Kibar Merah Putih Raksasa di Tiang Monas


Pagi ini sempat melintas di sisi timur Taman Monas dari arah Tanah Abang. Tanpa sengaja saya mendapati sebuah pemandangan yang spesial. Tugu monumen nasional yang kemudian lebih dikenal secara umum sebagai Monas memiliki ketinggian 132 m. Uniknya pada pagi ini, di puncak tiang Monas berkibar dengan gagahnya sang saka Merah Putih berukuran raksasa. Ada apakah gerangan?

Jujur saya sendiri secara pribadi menjadi bertanya-tanya. Sepengatahuan saya, di deretan tanggal pertengahan bulan Desember ini tidak ada satupun peringatan hari nasional. Tetapi saya teringat teringat sesuatu! Bukankah hari Kamis Kliwon pagi ini bertepatan dengan tanggal 17 Desember! Namun apa iya hanya karena hari ini tanggal 17 terus di puncak Monas sampai dikibarkan bendera raksasa? Saya kembali meragukannya. Pasti ada hal atau alasan yang jauh lebih spesial daripada itu.

Ada lagi sebuah dugaan yang terlintas. Menyimak beberapa pemberitaan yang hangat bahkan cenderung memanas di pertengahan Desember yang sudah sering diwarnai dengan guyuran hujan ini, masyarakat mungkin tidak terlewat dengan kasus sidang etik di Mahkamah Kehormatan Dewan DPR-RI. Kita semua tentu mafhum dengan kasus “papa minta saham” yang menggelinding setelah pengaduan Menteri ESDM Sudirman Said terhadap Ketua DPR Setya Novanto. Episode drama itupun berakhir tadia malam dengan putusan pernyataan terjadinya pelanggaran tingkat sedang oleh pihak teradu.

Masyarakat sebenarnya tidak lagi mempedulikan urusan kaum elit negeri ini. Perjuangan hidup untuk sekedar mencukupi kebutuhan dapur saja sudah sangat menyita waktu, tenaga dan pikiran. Boro-boro ikut-ikutan mikir soal Freeport! Namun di era globalisasi informasi ini, publik terpaksa juga turut mengenyam pemberitaan kasus tersebut karena pemberitaan yang gencar di berbagai media massa.

Bertepatan dengan detik-detik terakhir pandangan para anggota MKD untuk kemudian diumumkan pula keputuasan final sidang pengaduaan dugaan pelanggaran kode etik, meluncurlah surat pengunduran diri sang teradu dari kursi Ketua Dewan yang selama ini diembannya. Saya pribadi merasa ada seribu satu kejanggalan dengan drama politik kali ini. Saya tidak tahu pasti deal-deal atau bahkan konspirasi tingkat tinggi seperti apa yang kini tengah dimainkan oleh para elit politik kita di Senayan.

Namun kembali ke soal pengibaran bendera raksasa Merah Putih si tiang Monas pagi ini dalam rangka kegembiraan mundurnya Setya Novanto yang secara moral sudah dipandang sangat cacat dan tidak lagi memiliki kehormatan untuk menjadi Ketua Dewan, bahkan mungkin dari keanggotaan dewan sekalian. Benarkah bendera raksasa yang berkibar itu semacam pernyataan kegembiraan atas peristiwa semalam?

Ah, entahlah. Sepertinya akhir tahun yang lalu juga sempat terkibar dengan gagahnya Sang Merah Putih di puncak Monas seperti hari ini.

Lor Kedhaton, 17 Desember 2015

Foto dipinjam dari aktual.com.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s