Kebersihan Pangkal Kesehatan


NgisorBlimbing1Semenjak di bangku sekolah taman kanak-kanak dan sekolah dasar, para guru kita tentu sudah memperkenalkan ungkapan kebersihan pangkal kesehatan. Bagaimanapun manusia hidup, pasti ingin sehat selalu dan bebas dari berbagai penyakit. Selain mengkonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, serta olah raga, tentu kita membutuhkan keberadaan lingkungan hidup yang bersih dan sehat pula. Jika tiga faktor pertama lebih cenderung berasal dari diri pribadi masing-masing orang, maka faktor yang ke empat merupakan faktor eksternal yang sangat berpengaruh namun sangat erat dan tidak bisa lepas dari kesadaran masing-masing orang.

Di samping bersumber dari dalam diri manusia, beberapa jenis penyakit justru berasal dari faktor sanitasi atau lingkungan sekitar. Penyakit seperti kolera, demam berdarah, malaria, disentri, merupakan beberapa contoh macam penyakit yang disebabkan bakteri ataupun virus yang menyebar melalui lingkungan yang tidak sehat. Salah satu ciri lingkungan sehat adalah lingkungan yang bersih dan teratur.

Lalu seperti apakah lingkungan yang dikatakan bersih tersebut? Tentu saja hal ini pasti diketahui oleh setiap orang, bahkan yang tidak pernah mengenyam pendidikan sekalipun. Lingkungan bersih ya lingkungan yang tidak banyak sampah berserakan, yang tidak becek, tidak lembab, dan semua hal yang memungkinkan berbagai virus, bakteri, jamur ataupun semua jenis sumber penyakit yang lainnya bertumbuh-kembang dan menyebar melalui berbagai jalur hingga sampai kepada manusia untuk menimbulkan gangguan kesehatan alias sakit.

Gaya hidup sehat dan bersih harus dimulai dari setiap individu. Semenjak usia dini, anak-anak kitapun sudah harus dikenalkan dan ditanamkan dengan pola hidup bersih. Mulai dari dalam rumah, setiap hari setiap anggota keluarga harus mempraktekkan nilai-nilai kebersihan, mulai kebersihan diri dengan mandi dan gosok gigi, kebersihan ruangan, teras, rumah, hingga sekitar lingkungan. Setiap orang dewasa sangat berperan dalam memberikan pemahaman sekaligus contoh-contoh yang meskipun kecil atau sederhana tetapi sangat berpengaruh terhadap pola pikir anak-anak kelak setelah menjadi dewasa.

Soal menyapu misalnya, banyak diantara ibu-ibu yang kebetulan di samping sebagai ibu rumah tangga juga bekerja di luar rumah seringkali tidak sempat lagi untuk menyapu rumah maupun halaman rumah setiap hari. Kegiatan menyapu dan bersih-bersih rumah biasanya ditunda sampai dengan akhir pekan, saat libur dari kegiatan kerja. Namun demikian, sebenarnya akan sangat efektif jika hari liburan akhir pekan di pagi hari diisi dengan kegiatan bersih-bersih rumah secara bersama-sama. Dengan kebersamaan ini ikatan kebersamaan dan keakraban keluarga juga akan semakin terbentuk erat. Di samping itu dalam kesempatan tersebut juga bisa ditanamkan nilai gotong-royong serta semangat gugur gunung, yang ringan sama-sama dijinjing sedangkan yang berat sama-sama dipikul.

Kegiatan bebersih rumah memang bukan pekerjaan yang mudah, terutama bagi anak-anak kita yang masih kecil. Namun demikian, keterlibatan anak-anak dalam rangka menanamkan rasa tanggung jawab untuk turut bahu-membahu menjaga kebersihan bersama jauh sangat lebih penting. Adalah kewajiban orang tua untuk menentukan pembagian jenis pekerjaan sesuai dengan taraf umur dan kemampuan anak-anak. Sekedar turut angkat-angkat atau merapikan mainannya sendiri, atau menyapu lantai dengan sapu kecil sungguh sangat berarti bagi pengalaman seorang bocah.

Nadya Nyapu

Hal sangat penting saat melakukan kegiatan bebersih rumah bersama anak-anak kita adalah bagaimana menghadirkan sebuah suasana kegembiraan bersama. Konsep bekerja sambil sedikit bermain, sambil diiringi canda dan tawa, sambil bernyanyi bersama, sambil tebak-tebakan dan lainnya sangat mungkin untuk diterapkan. Dengan demikian si anak tidak merasa terbebani, namun justru merasakan sebuah kegembiraan.

Jangan dilupakan pula sebagai orang tua kita harus memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas dan terarah untuk mengerjakan sesuatu, termasuk hal-hal yang dimungkinkan menimbulkan risiko pekerjaan. Jangan sekali-kali memerintahkan kepada anak-anak yang masih di bawah umur untuk mengerjakan sesuatu yang berbahaya, semisal pekerjaan yang berhubungan langsung dengan listrik atau api.

Setiap suatu perbuatan baik, alangkah senangnya bagi seorang anak apabila orang tua dapat memberikan apresiasi ketika mereka dengan penuh kesungguhan turut membantu bebersih rumah. Ungkapan penyemangat, ungkapan sanjungan atau pujian sangat perlu untuk memupuk keyakinan anak-anak kita bahwa apa yang mereka kerjakan bermanfaat bagi keluarga secara keseluruhan, khusus untuk mencapai kesehatan keluarga.

Sekali lagi, dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar yang bersih, semoga akan meluas pula kebersihan terhadap pikiran, perkataan, perbuatan maupun sifat dan sikap dalam perkembangan pada setiap tahapan kehidupan anak-anak kita dari usia kecil hingga menuju masa dewasanya kelak di kemudian hari. Bukankah betapa banyaknya manfaat dari hal kecil untuk bersama-sama menjaga kebersihan rumah kita? Ingat, kebersihan adalah pangkal kesehatan. Kebersihanpun merupakan sebagian dari perilaku orang-orang beriman! Mari kita amalkan bersama.

Lor Kedhaton, 17 November 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s