Kos-kosan Jogja Trans Tv


Meskipun dalam beberapa kesempatan Gus Mul pernah menyinggung cerita soal keterlibatannya dalam shooting sebuah film, namun sama sekali ia belum pernah bercerita detail mengenai judul film maupun cerita film yang turut ia mainkan. Satu hal yang langsung tidak pernah saya lupakan adalah pengakuan pengalamannya bermain acting bersama Den Baguse Ngarso alias Drs Susilo Nugroho yang terkenal sejak acara Mbangun Desa itu.

Nah berdasarkan ingatan akan duet acting Gus Mul – Deng Bagus Ngarso itulah, maka tatkala ada iklan drama situasi komedi yang akan ditayangkan di salah satu stasiun tivi swasta dan selintas nampak wajah Den Bagus Ngarso saya langsung berpikir inilah film drama yang turut dibintangi Gus Mul. Dugaan saya lebih menguat lagi dengan lintasan sosok “bergigi” yang selintas lalu mirip tampangnya Gus Mul.

Usut punya usut tayangan drama komedi situasional yang ditayangkan setiap hari dari Senin hingga Jum’at tersebut berjudul Kos-kosan Jogja. Dari judul yang diusungnya, so pasti pemirsa akan langsung tahu bahwa tayangan tersebut mengangkat tema keseharian kehidupan di suatu rumah kos-kosan di salah satu sudut Kota Gudeg Jogjakarta. Jogja semenjak masa revolusi memang sudah terkenal sebagai kota pelajar. Ribuan siswa dan mahasiswa datang dari penjuru tanah air untuk menuntut ilmu di berbagai sekolah dan perguruan tinggi yang berdiri di Jogja.

Bagi para siswa-mahasiswa dari luar kota dan luar daerah yang tidak memiliki sanak keluarga di Jogja, ataupun tidak berkesempatan tinggal di asrama mahasiswa daerah, sebagian besar memilih kos di rumah kos-kosan yang diusahan oleh para penduduk yang tinggal di sekitaran kampus-kampus. Pola hubungan induk semang dengan anak kosan, diserta dengan berbagai interaksi sosial dengan warga dan lingkungan sekitar memang merupakan suatu dinamika budaya yang sangat khas dan akan selalu ngangeni untuk dikenang apabila kelak sudah meninggalkan Jogja.

Kembali ke soal cerita Kos-kosan Jogja, saking yakinnya saya dari selintasan melihat si gigi tonggos yang dipacaki ikat kepala sehingga mengesankan keluguan dan kelucuan sosok Gus Mul sayapun tak segan-segan memprovokasi si Ponang untuk tidak ketinggalan menonton filmnya Gus Mul.

Dikarenakan jam tayang yang bersamaan dengan waktu makaryo maka saya tentu tidak pernah berkesempatan nonton Gus Mul beracting tandem dengan Den Baguse. Ketika siang ini sedikit ada kelonggaran penggawean, iseng-iseng saya mencoba menonton tivi swasta tersebut via streaming online. Lha kok jebulnya si tonggos yang saya sangka Gus Mul tersebut ternyata bukan Gus Mul. Jadilah saya kecelik abis.

  

Untungnya selain sosok Den Baguse yang sudah sangat saya akrabi kelihaian actingnya, ternyata di kisah Kos-kosan Jogja ada sosok Setyawan Tiada Tara, atau Wawan. Pentolan grup lawak Plat AB yang dulu banyak melintang di radio-radio dan tivi lokal Jogja pernah terlebih dahulu saya kenal sebagai tetangga kosannya mbak saya di sebuah kampung di seputaran Jalan Gayam Jogja.

Selain Den Bagus dan Setyawan selaku actor lokal yang turut bermain dalam serial situasi komedi alias sitkom tersebut, rupanya sosok yang memiliki penampakan yang sebelumnya saya sangka Gus Mul tersebut juga asli bocah Yoja. Pemeran Samin yang merupakan asistem Bu Kinasih (Cristine Jogja) tersebut ternyata memiliki nama asli Gogot Suryanto.

Selain tokoh-tokoh di atas, sitkom Kos-kosan Jogja turut dibintangi oleh Renie Arumsari sebagai Gendis, Vania Talitha sebagai Dira, dan satu cewek asli negeri Gingseng, He Yeon Asva sebagai Yuna. Mereka adalah para gadis mahasiswi yang ngekos di rumah Bu Kinasih. Ada pula Bhakti Perkasa sebagai Ajidarma, anak dari Bu Kinasih.

Sampeyan pernah menjadi anak kos di Jogja? Atau setidaknya Anda pernah menjadi anak kos? Tentu saja sitkom Kos-kosan Jogja ini akan mengundang kenangan dengan berbagai kisah konyol dan kelucuan ala anak-anak kosan yang sering uring-uringan dengan ibu kos mapun orang-orang di sekitarnya. Anda penasaran? Simak saja sendiri di setiap jam tayangnya. Saya kira Anda pasti akan mesam-mesem atau bahkan tertawa lebar menyimak kisah di dalamnya. Monggo sedoyo!

Lor Kedhaton, 27 Januari 2016

Gambar ini dipinjam dari Gus Mul, juga dari sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Kos-kosan Jogja Trans Tv

  1. dobelden berkata:

    hooh padha mas, wis semangat jebul bedho makhluk hahaa

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s