Deklarasi Forum Dongeng Nasional


Dengan menyebut nama Allah Tuhan yang Maha Esa

Kami para pencita dongeng Indonesia
Kami para pendidik, pustawakan, dan pemerhati anak, pada hari ini Sabtu 28 November 2015 pukul 10.00 WIB menyatakan perihal utama,

Demi kepentingan anak Indonesia dan keguyuban para pecinta dongeng, bahwa setiap tanggal 28 November dalam setiap tahun secara bersama di Indonesia merupakan sukacita cerita.

Tahukah Anda maksud dari beberapa baris kutipan kalimat di atas? Bagi yang mendengar dari berita di beberapa mass media beberapa hari silam perihal deklarasi Hari Dongeng Nasional mungkin sudah mafhum. Ya, ungkapan di atas merupakan tekad dan komitmen para pencita,  pencipta, dan juga pencinta dongeng untuk terus menggelorakan aktivitas berdongeng kepada anak-anak tunas bangsa. Komitmen tersebut diperteguh dan diperkuat dengan kesapakatan bersama untuk memperingati tangga 28 November sebagai Hari Dongeng Nasional setiap tahunnya.

Dongeng dan kebiasaan berdongeng sebenarnya tidak sebatas dilakukan rakyat Indonesia secara turun-temurun. Masyarakat di belahan dunia yang lain juga memiliki tradisi berdongeng. Dongeng menjadi bahasa universal bagi para orang tua untuk mendidik dan menanamkan karakter luhur kepada generasi penerus mereka. Dongeng merupakan bahasa yang universal dan sangat menyentuh bagi anak-anak di seluruh dunia. Maka tidak mengherankan jika jauh hari sebelumnya, masyarakat dunia telah menetapkan Hari Dongeng Internasional yang diperingati setiap tanggal 20 Maret.

Berkenaan dengan Hari Dongeng Nasional yang baru ditetapkan, sebenarnya seperti apakah latar belakang ditetapkannya tanggal 28 sebagai Hari Dongeng Nasional? Secara historis, dongeng sudah dipraktikkan oleh para leluhur dan nenek moyang kita semenjak jaman dahulu. Secara umum dongeng dituturkan sebagai kisah pengantar tidur. Ada berbagai kisah dan cerita sebagai sumber dongeng, mulai dari kisah para nabi, para orang mulia, para ksatria dan pahlawan, babad atau asal usul suatu tempat, bahkan kisah tentang hewan dan tetumbuhan.

Dongeng tidak bisa dilepaskan dari pendongeng sebagai penutur cerita. Di masa lalu, ketika manusia belum terlalu modern dan disibukkan oleh berbagai urusan kerja maupun karir, hampir setiap orang tua biasa berdongeng kepada anak atau cucu-cucu mereka. Seiring dengan berbagai kesibukan, kesempatan orang tua untuk berdongeng menjadi terbatas. Dengan demikian, kebiasaan mendongeng menjadi berangsur-angsur juga dilakukan oleh orang yang terbatas. Tidak setiap orang tua terbiasa untuk mendongengkan cerita kepada anak-anak.

Namun diantara sekian orang tua, ada beberapa tokoh yang terus berdongeng, bahkan tidak hanya untuk anak, cucu, ataupun murid-muridnya. Ia berdongeng kepada kepada anak-anak dalam kalangan yang lebih luas. Diantara para tokoh pendongeng yang memiliki komitmen tinggi terhadap perkembangan dunia dongeng di tanah air, diantaranya adalah Pak Raden. Pak Raden yang memiliki nama asli Drs. Suyadi lebih dikenal senagai pemeran tokoh Pak Raden di serial boneka si Unyil yang eksis di TVRI pada dekade 80-an.

Pada tanggal 30 November 2015, salah satu stasiun televisi swasta memberikan sebuah anugerah atas pengabdian Pak Raden yang luar biasa terhadap perkembangan pendidikan anak-anak kita. Dalam kata sambutan yang disampaikan, Drs Suyadi dalam kondisi tubuh yang sedikit kurang prima karena faktor usia dan kesehatan, hanya mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam. Ada semacam ungkapan kebanggaan, namun ada pula tersirat rasa haru mendalam akan sesuatu hal. Entah apa.

Keharuan mendalam yang entah apa itu, rupanya baru terjawab beberapa hari kemudian ketika terdengar kabar bahwa Pak Raden berpulang ke rahmatullah.  Kepergian yang terasa begitu teramat sangat cepat seolah tanpa pesan-pesan yang sempat terungkap.

Penghargaan yang tinggi insan Indonesia atas komitmen, kiprah, perhatian serta peranan yang dicurahkan terhadap perkembangan dunia anak di tanah air, khususnya berkaitan dengan tardisi berdongeng, maka hari kelahiran Drs. Suyadi alias Pak Raden 28 November ditetapkan sebagai Hari Dongeng Nasional.

Tulisan terkait: Dongeng Sebelum Tidur dan Dongeng Sebelum Tidur (2).

Gambar dipinjam dari sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Sastra dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Deklarasi Forum Dongeng Nasional

  1. winnymarlina berkata:

    ada komunitasnya gk mas?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s