Berani Berlari Memacu Diri


Roda waktu memang berputar dengan cepat dan semakin cepat. Era globalisasi dengan kemajuan aplikasi teknologi informasi telah sedemikian melipat ruang dan waktu menjadi semakin tidak berjarak. Inilah jaman dimana ilmu melipat bumi benar-benar bukan lagi sebagai sebuah mitos ilmu kebatinan yang konon banyak dikuasai oleh para wali maupun orang-orang sakti.

Kenyataan roda jaman yang semakin deras berputar menjadikan manusia menjadi sosok makhluk yang keponthal-ponthal, terbirit-birit mengejar berbagai parameter kesuksesan hidup yang terkadang semu adaya. Ingin sukses meraih pekerjaan yang enak. Ingin menjadi orang terkenal. Ingin menjadi pejabat pemerintahan. Ingin menjadi orang pintar. Ingin menjadi, ingin menjadi, dan pada intinya menjadi orang yang kaya raya. Keinginan manusia modern dewasa ini semakin nampak nyata mengerucut kepada keinginan kaya raya!

Keinginan untuk menjadi kaya raya, tentu saja bukan sesuatu yang salah. Namun demikian, ketika memiliki keinginan apapun itu, sebagai makhluk Tuhan kita harus sebisa mungkin tidak melanggar aturan yang telah digariskan-Nya. Halal dan haram, buruk dan benar, baik dan buruk harus menjadi pertimbangan dalam setiap langkah kita pada saat mewujudkan keinginan apapun. Keinginan kita sebisa mungkin harus diselaraskan dengan keinginan Tuhan. Keinginan tidak boleh sekedar menjadi suatu pelampiasan nafsu iblis di dalam diri dan jiwa kita.

Mengejar keinginan adalah sebuah proses berlari. Dalam sisi kehidupan yang lain kita juga senantiasa berlari mengejar berbagai hal. Namun ada satu hal yang justru mungkin sudah sangat terlupakan dalam agenda hidup kita, yaitu lari yang sebenar-benarnya berlari. Ya, berlari yang saya maksudkan di sini adalah berlari dalam arti fisik seperti lari marathon untuk berolah raga.

Olah raga lari sebenarnya adalah jenis olah raga yang sangat murah meriah.  Lari tidak membutuhkan peralatan pendukung yang khusus. Lari tidak membutuhkan raket, bola, lapangan, baju khusus dan lain sebagainya. Hanya bermodalkan badan dan kaki yang sehat, kita sudah bisa melakuka olah raga lari.

Bagi seorang bocah, lari sebenarnya menjadi bagian dari aktivitasnya sehari-hari. Ketika bermain dengan teman-teman sebayanya, anak-anak sering berlarian dan saling kejar. Bagi orang dewasa, tentu saja lari dalam arti untuk berolah raga marathon menjadi sesuatu yang semakin langka dilakukan. Namun demikian, akhir-akhir ini olah raga lari marathon muncul menjadi trend baru bagi orang-orang muda yang ingin sehat. Berbagai lomba lari dengan berbagai gaya dan varian yang semakin unik nan kreatif semakin sering digelar di berbagai daerah.

Dari berbagai kesempatan lomba lari yang terlewatkan, si Ponang merasa sangat tertantang, antusias dan semangat untuk mengikuti lomba Run with Heart 5K yang diselenggarakan oleh suatu stasiun televisi swasta di area mall sebelah kampung. Ingin turut mengambil posisi sebagai peserta, penggembira atau pendukung si Ponang, monggo merapat ke lokasi. Mohon doanya semoga bocah kami bisa sampai di finish pada lomba lari yang pertama kali diikutinya kali ini.

Cisarua, 12 Desember 2015

Gambar dipinjam dari sini dan sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Kenyung dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s