Bhumi Suka Sukabumi


Alun Sukabumi1 Alun Sukabumi2

Akhirnya Tuhan mentakdirkan keluarga kami untuk menyambangi sebuah bentang alam nan asri di kawasan sisi selatan gunung Gede dan gunung Salak. Suatu daerah yang baru sempat saya lewati beberapa kali tanpa pernah menyinggahinya. Daerah yang merupakan salah satu jantung kultur Priyangan ini dikenal sebagai wilayah Sukabumi.

Sukabumi terbentang di selatan gunung Gede. Di sisi timur berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bandung. Di sisi barat berbatasan dengan wilayah Kabuoaten Lebak. Adapun wilayah utara berbatasan dengan daerah Bogor dan Cianjur. Secara kepemerintahan Sukabumi terdiri atas Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi. Kunjungan kami yang pertama ini lebih ditujukan untuk mengenal sekilas Kota Sukabumi.

Sebagai sebuah kota di belahan barat daya Provinsi Jawa Barat, Sukabumi sebenarnya memiliki peranan yang sangat strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Dengan puluhan potensi obyek wisata di seputaran gunung Gede, gunung Salak, dan sepanjang pesisir pantai selatan, Sukabumi harusnya menjadi salah satu destinasi wisata yang sungguh luar biasa.

Bentang alam yang bervariasi dari alam pegunungan, wilayah urban, wilayah dataran hingga pesisiran menjadikan tujuan wisata di Sukabumi didominasi dengan wisata alam. Ada berbagai obyek wisata yang saat ini semakin berkembang pesat, mulai dari wisata air terjun, situ atau danau, arung jeram, taman dan hutan lindung, hingga pantai.

Dari berbagai warta yang tersiar, sudah lama kami berkeinginan untuk mengenal Sukabumi lebih dekat. Mengenal obyek wisatanya, mengenal ragam kuliner khasnya, mengenal berbagai atraksi budayanya, mengenal seni dan kerajinan uniknya, hingga mengenal berbagai sarana dan prasarana infrastruktur penunjang dunia kepariwisataan yang mampu menarik minat pengunjung.

Namun sampai sejauh ini, minat kami tersebut senantiasa menjadi sebuah kebimbangan untuk benar-benar dapat diwujudkan. Hal utama yang senantiasa menghantui dan menimbulkan keengganan untuk berpetualang ke wilayah selatan Jawa Barat adalah soal transportasi dan infrastruktur perhubungan yang belum tertata dengan baik. Bentang alam yang bergunung-gunung masih belum diimbangi dengan mulus dan lebarnya jalanan. Di samping itu, sarana transportasi umum juga belum bisa diandalkan untuk sebuah perjalanan wisata. Satu-satunya pilihan untuk ke sana adalah pergi secara berombongan dengan menyewa kendaraan sendiri ataupun menggunakan kendaraan pribadi.

Nah bagaimana dengan orang per orang ataupun keluarga kecil seperti kami yang ingin berkelana ke Sukabumi dengan moda angkutan umum? Memang sudah ada pilihan bus ataupun kereta api. Namun perjalanan dengan bus sangat lamban dan rawan kemacetan, hingga waktu tempuh Sukabumi-Ciawi paling cepat ditempuh dalam 3 jam. Adapun perjalanan dengan kereta api memang lebih terprediksi waktu tempuhnya, namun perjalanan kereta hanya dilayani satu kereta api yang seharian hanya terdapat tiga perjalanan pulang-pergi.

Jadi kesan utama bagi orang luar Sukabumi untuk menyambangi daerah yang memiliki ratusan potensi wisata ini adalah masalah kesulitan sarana transportasi. Saya rasa masalah ini merupakan pekerjaan rumah terbesar bagi pemerintah maupun pihak terkait setempat untuk membangun sarana dan prasarana transportasi yang nyaman dan cepat bagi para wisatawan. Kalau hal tersebut dapat diwujudkan, sudah pasti akan semakin banyak orang luar yang semakin suka kepada bhumi Sukabumi.

Mohon maaf, inilah kesan kunjungan kami yang pertama ke Bhumi Sukabumi.

Lor Kedhaton, 28 Desember 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s