Hotel 101 Geylang Lorong 12


EMPAT HARI TIGA MALAM DI SINGAPURA (16)

Hotel 101Berkelana atau berwisata di suatu tempat dalam beberapa hari, tentu membutuhkan akomodasi penginapan untuk tidur atau beristirahat di malam hari. Singapura sebagai negara tujuan wisata kelas dunia tentu menyediakan banyak pilihan penginapan dan hotel. Namun sebagai sebuah negara kota megapolitan, standar hidup di negeri singa ini memang terkenal jauh lebih mahal daripada di negara ASEAN yang lainnya. Hal tentu saja termasuk untuk layanan penginapan yang ada.

Sebagai sebuah kota tujuan wisata, Singapura menyediakan beragam pilihan tempat menginap. Ada penginapan sekelas hotel melati ataupun dormitory yang sering digunakan para backpacker. Ada hotel kelas bintang satu dan dua untuk kalangan menengah. Juga tentu saja banyak hotel mewah bertarif jutaan rupiah untuk kalangan the have. Dengan budget yang sedang-sedang saja, kami waktu itu menginap di Hotel 101 Kawasan Geylang Lorong 12.

Persiapan untuk berkelana yang paling krusial adalah mencari tempat menginap. Dari pencarian kami melalui internet, banyak pilihan hotel-hotel bertarif sedang di berbagai lokasi strategis. Dengan sedikit informasi di tengah waktu yang juga sedikit mepet, dari pencarian di dunia maya kami mendapatkan gambaran foto-foto kondisi hotel maupun fasilitas yang ada di dalamnya. Berhubung waktu sedikit mendesak, tiba-tiba saja kami memutuskan untuk melakukan reservasi via online dan pilihan jatuh kepada Hotel 101 dengan tarif masih di bawah 1 jutaan per malamnya. Pilihan kami semata-mata berdasarkan informasi yang tersedia di internet.

Setelah mengisi data-data seperlunya, kamipun menindaklanjutinya dengan melakukan transfer dana melalui kartu kredit yang kami pinjam dari seorang teman. Akhirnya tidak lama setelah proses tersebut, melalui email kami mendapatkan voucher hotel yang nantinya digunakan untuk check in.

Beberapa hari berselang, kami sempat melakukan searching beberapa informasi yang berkaitan dengan rencana kepergian ke Singapura. Dari beberapa situs dan blog, kamipun mendapatkan informasi yang lebih komplit mengenai Hotel 101 Geylang yang sudah kami pegang voucher menginapnya. Ada beberapa keterkejutan kami berkaitan dengan hotel yang nantinya menjadi tempat penginapan kami. Ternyata Kawasan Geylang termasuk di dalam kawasan yang dikenal sebagai red district-nya Singapura.

Inilah informasi maha penting yang sama sekali terlewatkan bagi kami. Namun karena reservasi sudah kadung dilakukan, pembayaran sudah dilakukan, bahkan kami sudah memegang voucher nginapnya, akhirnya kami pasrah saja dan hanya tinggal menanti kejutan seperti apakah yang nantinya bakal kami temui di sana. Meskipun sebenarnya ada rasa khawatir, karena kepergian kami juga membawa anak-anak yang notabene belum akan paham dengan istilah red district. Ya, wis-lah mbanyu mili saja, mengalir saja seperti air mengalir.

Di samping informasi mengenai keberadaan Hotel 101 di kawasan red district, informasi lain yang sedikit membuat kami agak surut percaya diri adalah beberapa review ataupun statement para pengunjung yang sebelumnya pernah menginap di Hotel 101. Beberapa diantara review tersebut menyampaikan ketidaknyamanan berkaitan dengan perawatan dan kebersihan ruang kamar yang kurang terjaga. Ada yang mengeluhkan tentang AC yang bermasalah, bahkan air panas di kamar mandi yang tidak bisa mengucur. Beberapa diantaranya juga mencatat kesan ketidaknyamanan berkaitan dengan status “red district“nya tadi. Meskipun menjadi bertambah bimbang, akhirnya kami hanya bisa menguatkan tekad, bismillah wae lah!

Di hari ketibaan kami di Singapura, dengan menaiki MRT jalur NE dari Changi Airport kami turun di stasiun Aljunaid. Dari sini kami menaiki bus nomor 100 dan dalam hitungan menit turun di halte depan Masjid Mohd Shaleh di Geylang Road. Dari titik ini dengan berjalan melintasi dua blok, kami tiba di Hotel 101 Geylang Lorong 12.

Setelah check in dan mendapatkan kunci kamar, kami sekeluargapun segera naik ke lantai 3 dimana kamar yang kami pesan berada. Ketika memasuki kamar memang ada beberapa kejutan yang kami dapatkan. Keadaan ukuran ruang kamar tidak jauh dari bayangan kami berdasarkan informasi pemesanan, yaitu 3 x 6 meter. Namun hal yang lain, interior kamar nampak sudah tua dan memang kurang terawat. Dan satu hal lagi yang sedikit membuat kami dongkol, yaitu tadi soal kebersihan.

Ketika kami melepas alas kami dan menginjakkan kaki di lantai kamar kok terasa ngeres dan memang kenyataannya debu di lantai lumayan tebal. Akhirnya dengan keset handuk yang ada, dengan terlebih dahulu membasahinya dengan air, saya mengepel lantai yang tidak seberapa luas tersebut. Mana ada tamu hotel langsung mengepel lantai seperti saya. Rajin sekali bukan? Ini sungguhan lho! Mau komplain ke pengelola hotel? Saya khawatir justru persoalan tidak bisa ditindaklanjuti dengan cepat dan justru menganggu istirahat serta kenyamanan kami. Yo wis ngalah wae, sing wani ngalah bakal luhur wekasane!

Dengan segala kesederhanaannya, nyatanya kami bertahan juga menginap di Hotel 101 Geylang Lorong 12 selama tiga malam penuh. Lalu bagaimana cerita soal red district? Nah itu dia, dibutuhkan cerita yang cukup panjang lebar sehingga harus disediakan ruang tulisan tersendiri supaya ceritanya lebih lengkap nan tuntas. Tunggu di postingan selanjutnya nggih!

Ngisor Blimbing, 27 September 2015

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s