Merayakan Sumpah Pemuda dengan Sepak Bola


Peringatan Hari Sumpah Pemuda memang sudah berlalu sekira seminggu yang lalu. Bahkan peristiwa keramat yang mempersatukan rakyat Nusantara dalam kesatuan tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa telah menjadi catatan sejarah yang terjadi 87 tahun silam. Meskipun hari-hari ini kita semakin merasakan betapa degradasi nilai nasionalisme dan patriotisme diantara sebagian besar anak bangsa semakin merosot, tetapi ada beberapa kegiatan yang digagas sekelompok masyarakat dalam rangka merayakan semangat Sumpah Pemuda.

SB1

Adalah Karang Taruna Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-87 tahun 2015 ini menggelar turnamen sepak bola Karang Taruna Cup I yang dilaksanakan di lapangan sepak bola Kelurahan Paku Alam. Turnamen yang diikuti 20 klub sepakbola dari wilayah sekitar Tangerang ini mulai digelar semenjak awal Oktober. Dengan menerapkan sistem setengah kompetisi, partai final turnamen tersebut  mempertemukan kesebelasan Pratama dan N-Phills pada Minggu sore, 1 November 2015. 

Ungakapan bahwa sepak bola merupakan olah raga rakyat dan sekaligus olah raga yang paling digemari oleh lapisan masyarakat dari tingkat bawah hingga tingkat atas bukanlah isu jempol semata. Semenjak awal kompetisi di babak penyisihan, anemo warga masyarakat sekitar Paku Alam untuk menyaksikan jalanannya setiap pertandingan sangat tinggi. Hampir dalam setiap pertandingan, ke empat sisi lapangan senantiasa dipagari oleh para penonton yang rela berdiri berjajar di bawah terik matahari sore yang cukup panas.

SB2  SB3

Sepak bola memang magnet yang sangat kuat sebagai salah satu bentuk hiburan bagi masyarakat awam. Tak memandang tua-muda, lelaki-perempuan, kakek-nenek, bahkan anak-anak, para bocah, dan balita juga diajak untuk turut larut dalam kemeriahaan sepak bola. Gang-gang dan lorong-lorong sempit di pemukiman yang berdampingan langsung dengan lapangan sepak bola menjadi penuh sesak dengan aliran massa yang haus untuk menyaksikan aksi jagoannya di lapangan hijau. Di samping penuh sesak dengan ratusan manusia, beberapa area dan jalanan menjadi tempat parkir dadakan yang sedikit menimbulkan tersendatnya jalanan yang ada.

Selama kurun waktu kurang lebih satu bulan penyelenggaraan turnamen sepak bola Karang Taruna Cup I tersebut, seolah-olah kampung-kampung sekitar lapangan sepak bola menjadi menggeliat dengan berbagai aktivitas. Anak-anak yang turut antusias menyaksikan setiap pertandingan sering bergerombol melakukan aksi-aksi giring bola dan saling adu pinalti sesaat sebelum pertandingan dimulai, ataupun di pertengahan waktu istirahat. Bahkan untuk meramaikan suasana, penonton yang memiliki kartu parkir kendaraan mendapat kesempatan membawa hadiah hiburan dari panitia, seperti jam dinding, kaos, sepatu, dlsb. Di samping diundi dari nomor parkir, penonton yang dipanggil juga harus melakukan aksi tendangan pinalti dari lingkaran tengah lapangan. Tendangan yang masuk ke gawanglah yang akan memastikan yang bersangkutan benar-benar dapat membawa hadiah pulang ke rumah.

SB4

Suasana sore di sekitar lapangan tempat pertandingan semakin bertambah ramai dengan semaraknya para pedagang dan penjual aneka jajanan serta makanan. Mulai dari teajus, es cream, es serut, pop ice, gorengan, bakso, mie ayam, siomay, empek-empek, serta aneka rupa jajanan anak-anak tersedia di berbagai sudut. Ada pula berbagai barang mainan anak-anak, mulai balon, mobil-mobilan, kneker, yoyo, gangsingan, dlsb juga menjadi idola tersendiri bagi anak-anak.

Setelah sebulan penuh pertandingan berlangsung semarak, puncak kesemarakan turnamen Karang Taruna Cup I Kecamatan Serpong Utara terjadi di partai grand final antara kesebelasan Pratama melawan N-Phills. Melalui adu permainan yang alot dan diwarnai pergesekan yang cukup menegangkan, akhirnya Pratama keluar sebagai pemenang turnamen yang baru diselenggarakan untuk pertama kalinya ini. Sebagai juara umum, kesebelasan tersebut berhak atas tropi bergilir dan sejumlah uang pembinaan. Melalui turnamen kali ini, setidaknya kita bisa melihat bukti bahwa sepak bola memang milik kita, milik rakyat dan masyarakat. Hidup sepak bola Indonesia.

Lor Kedhaton, 2 November 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Ngisor Blimbing dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s