Taman Potret Kota Tangerang


Manusia secara alamiah tidak bisa terpisahkan dengan alam. Dalam rangka menjalani kehidupan, alam atau lingkungan hidup menjadi faktor pendukung mutlak yang harus ada. Semakin sedikit porsi lingkungan yang bersifat alamiah di sekitar manusia, manusia tersebut akan semakin merasakan suatu kesenjangan yang kemudian menjadi masalah yang kompleks. Sempitnya bentang alam yang alamiah di lingkungan perkotaan, seperti ketiadaan hutan, pepohonan, sawah-sawah, sungai, yang terdesak oleh bangunan pemukiman, industri, mall, jalanan, dan lain sebagainya telah menghadirkan lingkungan perkotaan yang panas, bising, penuh dengan kesemrawutan. Semakin sisi alamiah terpinggirkan, semakin tersisih pula karakter manusia yang humanis.

TP11

TP6 TP5

Ruang terbuka hijau sangat penting bagi tata dan ruang sebuah kota. Wilayah perkotaan yang didominasi pemukiman, kawasan bisnis dan pertokoan, kawasan perkantoran, kawasan industri, hiburan dan lain sebagainya menjadikan semakin menyempitnya luasan lahan yang berisi pepohonan atau kawasan hijau. Kawasan hijau sangat penting sebagai penyedia udara segar yang sangat dibutuhkan untuk pernafasan dan metabolisme tubuh manusia secara sehat.

Salah satu wujud ruang terbuka hijau di area perkotaan adalah keberadaan taman-taman kota. Taman kota merupakan suatu area yang ditujukan sebagai habitat tetumbuhan, mulai dari pepohonan besar, tanaman bunga, hingga rerumputan. Selain menghadirkan keindahan dan  suasana yang sejuk nan rindang, taman kota juga mensuplai oksigen yang merupakan kebutuhan vital manusia. Hal inilah yang menjadikan taman kota memiliki peran utama sebagai paru-paru sebuah kota.

Selain secara khusus taman kota didedikasikan dalam rangka peran kelestarian lingkungan hidup, taman kota sekaligus menjadi area publik dengan berkumpulnya warga kota pada saat-saat tertentu di taman tersebut. Rancang bangun sebuah taman kota di berbagai kota dan berbagai negara, selain berisi berbagai jenis tanaman, juga biasanya dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung untuk berbagai kegiatan masyarakat. Ada berbagai arena permainan anak-anak, seperti ayunan, plosotan, jungkat-jungkit, dan lainnya. Ada gasebo, ada pendopo, ataupun pelataran di bawah pepohonan yang sangat cocok untuk duduk-duduk bersama.

Banyak tujuan ketika seseorang pergi ke suatu taman kota. Ingin menghirup udara segar, ingin menikmati pemandangan indah, ingin berolah raga, ingin bermain, ingin bertemu dan berkumpul dengan warga kota yang lain, dan lain sebagainya. Dengan demikian keberadaan taman kota sebagai ruang terbuka hijau memiliki dua fungsi sekaligus, yaitu fungsi ekologis dan fungsi humanis.

Mengingat sangat pentingnya peranan dan keberadaan taman kota, dalam rencana tata kota dan tata ruang, sebuah kawasan perkotaan terus didorong untuk semakin meningkatkan ruang terbuka hijau yang dimilikinya. Secara ideal 30% dari wilayah suatu perkotaan harus didedikasikan sebagai ruang terbuka hijau. Kesadaran pemerintah setempat untuk terus mengembangkan keberadaan ruang terbuka hijau di daerahnya masing-masing tentu akan semakin meningkatkan kualitas hidup warga masyarakat secara umum.

TP1

Menyadari pentingnya keberadaan ruang terbuka hijau, terutama dalam wujud sebuah taman kota, Pemerintah Kota Tangerang nampaknya akhir-akhir ini juga terus gencar membenahi dan menata beberapa kawasan sudut kota menjadi taman kota. Dengan konsep taman-taman tematik, taman-taman di beberapa titik kota ditata untuk menampilkan suatu keunikan serta kekhasan yang berbeda satu sama lain. Salah satu taman kota yang baru diresmikan pada 11 Agustus 2015 yang lalu adalah Taman Potret di sekitar Cikokol.

Taman Potret berlokasi tepat di sisi barat Tang City Mall. Sebuah petak lahan yang berada di tepian belokan jalan di salah satu sudut jembatan layang Cikokol kini tampil dengan keindahan dan keasriannya. Sebuah patung perempuan penari lenggang dengan dominasi warna merah menjadi penanda di sisi depan area taman. Tepat sebagai latar belakang patung penari lenggang tersebut terpampang sederetan huruf yang menuliskan Taman Potret sebagai nama taman. Sayangnya mengenai alasan penamaan taman dengan nama Taman Potret ini tidak ada satu keterangan yang terpampang di sekitar lingkungan taman.

TP2 TP7

Selanjutnya sebagai titik sentral Taman Poret, tepat di tengah taman, yaitu di sisi dalam patung penari lenggang dan tulisan Taman Potret, berdiri dengan penuh keanggunan sebuah replika perahu layar yang sangat mirip dengan miniatur kapal pinisi yang tersohor itu. Dengan cat badan kapal bersulang dominasi warna hitam kecoklatan dan dengan kibaran beberapa pasang layar berbentuk segitiga, nampaknya Kota Tangerang ingin juga menyampaikan pesan bawah beberapa perairan di kota tersebut, seperti sungai Cisadane maupun bentang pantai di wilayah Teluk Naga juga memiliki sejarah dan peran panjang dalam menghasilkan para pelaut lokal yang sangat handal.

Terus berjalan ke sisi belakang kapal layar, pengunjung dapat menemukan tiga ekor kudanil yang tengah berendam di dalam air dan menyisakan setengah badan bagian atasnya. Kudanil yang merupakan hewan air berbadan besar ini nampak sangat jinak dan bersahabat dengan manusia. Siapapun yang berkunjung di Taman Potret dapat naik dan duduk-duduk dengan santai di atas punggung maupun kepala si kudanil tanpa takut akan diamuk oleh para kudanil yang ada.

Kemudian di belakang tiga ekor kudanil yang tengah berendam, terbentang sebuah jembatan bergaya klasik dengan lengkung pilar pembatas di kedua sisi kanan-kirinya. Tepat di sisi kanan-kiri pembatas jembatan berdiri dengan anggun sepasang tugu setinggi kurang lebih lima meter bermahkotakan menara benteng sebagaimana bentuk anak catur yang berdiri di setiap sudut bidang permainan. Keberadaan ikon benteng ini tentu saja tidak lepas dari salah satu julukan Kota Tangerang sebagai Kota Benteng yang berkaitan erat dengan kesejarahan komunitas keturunan Tionghoa yang juga terkenal dengan sebutan China Benteng. Dari anak turun imigran keturunan Dinasti Tang inipulalah nama Tanggerang hadir. Tanggerang, selanjutnya Tangerang konon berasal dari kata tang dan gerang, yang memiliki arti orang-orang keturunan Tang.

TP8

Sisi belakang taman terbentang sebuah selokan yang cukup dalam dan lebar. Bentangan selokan yang dilintasi sebuah jembatan seolah memberikan gambaran keberadaan sungai Cisadane yang selain menjadi ikon sekaligus menjadi salah satu urat nadi kehidupan masyarakat Tangerang secara turun-temurun. Tepat di ujung jembatan dan di seberang sungai, berdiri dengan megah sebuah bangunan pendopo khas masyarakat Betawi. Sebagaimana kita ketahui penyebaran suku maupun budaya Betawi terbentang dari sungai Citarum di sisi timur hingga sungai Cisadane di sisi barat. Suku bangsa Betawi menjadi salah satu etnik yang turut memberikan warna budaya dan tradisi Tangerang dari waktu ke waktu.

Selain sajian tematik di sisi tengah taman, di sisi utara dan selatan Taman Potret terdapat berbagai wahana permainan anak-anak. Tiga plosotan untuk anak-anak, jembatan jamur dan beberapa pasang jamur raksasa benar-benar menghadirkan keakraban bagi anak-anak untuk bermain ria menikmati suasana kegembiraan. Adapun di sudut taman bagian selatan terdapat patung sebuah sepeda raksasa yang dikayuh oleh dua orang super gemuk yang tengah terengah-engah.

TP9 TP4

TP10 TP3

Sebagai kelengkapan sebuah fasilitas taman kota, Taman Potret dilengkapi dengan banyak tempat sampah di berbagai sudutnya. Taman yang merupakan miniatur sebuah bentang alam harus dijaga kebersihan dan kelestariannya. Oleh karena itu setiap pengunjung harus selalu bersama-sama menjaga kebersihannya. Hal ini sekaligus sebagai wahana pendidikan bagi masyarakat umum, khususnya lagi untuk anak-anak dan generasi muda, untuk senantiasa membiasakan diri dengan hidup bersih dan rapi. Beberapa fasilitas lainnya yang mendukung Taman Potret, seperti toilet di sisi selatan bagian belakang dan tempat parkir kendaraan roda dua di sudut utara bagian belakang.

Setiap titik, setiap sisi, dan setiap sudut Taman Potret menghadirkan suasana dengan dominasi warna hijau. Dengan tatanan yang rapi nan asri, setiap sudut taman bisa menjadi latar pengambilan foto yang unik, natural dan sangat humanis. Inilah kesimpulan sementara yang bisa saya ambil kenapa taman ini dinamakan sebagai Taman Potret. Anda penasaran dengan Taman Potret? Silakan sekali-kali berkunjung ke Kota Tangerang.

Ngisor Blimbing, 15 November 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s