Menikmati Senja di Orchard Road


EMPAT HARI TIGA MALAM DI SINGAPURA (15)

Orchard1

Singapura adalah gaya hidup. Sebagian warga belahan dunia menjadikan negeri kecil di selat Malaka ini sebagai salah satu kiblat soal modernitas. Di samping touring, Singapura juga sangat identik dengan gaya dan budaya shopping. Tentu saja berbicara mengenai shopping dan Singapura, kita tidak akan bisa tanpa menyinggung Orchard Road. Orchard Road merupakan sebuah kawasan super elit di jantung kota Singapura yang menghamparkan puluhan bahkan ratusan mall-mall dan pusat perdagangan high class.

Kemewahan dan kemegahan mall-mall modern di sepanjang Orchard Road tentu saja sebanding dengan barang branded dan pastinya harga yang selangit. Tidak mengherankan jika kawasan ini telah menjadi tujuan shopping kalangan high class yang memang sehari-harinya senantiasa bergelimang dengan uang. Bagi masyarakat kelas tersebut, mahal bisa dianggap biasa atau bahkan sangat murah. Bahkan gengsi mereka bisa turun derajatnya jika mengenakan barang yang tidak branded dan berharga murah. Harga diri dan derajat kemanusiaan mereka seolah sejajar dan setara dengan mahalnya harga barang yang mereka kenakan ataupun mahalnya makanan yang dikonsumsi.

Meskipun dikenal sebagai kawasan yang khusus untuk memanjakan kaum the have, akan tetapi Orchard Road senantiasa membuka diri untuk didatangi oleh siapapun manusia warga Singapura ataupun warga asing yang sedang berkunjung. Tanpa perlu ditanya berapa banyak uang di kantong ataupun berapa kartu kredit yang dimiliki, siapapun bebas datang ke Orchard Road.

Bagi keluarga kami yang dalam berwisata lebih fokus untuk menikmati sisi-sisi keseharian masyarakat lokal yang kami kunjungi, berwisata ke kawasan belanja modern terlebih untuk kaum branded semacam Orchard Road adalah pilihan yang kami tempatkan dalam prioritas akhir. Tokh sebenarnya kami bukanlah pengunjung yang datang untuk benar-benar ber-shopping ria sebagaimana kalangan berdompet tebal. Kami pastinya hanya ingin melihat nuansa dan suasana yang ada, serta bagaimana kesesuaian cerita-cerita yang pernah kami dengar sebelumnya. Tidak dapat shopping, tentu saja windows shopping sudah sangat cukup bagi kami.

Ochard Road memang tenar dengan nama-nama brand terkenal. Namun demikian, untuk pengunjung yang berkantong tidak tebal Orchard Road memiliki kawasan perbelanjaan yang lebih terjangkau. Tempatnya ada di Lucky Plaza, mulai lantai dasar hingga lantai dua. Di tempat ini banyak dijual aneka macam cinderamata dan souvenir khas Singapura sebagai oleh-oleh ke tanah air. Ada kaos bercirikhas gambar landmark Singapura, seperti patung Merlion, Singapore Flier, Esplanande, Marina Bay Sands, dll. Di tempat ini juga bisa dijumpai macam-macam pernik gantungan kunci, gunting kuku, patung mini, hiasan dinding dan lain sebagainya. Yang jelas sangat berbeda dengan merk branded di mall-mall sekitarnya, di tempat ini pengunjung berkesempatan melakukan tawar-menawar untuk mendapatkan harga terbaik.

Menikmati Orchard Road tentu saja tidak hanya soal shopping dan mall-mall mewah. Suasana di sepanjang jalur protokol Singapura juga cukup nyaman dinikmati sekedar untuk jalan-jalan menikmati suasana senja. Jalur jalanan yang lebar dilengkapi dengan jalur pejalan kaki alias trotoar yang sangat lebar pula. Jalur ini hampir setiap saat dipenuhi lalu-lalang manusia dengan kepentingannya masing-masing. Pemandangan ini sebenarnya membawa nuansa tersendiri dan khas yang bisa jadi tidak bisa kita temukan di tempat lain.

Pemerintah Singapura memang nampak sangat serius mengkonsep ruang terbuka publik. Jalur trotoar yang ada tidak saja lebar namun juga sangat bersih. Meskipun di tempat terbuka tidak sembarangan orang dapat merokok yang seringkali asapnya menganggu orang di sekitarnya. Di beberapa sudut nampak ruang kaca khusus para perokok. Hal seperti ini tentu saja masih sangat jarang kita temukan di tanah air. Di samping itu, sepanjang Orchard Road juga ditata sebagai jalur hijau dengan berbagai pepohonan yang sangat meneduhkan suasana. Trotoar yang lebar, terawat kebersihannya, tanpa asap rokok, pepohonan yang rindang tentu menjadikan setiap pengunjung merasa nyaman.

Satu hal lagi, berkaitan dengan jalur lalu lintas. Meskipun kawasan ini didominasi dengan manusia yang hilir mudik, namun untuk menyeberang jalan orang tidak dapat melakukannya di sembarang tempat. Sepanjang jalur utama memang dipagar rapat sehingga orang tidak dapat seenaknya menyelonong menyeberang jalan di sembarangan tempat. Jalur Orchard memang jalur protokol dengan kepadatan kendaraan yang sangat tinggi. Kalau orang dibiarkan menyeberang di sembarang tempat tentu akan menimbulkan kemacetan yang luar biasa, di samping menimbulkan risiko kecelakaan yang membahayakan keselamatan pengunjung. Untuk menyeberang melintasi jalur utama, di beberapa titik disediakan tempat penyeberangan umum di bawah tanah. Jadi jangan harap menemukan jembatan penyeberangan di atas jalan selayaknya di Jakarta.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s