Menunggu Buku


Sampul PengangkutanBagi saya, blog awalnya memang hanyalah sebuah media untuk melatih dan mengasah kemampuan menulis. Saya sangat menyadari bahwa meskipun semenjak di bangku sekolah taman kanak-kanak kita sudah diajarkan tata cara menulis, namun menulis dalam artian menuangkan ide atau gagasan tidaklah semua orang memilikinya. Butuh sebuah tekad, semangat untuk belajar, serta konsistensi untuk memiliki keahlian menulis sebuah tulisan yang berbobot.

Setelah sekian lama berproses dalam pembelajaran dengan secara langsung mempraktikkan menulis di blog, seiring dengan waktu sayapun memberanikan diri mengirimkan beberapa tulisan artikel saya ke beberapa media cetak, ada koran dan majalah. Dan dari beberapa puluh tulisan yang pernah saya kirimkan, alhamdulillah sebagian besar diantaranya dimuat untuk dipersembahkan kepada khalayak pembaca yang lebih luas. Beberapa media tersebut diantaranya Harian Republika, Jurnal Nasional, Radar Magelang, Magelang Ekspress, majalah Suara Gemilang dan Kombinasi.

Dari tulisan berwujud artike yang mengisi beberapa media koran dan majalah tersebut, tentu saja saya juga berharap untuk suatu saat dapat menuliskan buah pikiran saya dalam bentuk sebuah buku. Tentu saja hal ini merupakan sebuah cita-cita terpendam bagi kebanyakan blogger sejawat kami. Kesempatan tentu saja bukan hanya sebuah mimpi kosong yang akan datang tanpa sebuah perjuangan yang gigih. Kesempatan untuk mewujudkan mimpi menerbitkan tulisan dalam bentuk buku inipun harus diperjuangkan dengan penuh kesungguhan.

Kira-kira di akhir tahun 2014, melalui sebuah persiapan yang juga tidak sebentar dengan pengumpulan referensi, pendalaman materi, dan lain sebagainya, akhirnya saya mengumpulkan semua daya upaya dengan sepenuh tenaga untuk menyusun sebuah draf naskah buku. Kira-kira dalam waktu tiga minggu, atas anugerah Tuhan, benar-benar tersusunlah sebuah naskah buku.

Setelah melalui beberapa penelusuran dan pertimbangan, akhirnya saya memilih sebuah penerbit di bilangan utara Jogja untuk dapat mewujudkan impian saya memiliki sebuah buku. Naskah setebal 126 itupun akhirnya saya kirimkan ke meja redaksi via bantuan jasa pak pos.

Beberapa minggu berselang, barulah gayung mendapatkan sambutannya. Penerbit yang bersangkutan mengabarkan bahwa naskah buku saya sudah diterima dan dalam jangka waktu paling lama tiga bulan akan menelaah kemungkinan naskah tersebut layak tidaknya untuk diterbitkan menjadi buku.

Menunggu selama hampir tiga bulan tentu membuat hati dan pikiran senantiasa berdebar-debar. Antara yakin dan tidak yakin, antara minder dan percaya diri, semuanya bercampur aduk menjadi satu. Rasanya ingin setiap hari mengecek email untuk mendapatkan kabar kepastian nasib naskah saya sesegera mungkin.

Akhirnya waktu penantian itupun berakhir dengan kabar yang cukup  melegakan hati. Kira-kira di bulan April, saya menerima email penjelasan dari penerbit bahwa naskah buku yang telah saya kirimkan sebelumnya dipandang layak untuk diterbitkan menjadi buku. Ada beberapa penawaran berkaitan dengan masa transisi penerbit bersangkutan untuk melebarkan sayap dengan anak perusahaannya yang baru. Saya ditawari untuk menjadi penulis yang berkontribusi di awal-awal berdirinya anak perusahaan tersebut. Tanpa ba-bi-bu dan berpikir panjang sayapun mengiyakannya. Demikian halnya ketika mereka memberikan beberapa syarat dan ketentuan yang berkaitan dengan imbal balik kerja sama yang kelak akan dilakukan untuk proses penerbitan dan pendistribusian buku, sayapun langsung mengiyakan.

Sebagai penulis yang baru pertama kali naskahnya akan diterbitkan saya hanya pasrah mengikuti aliran alur tanpa mengharapkan banyak hal. Yang terpenting dan utama adalah naskah saya benar-benar bisa terbit menjadi sebuah buku. Bagi saya itu sudah sesuatu yang sangat luar biasa membanggakan dan sebuah kenikmatan yang harus sangat disyukuri. Akhirnya draf kontrak kerja sama yang disodorkan saya setujui tanpa banyak pertimbangan. Di pertengahn tahun kontrak itupun saya tanda tangani. Maka dimulailah proses persiapan editing dan layouting di meja redaktur.

Kira-kira dua bulan berselang, penerbit yang bersangkutan menyodorkan draf hasil proses editing dan layouting yang telah selesai dilakukan. Berdasarkan draft tersebut sayapun diminta untuk melakukan approving dan koreksi. Adrenalin sayapun langsung terpacu. Tidak lebih dari seminggu proses pengkoreksian tersebut saya kerjakan dan naskah hasil koreksian langsung saya kirimkan kembali kepada pihak penerbit. Untungnya pula tidak begitu banyak tulisan yang perlu saya edit. Saya sangat bersyukur kepada proses blogging yang selama ini saya tekuni yang ternyata menumbuhkan kemampuan untuk menulis dengan runut dan runtut juga dengan ejaan bahasa yang cukup memadai sehingga editing yang ada hanya bersifat minor saja.

Saya langsung bersemangat dan berharap proses pencetakan naskah itupun akan segera benar-benar menjadi kenyataan. Namun ternyata proses itu masih harus menempuh waktu yang tidak singkat. Bagaimana kelanjutannya? Mungkin lebih baik sedikit saya simpan untuk saya tuliskan di postingan selanjutnya.

Ngisor Blimbing, 29 Januari 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Sastra dan tag , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Menunggu Buku

  1. Wisnu Pratama berkata:

    Wah.. mantep Pak.. Bukune terbit. Ngobrol ngobrol bukune tentang apa ya?

    Suka

    • sang nanang berkata:

      kalo yang sudah proses proofing, sesuai dengan gambar di awal postingan ini bukunya cerita soal keselamatan pengangkutan zat radioaktif…satu lagi buku dongeng anak sedang proses juga

      Suka

  2. Arif Wahyu berkata:

    Keren mas, pengen juga bisa jadi penulis buku seperti itu..
    Moga dilancarkan prosesnya ya.. (y)

    Suka

  3. achmadmuttohar berkata:

    Wah, ditunggu, mas bukunya. Semoga segera terbit.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s