Sensasi Naik Kapal Feri Kirana II


Kapal Kirana1Dataran rendah yang memisahkan gugusan tanah Sumatera dan Jawa itu memang telah sekian juta tahun terendam air semenjak jaman glasial terjadi. Dataran rendah tersebut kemudian menjelma menjadi lautan dangkal yang juga dikenal dengan sebutan paparan Sunda. Perairan pemisah antara Jawa dan Sumatera inilah yang sekarang dinamakan selat Sunda. Selat ini membentang kurang lebih sepanjang 25-30 km dan menjadi penghubung perairan Samudera Indonesia di sisi barat dan Laut Jawa di sisi timur.

Selat Sunda hingga saat ini masih merupakan jalur penyeberangan paling sibuk di Indonesia. Penyeberangan dari dan ke Jawa-Sumatera kini dilayani di Pelabuhan Merak – Bakauheni dengan menggunakan kapal feri ataupun kapal cepat. Untuk penyeberangan menggunakan kapal feri menyeberangi selat Sunda dibutuhkan waktu rata-rata 2 jam. Tentu saja waktu tempuh tersebut akan sedikit bertambah jika kondisi perairan sedang tidak stabil akibat gelombang tinggi ataupun arus laut yang kurang bersahabat.

Dalam perjalanan pulang dari Kota Bumi beberapa minggu yang lalu, penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak juga kami lakukan pada malam hari sebagaimana penyeberangan pada saat kami berangkat. Hanya saja, perjalanan kali ini jauh lebih nyaman karena kebetulan kami mendapatkan kapal feri yang relatif masih baru, lebih besar, lebih sedikit penumpang, dan tentu lebih bersih. Melirik ke sisi lambung kapal, tahulah kami tengah menaiki Kapal Feri Kirana II.

Kapal Kirana II merupakan salah satu kapal yang berukuran besar sebagai pendukung operasional PT ASDP yang menyelenggarakan jasa penyeberangan dari pulau Jawa ke Sumatera dan sebaliknya. Kapal dengan bobot mati pada kelas 5.000 GT ini relatif masih baru, sehingga seluruh kondisi badan kapal dan semua sarana prasarana yang ada juga masih terawat dengan baik.

Sekedar sebagai sebuah gambaran, dua dek paling bawah Kapal Kirana II diperuntukkan untuk menempatkan kendaraan yang turut menyeberang. Dek paling bawah dikhususkan untuk mobil berbadan besar dengan bobot yang besar pula, seperti truk dan bus. Adapun mobil yang berukuran lebih kecil seperti kendaraan pribadi, ditempatkan di dek ke dua. Kapasitas angkut kapal ini tidak terlalu jauh berbeda dengan kapal feri yang lainnya.

Kapal Kirana2 Kapal Kirana3

Adapun di ke tiga dan ke empat merupakan dek yang diperuntukkan bagi para penumpang orang, baik penumpang perseorang ataupun penumpang rombongan yang sebelumnya mengendarai mobil umum maupun pribadi, termasuk para kru kendaraan pengangkut barang. Naik dari dek parkiran mobil ke dek penumpang pertama, penumpang dapat masuk ke dalam ruang VIP. Ruang ini merupakan sebuah ruang ber-AC yang dilengkapi dengan tempat duduk berteknologi recycling seat berkapasitas lebih dari 200 penumpang. Kursi yang tertata dengan rapi, suasana ruang yang sejuk nan nyaman, serta kebersihan yang nampak terjaga dengan sangat baik mengesankan sebuah ruang yang memang eksklusif. Uniknya untuk berada di ruang lux ini penumpang tidak dikenakan tarif tambahan apapun, alias gratis.

Di samping dapat menikmati perjalanan dengan duduk sambil berbincang dengan teman serombongan perjalanan, atau tiduran untuk mengistirahatkan badan yang lelah, di ruang VIP ini para penumpang juga dapat turut menikmati para penyanyi yang beraksi di panggung sisi depan ruangan. Jangan membayangkan Anda akan terhanyut dengan alunan tembang kenangan yang mengharu-biru, karena suguhan khas di Kapal Kirana II adalah musik dangdut. Justru bagi yang ingin bergoyang maka di sinilah tempatnya. Selain dapat turut menyumbangkan lagu, bergoyang bersama para biduan, para penumpang juga dapat nyawer kepada para penyanyi. Soal nyawer ini, tidak ada harga atau tarif khsusus tetapi yang sempat saya perhatikan tidak ada yang memberikan uang saweran kurang dari 20 ribu.

Kapal Kirana4 Kapal Kirana5

Bagi penumpang yang ingin menikmati perjalanan sambil mengisi perut yang barangkali keroncongan tidak sempat terisi sebelumnya, maka di dek ke empat terdapat sebuah restoran dengan berbagai sajian menu makanan dan minuman. Dari sekedar mie rebus, pop mie, nasi rames, bakso dan soto dapat Anda nikmati untuk menghangatkan badan saat perjalanan malam hari. Ada pula teh hangat, kopi, aneka jus buah, hingga air meneral. Bagi yang ingin sekedar menikmati camilan, para penumpang juga dapat menikmati aneka ciki, kacang, hingga beberapa macam gorengan. Soal harga, tidak terlalu berbeda dengan harga di darat.

Masih di dek yang sama, bagi para musafir yang belum sempat dan ingin menunaikan sholat lima waktu, di dek teratas ini juga tersedia sebuah mushola yang sangat representatif. Di samping ukuran ruang mushola yang cukup memadai, ruang tersebut juga beralaskan karpet yang lembut nan bersih. Di keempat sisi dinding ruang sholat dihias dengan aneka ornamen masjid yang benar-benar menghadirkan suasana dan nuansa sebuah masjid untuk mengkondisikan terciptanya suasana yang hening dan khusyuk. Ruang tersebut juga dilengkapi dengan AC yang menghadirkan kesejukan.

Kapal Kirana6 Kapal Kirana7Kapal Kirana8 Kapal Kirana9

Khusus bagi para penumpang yang melakukan perjalanan penyebarangan sambil sekaligus berisitirahat total dengan benar-benar tidur, maka di dek ke tiga sisi ujung terdapat ruang khusus istirahat. Ruang yang cukup luas tersebut dilengkapi dengan skat-skat partisi bertingkat dua yang khusus digunakan untuk tidur para penumpang yang kelelahan. Suasana temaram sengaja dihadirkan agar para penumpang yang ingin tidur bisa benar-benar terlelap setidaknya untuk waktu dua jam perjalanan di atas Kapal Kirana II tersebut. Hebatnya lagi, semua fasilitas tersebut gartis alias tidak ber-bayar.

Ingin menikmati perjalanan penyebarangan selat Sunda dengan kapal feri yang nyaman? Sekali-kali naiklah Kapal Kirana II yang saya ceritakan ini.

Lor Kedhaton, 26 Oktober 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s