Guru Pengantar Gerbang Ilmu


Di samping orang tua dan orang-orang di sekitar kita, tentu saja sosok yang paling berjasa terhadap pencapaian hidup kita hingga saat ini adalah guru. Guru banyak mengajarkan kita mengenai berbagai ilmu dan pengetahuan. Para guru pulalah yang dengan sabar dan tekun mendidik kita agar memiliki budi pekerti yang luhur, membentuk sosok anak bangsa untuk menjadi manusia yang berguna bagi orang tua, keluarga, masyarakat hingga bangsa dan negara, serta agama.

Kita jadi bisa menulis dan membaca karena guru. Kita bisa menghitung juga karena guru. Tanpa kehadiran para guru, mungkin jutaan anak bangsa akan lelap dalam kegelapan ilmu pengetahuan. Tanpa guru betapa anak bangsa ini sudah tenggelam dalam kehampaan buta aksara dan buta angka. Guru memang bak pelita penerang dalam gelap gulita. Guru senantiasa memberikan pengabdian secara tulus nan penuh kasih. Mereka para pahlawan tanpa tanda jasa sepanjang masa.

Seiring dengan peringatan Hari Guru yang telah diperingati 25 November kemarin, pada tulisan kesempatan ini saya ingin mengenang beberana nama guru yang telah turut mengukir sejarah panjang perjalanan hidup yang kini tengah saya jalani.

Guru di TK ABA Polengan: Ibu Sri Umiyati dan Ibu Dalifah.

Guru SD Polengan I: Bapak Marsan, Bapak Djumadi Tjipto Wardojo, Bapak R. Bakrie, Bapak Harun, Bapak Sukamto, Bapak Sakroni ABD, Bapak Sumardjono, Bapak Muhsin, Bapak Umar Fattah.

Guru SMP 1 Muntilan: Bapak Suhadi, Bapak Pratiwo, Bapak B. Witono, Bapak Sambi, Ibu Wiek, Bapak Sa’du, Bapak Edi, Bapak Mukhlas, Bapak Kusno, Bapak Sutrisno, Ibu Sri, Ibu Siti Munawaroh, Bapak Muh. Sholeh, Bapak Anang Toto, Bapak Subeno, Bapak Kusnadi, Ibu Yayuk, Bapak Sidal, Ibu Sulastri, Bapak Hesti, Bapak Sengkut, Bapak S. Haryanto, Bapak Agus Haryanto, Ibu Ani Aspiyah, Bapak Harto, Ibu Puji, Ibu Handayani, Bapak Martoyo, Ibu Puji, dll.

Guru SMA 4 Yogyakarta: Bapak Hardiman, Bapak Dakiri, Ibu Mustamiroh, Bapak Supriyadi, Ibu Faridah, Ibu Siti Mulyani, Ibu Indarti, Bapak Suparno, Bapak Muslich, Ibu Sunarti, Ibu Markhamah, Ibu Partinah, Bapak Timbul Mulyono, Bapak Sugiarto, Bapak Ma’ruf Siregar, Bapak Hardjo, dll.

Deretan nama-nama di atas hanyalah beberapa nama para guru yang masih dapat saya ingat. Tentu tidak terbatas guru-guru di ranah pendidikan sekolah formal, sayapun memiliki banyak guru di bidang lain pada ranah non formal, mulai guru ngaji, guru macul, guru ngarit, dll yang tidak bisa disebut satu per satu. Satu hal ingin saya sampaikan dalam kesempatan ini, terima kasih atas segala hal yang telah diberikan. Mudah-mudahan ilmu dan pengetahuan yang telah diberikan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kepentingan nusa dan bangsa. Selamat Hari Guru! Hidup Guru!

Lor Kedhaton, 27 November 2015

Gambar dipinjam dari sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Tokoh dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s