang berasaskan ajaran agama Islam, tentu saja nuansa Islam sengaja dihadirkan dalam berbagai simbol dan landmark negara Jiran. Tegaknya syiar dan syariah Islam tentu saja menjadi perhatian utama bagi pemerintah. Ketika diputuskan ibukota pemerintahan dipindahkan dari Kuala Lumpur ke wilayah Putrajaya, maka salah satu aspek kelengkapan fasilitas yang tidak boleh ketinggalan adalah masjid.

Masjid Putrajaya3 Masjid Putrajaya4

Selain sebagai salah satu landmark bangunan khas di Putrajaya, Masjid Putrajaya utamanya tentu saja ditujukan sebagai sarana ibadah bagi ummat Islam, mulai para pegawai kerajaan, pegawai kedutaan besar dan konsulat negara sahabat, serta masyarakat penduduk Putrajaya. Di samping itu masjid ini juga menjadi tempat ibadah bagi para pengunjung Putrajaya, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sebagai fasilitas ibadah, Masjid Putrajaya dilengkapi dengan ruang utama ibadah dua lantai yang mampu menampung jamaah lebih dari 1o ribu. Lantai dasar yang ditopang dengan 12 pilar tiang dikhususkan untuk jamaah pria. Adapun jamaah wanita menempati ruang ibadah di lantai dua. Sebagai fasilitas penunjang ibadah, di basement masjid dilengkapi dengan prasarana wudhu maupun kamar mandi untuk melayani jamaah.

Selain menjalankan fungsi sebagia pusat peribadahan, Masjid Putrajaya juga mengemban misi sosial kemasyarakatan dan pendidikan. Melengkapi sarana yang ada, di masjid ini juga tersedia ruang serba guna untuk penyelenggaraan berbagai acara, seperti pengajian, resepsi pernikahan, seminar dlsb. Selain itu ada pula sarana perpustakaan dengan berbagai koleksi referensi, mulai buku-buku Islam dan buku umum yang relevan dengan kebutuhan jamaah. Bahkan masjid ini juga memberikann pelayanan pengurusan jenazah jamaah yang meninggal, mulai pemandian, pengkafanan, pengukuburan hingga talkin kubur.

Masjid Putrajaya6Bertepatan dengan kunjungan kami ke Masjid Putrajaya pada hari Jum’at, tentu saja kesempatan tersebut juga kami pergunakan untuk dapat mengikuti ibadah sholat Jum’at. Setelah adza dikumandangkan dua kali, naiklah khatib ke atas mimbar berukir yang tingginya lebih dari lima meter. Pada saat itu kebetulan yang betrindak selaku khatib Jum’at adalah salah seorang menteri. Tema khutbah kala itu mengurai pentingnya persaudaraan dalam agama Islam. Ditegaskan bahwa siapapun manusia, tanpa memandang bangsa, rasa, suku, kewarganegaraan, dlsb, selama mereka mengikrarkan dua kalimat shahadah, mereka adalah saudara satu sama lain. Adalah kewajiban sesaudara Islam untuk saling menjaga, menghargai, menghormati dan melindungi. Jangan mudah mengkafir-kafirkan orang dari golongan atau kelompo lain yang berbeda, selama masih teguh pada tali agama Allah, kita semua adalah saudara.

Menjelang khatib berkhutbah, si Ponang sempat ngeyel menyangsikan pengumuman dari petugas bahwa yang akan bertindak selaku khatib saat itu adalah salah seorang menteri di pemerintahan Malaysia. Bahkan ia sempat berucap, “Mosok menteri kok koyo ngono thok to Pak! Gendut lagi Pak!”

Masjid Putrajaya2Tentu saja inilah satu pengalaman yang sangat berharga bagi keluarga kecil kami dapat turut merasakan nuansa ibadah Jum’at di Masjid Putrajaya Malaysia. Semoga suatu saat diperjalankan kembali untuk dapat mengunjunginya lagi.

Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih lengkap tentang Masjid Putrajaya Malaysia, ya monggo dipersilakan untuk dolan ke sana, atau setidaknya mengintip informasi yang tersaji di http://www.masjidputra.gov.my

Ngisor Blimbing, 27 Februari 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Religi dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Jum’at di Masjid “Pink” Putrajaya

  1. Ping balik: Jum’atan di Bandar Baru Bangi | Sang Nananging Jagad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s