Belum Hujan Sehari-hari


BanjirHarmoniTanpa terasa kita sudah melampaui pertengahan bulan Januari. Katanya januari identik dengan hujan sehari-hari. Hingga beberapa tahun kemarin memang Januari merupakan salah satu bulan dengan curah dan intensitas hujan yang biasanya tinggi. Bahkan rutinitas “ulang tahun” banjir di ibukota Jakarta senantiasa terjadi di bulan Januari. Setidaknya setahun yang lalupun Januari senantiasa diguyur hujan secara hampir merata di seluruh wilayah tanah air. Masih ingat upaya evakuasi pesawat Air Asia QZ8501 di perairan selatan Kalteng yang terkendala cuaca buruk, hujan deras dan gelombang tinggi? Semua terjadi di bulan Januari.

Pergantian musim, dari kemarau ke musim hujan untuk tahun ini memang semakin menampakkan banyak keanehan. Hampir sepanjang tahun kemarin musim kemarau berlangsung sangat lama. Tidak mengherankan jika bencana kabut asap akibat pembakaran dan kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan sulit untuk dipadamkan. Mungkin hampir lebih dari 8 bulan kita tidak menikmati limpahan air hujan dari langit.

Ketika menjelang akhir tahun, kita berlega hati seiring datangnya hujan. Namun kelegaan tersebut seolah kembali pupus ketika kini hujan belum turun secara rutin. Bahkan meskipun dari segi perhitungan musim saat ini adalah musim penghujan, namun betapa masih sangat rendahnya intensitas hujan meskipun di bulan Januari yang seharusnya hujan sehari-hari ini.

Tulisan ini sempat tertahan pada tiga paragraf pertama. Ketika sore itu kemudian saya pulang dari tempat penggawean, e lha kok ndilalah dalam cuaca yang tidak terlalu mendung kelam justru hujan turun dengan sangat derasnya. Sayapun seketika mbatin penuh rasa syukur kepada Sang Pencurah Hujan. Baru dirasani hujan ndak turun-turun, e tiba-tiba dikasih hujan. Sebuah kejutan yang tentu saja patut disyukuri.

Dari curah hujan yang cukup deras, saya langsung membayangkan rumah dan lingkungan kampung kami akan tersiram curahan hujan yang menyejukkan dan menentramkan hati. Tidak hanya itu, hal yang paling utama adalah sumur-sumur yang setengah kering akan kembali terisi dengan air dan pompa air kami tidak harus terlalu bekerja keras lagi seperti pada beberapa minggu belakangan.

Kelegaaan turunnya hujan ternyata tidak berlangsung lama. Ketika melewati batas kota, justru cuaca semakin cerah. Ternyata di luar batas kota justru keadaaan sama sekali kering tanpa air. Rupa-rupanya hujan sore itu tidak merata hingga ke luar batas kota. Akhirnya ya sebagai manusia, kita sekedar menerima kenyataan dari apa yang telah ditetapkan-Nya. Semoga untuk beberapa hari ke depan hujan bisa lebih rutin turun untuk menghidupi tetumbuhan, mengisi kolam-kolam dan sumur-sumur kita, dan tentu saja menyejukkan suasana batin kita.

Lor Kedhaton, 20 Januari 2016

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang rakyat kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s