Jaya Raya Lodya, Hotel di Tepi Lintas Sumatera


Jaya RayaPernahkan Anda menjalani sebuah perjalanan darat yang panjang. Tidak hanya ribuan kilometer jalan yang ditempuh, sekaligus perjalanan tersebut membutuhkan waktu tempuh yang lumayan lama. Setidaknya setengah hari, seharian, atau mungkin lebih dari itu. Sebuah perjalanan dengan durasi waktu panjang tentu saja membuat tubuh kita merasa lelah. Dalam rentang perjalanan yang lama, untuk tetap menjaga stamina dan kesegaran tubuh yang lelah, tentu dibutuhkan waktu untuk beristirahat sebagai jeda untuk memulihkan tenaga kita.

Di beberapa ruas jalan utama, terlebih di jalur jalan tol, kini sudah betebaran rest area alias tempat istirahat di tengah perjalanan kita. Di area ini tubuh kita maupun kendaraan yang dipergunakan selama perjalanan dapat bersama-sama untuk beristirahat. Tidak hanya tubuh manusia yang dapat mengalami kelelahan, mesinpun demikian jika terus digeber untuk bekerja dalam rentang waktu yang lama. Mesin juga punya “hati” kali!

Beberapa minggu lalu saya sempat mengikuti rombongan kondangan lintas Jawa-Sumatera. Meskipun hanya menempuh perjalanan tidak lebih 10 jam, tetapi perjalanan terasa teramat panjang dikarenakan memerlukan proses menyeberangi selat Sunda. Perjalanan melewati jalur darat dari Jakarta kami tempuh melalui Tol Jakarta – Merak sepanjang kurang lebih 100 km. Kondisi jalanan tol di waktu malam memang sedikit agak lengang, hingga tidak lebih dari 2,5 jam rombongan kami sudah memasuki area Pelabuhan Merak. Untungnya pula antrian kendaraan yang akan menyebrang pada saat itu juga tidak terlalu padat, hingga tidak menimbulkan antrian yang panjang.

Perjalanan laut dengan kapal fery antara dermaga Pelabuhan Merak ke Bakauheni yang berjarak sekitar 27 km memerlukan waktu 2 jam. Sebenarnya sepanjang perjalanan di atas kapal tersebut, kami dapat sekedar duduk bersantai ataupun berbaring lesehan untuk melepas lelah. Tetapi hiruk-pikuk penumpang yang lumayan padat tidak memungkinkan badan kami dapat beristirahat secara optimal.

 Jaya Raya3  Jaya Raya4

Tiba di Bakauheni pada dini hari tidak menghentikan perjalanan rombongan kami. Dengan semangat tancap gas, pengemudi kami langsung melaju menyusur jalur lintas Sumatera. Perjalanan menuju daerah Lampung Utara dari Bakauheni dapat dibagi menjadi dua etape, masing-masing Bakauheni – Bandar Lampung dan Bandar Lampung – Kota Bumi. Masing-masing etape berjarak kurang lebih 100 km. Perjalanan menyusur jalan beraspal yang tidak terlalu lebar dan sedikit bergelombang untuk ukuran jalanan di pulau Jawa menjadikan waktu tempuh tak kurang 5 jam. Dan begitu memasuki daerah tujuan kami, rasa kantuk dan lelah sangat mendera tubuh kami.

Pagi buta di jalur Sumatera yang menjadi jalanan utama penghubung kota-kota dari ujung selatan Provinsi Lampung hingga Provinsi Aceh memang nampak lengang. Namun demikian, dibandingkan beberapa dekade yang lalu tentu sudah banyak kemajuan dan semakin ramai. Di beberapa titik strategis sudah banyak rest area yang biasanya dilengkapi dengan fasilitas pom bensin, rumah makan, mushola, toilet, dan supermaket atau toko kecil.

Berhubung acara resepsi yang akan kami hadiri baru akan berlangsung lima jam kemudian, maka waktu yang ada kami manfaatkan sepenuhnya untuk beristirahat. Pilihan kami selanjutnya adalah singgah di sebuah penginapan atau hotel sederhana yang terdapat tepat di pinggir jalan raya. Sebagai sebuah wilayah kabupaten yang relatif jauh dari kota besar, tentu saja tidak banyak pilihan hotel di sekitar Kota Bumi. Dengan beberapa informasi yang sedikit terbatas, kami memutuskan untuk singgah di Hotel Jaya Raya Lodya, di sekitar daerah Blmbangan. Hotel tersebut tidak terlalu jauh dari terminal kota kecil di sisi barat laut Lampung tersebut.

Jaya Raya1   Jaya Raya2

Hotel kelas melati tersebut cukup membantu para musafir yang kelelahan dan memerlukan istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan yang panjang. Dengan fasilitas kamar AC, kamar mandi, tivi, toilet, dengan sajian kopi dan nasi goreng untuk sarapan pagi, Jaya Raya seolah menjadi oase bagi musafir di padang pasir perjalanan yang jauh. Di samping itu, hotel sederhana tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas halaman parkir yang luas dan juga ruang mushola yang memadai.

Suasana kemarau yang sangat panjang tahun ini juga sangat terasa di wilayah Lampung Utara tersebut. Begitu matahari muncul dan merangkak naik, suasana di sekitar hotel beranjak terasa semakin panas. Sungguh sayang memang, di halaman dan lingkungan sekitar hotel sangat gersang dan jarang ditanami pepohonan peneduh. Angin kering yang hadir seolah membawa panas dari lereng bukit dan hutan jarang yang meranggas semakin membuat badan merasa gerah kepanasan. Namun demikian, setidaknya untuk beberapa saat kami sempat memejamkan mata dalam tidur yang lelap dan mengembalikan kesegaran tubuh selepas perjalanan berangkat. Meski tidak ada penginapan yang memadai, setidaknya Hotel Jaya Raya bisa menjadi alternatif persinggahan untuk melepas lelah.

Lor Kedhaton, 13 Oktober 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s