Cambodia Memories


Kamboja? Kata kamboja yang pertama kali saya kenal di masa kecil dulu masih merujuk kepada nama sebuah jenis bunga yang banyak ditanam dan tumbuh di tanah pemakaman. Seiring dengan pembelajaran di bangku sekolah, dari pelajaran IPS dan kemudian geografi, barulah saya mengenal sebuah negara bernama Kamboja. Kamboja lebih dikenal di pergaulan internasional dengan sebutan Cambodia.

Kamboja merupakan sebuah negera di jantung semenanjung Indocina. Di sisi barat ia berbatasan dengan Thailand, sebelah timur dengan Vietnam, sedangkan di utaranya berbatasan dengan negara Laos. Dari bangku SD di akhir 80-an, saya mulai mengenal tokoh-tokoh penting negeri tersebut. Ada Pangeran Sihanouk, Hun Sen, dan juga Polpot. Pada masa tersebut negeri Angkor Wat tersebut tengah dilanda perang saudara, dan Indonesia turut mengirimkan kontingen Pasukan Garuda untuk mendukung terciptanya perdamaian di sana.

Dalam beberapa kesempatan, saya pernah terlibat bersama dalam suatu kegiatan dengan orang dari Kamboja. Di minggu pertengahan Januari inipun saya kembali berinteraksi dengan Kambojaman yang sedang berkunjung ke Jakarta untuk beberapa lama. Dari obrolan sana-sini, banyak sekali pembicaraan yang mengalir seputar tukar-menukar informasi diantara kedua negara. Ada soal sosial budaya, politik, sejarah, wisata, bahkan kuliner.

Diantara beberapa hal menarik, ada satu persamaan mengenai bangunan bersejarah peninggalan masa silam. Jika Indonesia memiliki candi Borobudur, maka Kamboja memiliki Angkor Wot. Keduanya sama-sama bangunan suci bagi ummat Budha. Keduanya juga telah sama-sama ditetapkan oleh UNESCO sebagai world heritage site. Sedikit yang membedakan, Borobudur selain berfungsi sebagai tujuan wisata juga masih difungsikan untuk pelaksanaan ritual ibadah terutama pada saat perayaan Hari Raya Waisyak. Adapun Angkor Wat konon sudah tidak difungsikan lagi sebagai tempat ibadah.

Sebagai sebuah negera berkembang yang pernah terbelenggu kekuasaan penjajahan bangsa asing dan sempat tenggelam dalam suasana konflik internal yang cukup panjang, Kamboja ini tengah giat membangun untuk mengejar ketertinggalannya dari negara-negara tetangganya. Negara yang menumpukan perekonimaannya dari sektor pertanian ini juga giat mengembangkan dunia pariwisata atau tourism sector.

Di samping Angkor Wat yang sudah ternama, konon Kamboja juga memiliki the Royal Palace di Phnom Penh yang indah menawan. Ada pula destinasi wisata alam di padalaman maupun pantainya. Sebagai seseorang yang memiliki cita-cita untuk melanglang ke semua negara anggota ASEAN, tentu saja pada suatu saat saya ingin benar-benar mewujudkan keinginan untuk benar-benar bertandang ke negeri Khmer tersebut. Dan tentu saja bersama keluarga kecil tercinta. Semoga.

Lor Kedhaton, 13 Januari 2016

Foto Angkor Wat dipinjam dari sini.

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Raya dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s