Taman Miniatur Masjid Seluruh Dunia


Masjid Demak1

Masjid merupakan tempat peribahan ummat Islam. Keberadaan dan peran masjid menjadi sangat vital untuk perkembangan peradaban masyarakat Islam secara khusus, maupun masyarakat seluruh dunia secara umum. Bagaimanapun Islam termasuk salah satu agama dengan pemeluk yang besar di seluruh penjuru dunia, dan dalam perkembangannya semakin banyak masyarakat non-muslim dunia yang semakin tertarik dan berbondong-bondong masuk ke pangkuan agama Islam. Fenomena ini justru semakin terasa paska kejadian penyerangan terhadap Menara Kembar WTC di Amerika Serikat lebih dari satu dekade yang lalu.

Islam sejatinya dihadirkan ke dunia sebagai rahmatan lil ‘alamin, anugerah terindah bagi sekalian alam semesta raya. Islam tidak hanya datang untuk ummat Islam saja, melainkan kedamaian dan ketentraman yang dibawa dalam ajaran Islam juga menjadi milik seluruh ummat manusia termasuk non-muslim sekalipun. Dan peran sentral bagaimana mewujudkan secara nyata tujuan rahmatan lil ‘alamin diampu oleh bangunan ibadah yang disebut sebagai masjid.

Masjid berasal dari akar kata sajada. Kata sajada bermakna tempat sujud, lebih luas lagi tempat beribadah atau berbakti kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa. Meskipun makna beribadah sangat luas, tidak hanya terbatas ibadah sholat, namun pengertian masjid mengalami pengkhususan makna sebagai bangunan tempat beribadah. Identik dengan peran dan fungsi masjid, masyarakat di tanah air membedakan bangunan ibadah ummat Islam seperti mushola, surau, ataupun langgar. Namun sebenarnya semua penyebutan itu ya bermakna masjid.

Masjid sebagai sentral peribadahan  dan sekaligus menjadi acuan arah atau kiblat ummat Islam adalah Masjidil Haram di Mekal al Mukaromah dimana di dalamnya terdapat bagunan Ka’bah atau Baitullah, yaitu rumah Allah. Semua masjid di seluruh penjuru bumi menghadap ke satu arah yang sama. Inilah simbol persatuan dan kesatuan ummat Islam sebagaimana menjadi tujuan akhir peribadahan kepada Tuhan, mencapai akhlakul karimah sehingga mampu mewujudkan harmoni relasi vertikal dan horisontal sekaligus. Inilah modal dasar bagi terwujudnya kehidupan yang damai nan tentram, sebagaimana arti kata dari islam itu sendiri.

Meskipun secara konsep spiritual semua masjid memiliki kesamaan fungsi, peranan dan tujuan dalam rangka pembinaan ummat Islam, namun dari segi bangunan arsitektur terdapat ribuan bahkan mungkin jutaan masjid dengan kekhasannya masing-masing. Corak dan bangunan masjid sangat dipengaruhi oleh adat-istiadat, tradisi, serta budaya masyarakat lokal. Maka tidak mengherankan jika kita dapat membedakan ciri tersebut sehingga kita kenal istilah masjid bergaya bangunan jawa, melayu, china, india, timur tengah, bahkan eropa dan lain sebagainya.

Masjid Dunia

Masjid Dunia2

Dalam rangka lebih memperkenalkan khasanah kekayaan jenis arsitektur dan gaya bangunan masjid, Yayasan Amanah Kita yang berkedudukan di Bogor bercita-cita membangun sebuah kawasan anjungan miniatur masjid dari berbagai polosok dunia. Sembilan puluh delapan masjid perwara berkapasitas 200 jamaah akan mendampingi sebuah masjid utama berkapasitas 200.000 jamaah, sehingga keseluruhan bangunan masjid akan berjumlah 99 sebagaimana nama-nama Allah yang indah, al asmaul husna.

Kesembilan puluh sembilan masjid tersebut diadop dari berbagai masjid ternama di 89 negara. Diantara masjid-masjid yang akan dibuat miniaturnya adalah Masjidil Haram di Mekkah, Masjid Nabawi di Madinah, Masjidil Aqsa di Palestina, Masjid Quba’ di Jazirah Arab, Masjid Al Azar di Kairo, Masjid Aya Shofa di Istambul, Masjid Agra di India, bahkan masjid terkenal yang sudah beralih fungsi menjadi katedral, yaitu Masjid Cordoba di Spanyol. Khusus untuk bangunan masjid yang berasal dari Indonesia, akan diwakili dengan arsitektur Masjid Agung Demak sebagai masjid yang dibangun pertama kali di Pulau Jawa oleh Wali Sanga semasa Kerajaan Islam Demak berdiri.

Keberadaan anjungan miniatur masjid yang rencananya akan dibangun di lahan dengan luas lebih dari 200 ha tersebut diharapkan mampu menarik kunjungan dari berbagai ummat Islam di seluruh dunia.  Hal ini sekaligus untuk mengukuhkan dan menyebarkan semangat kedamaian sebagaimana corak utama ummat Islam yang hidup di persada Nusantara. Islam yang lembut, Islam yang santun, Islam yang toleran di atas prinsip akidah yang kokoh. Islam yang benar-benar dapat menghantarkan ummat manusia untuk hidup damai sejahtera, saling kasih mengasihi, bahkan Islam yang benar-benar menghadirkan nuansa kehidupan surgawi semenjak di kehidupan dunia yang fana ini.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai rencana dan progres pelaksanaan pembangunan anjungan masjid dunia tersebut, silakan mengakses informasi selengkapnya di situs http://www.worldislamiccenter.com.

Lor Kedhaton, 19 November 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Religi dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s