Kabut: Kebat Kebit Balap F1 Singapura 2015


EMPAT HARI TIGA MALAM DI SINGAPURA (12)

F1 Singapura

Sebulan telah lewat keluarga kecil kami diberikan kesempatan mengunjungi negeri tetangga Singapura. Dalam beberapa pemberitaan pada beberapa hari terakhir mengenai “bencana” kabut asap, Singapura termasuk negara tetangga yang turut terkena imbas kiriman kabut asap dari wilayah Sumatera. Hal tersebut tentu saja menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan gangguan kesehatan, baik bagi warga negara Singapura maupun wisatawan dari negara lain yang sedang berkunjung. Kita bersama tahu bahwa negeri ini merupakan salah satu tujuan wisata utama di Asia, bahkan dunia.

Salah satu wisata atraksi tahunan yang senantiasa ditunggu-tunggu di Singapura adalah perlombaan balapan mobil Formula Satu alias F-1. Singapura memang memiliki sirkuit Marina Bay yang didesain dan dibangun sesuai dengan standar internasional dalam penyelenggaraan balap F-1. Letak sirkuit yang berada di pusat keramaian Marina Bay menjadi pelengkap destinasi wisata yang ada di sekitarnya, selain Merlion Park, Marina Bay Sands, Art Science, gedung Esplanade, Marina Bay City Gallery, Singapore Flier, Sky Park dan juga Marina Gardens by the Bay.

Arena balap F-1 di Sirkuit Marina Bay memang tidak sempat kami kunjungi secara langsung. Namun penampakan dan kemegahannya telah kami saksikan langsung dari sisi Marina Bay yang lain, tepatnya di tepian Merlion Park yang merupakan landmark Singapura dengan patung khas “singa muntahnya” itu. Akan tetapi setidaknya kami pernah berada di lokasi yang berdekatan dan dapat memandangnya secara langsung, dengan mata kepala sendiri. Di samping itu, pada saat itu memang di sirkuit yang eksotik tersebut tidak ada agenda balapan ataupun sekedar sesi latihan bagi pembalap lokal.

Marina Sirkuit Marina Sirkuit3

Marina Sirkuit2

Berdasarkan beberapa informasi dari beberapa pemberitaan, pekan ketiga di bulan September cerita inilah salah satu sesi balap mobil F-1 yang merupakan bagian dari seri perlombaan tingkat internasional akan digelar. Tentu saja, saya yang meskipun di masa sekolah dulu lumayan sering turut menonton balap mobil bergengsi ini dari layar kaca televisi, namun kini sudah sangat jarang mengikuti perkembangan F-1. Siapa nama-nama pebalap papan atas saya juga sama sekali tidak pernah update lagi.

Melihat aksi kebut-kebutan super kencang mobil F-1 yang meluncur di sirkuit memang mengasyikkan. Bagaimana keluhaian sang pebalap dalam mengendalikan setir, mengatur gas dan sesekali mengerem kendaraannya saat di tikungan tajam kadang membuat jantung turut berdebar-debar. Lebih mencekam suasana pada saat sebuah mobil mampir di cockpit untuk mengganti ban dan mengisi bahan bakar, betapa semua kru bekerja sangat cepat dan cekatan untuk berapacu dengan waktu yang dari detik ke detik sangat berarti untuk menentukan kemenangan. Sebuah rentang mencekam meskipun hanya dalam hitungan detik.

2015 Circuit Map - Base v5g 10-SEP-2015 INTERACTIVE OUTLINED CS5

Adanya kabut asap yang masih cukup tebal dan mengganggu berbagai aktivitas di Singapura dalam beberapa hari terakhir membuat saya tidak bisa membayangkan, apakah gelaran balap F-1 di sirkuit Marina Bay benar-benar akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan jauh hari sebelumnya. Ataukah balap bergengsi tersebut akan diundur atau justru dibatalkan?

Kalaupun balap F-1 tetap digelar dalam suasana kabut asap yang bekat, saya hanya bisa membayangkan alangkah sangat berbahayanya memacu balapan dalam suasana jarak pandang yang sangat terganggu dan terbatas gara-gara asap. Atau barangkali justru laju mobil F-1 yang kebat-kebutan di sirkuit tersebut bisa menyapu kabut-kabut asap, sehingga sirkuit menjadi bersih dari kabut? Lebih rawan lagi karena biasanya balap F1 Singapura selalu digelar pada saat malam hari.

Bagi mereka yang berkepentingan langsung dengan agend balap F-1 kali ini apakah si pembalapnya sendiri, kru timnya, para panitia penyelenggara, calon penonton, bahkan masyarakat dan pemerintah Singapura sendiri, kabut pasti telah membuat perasaan mereka menjadi kebat-kebit, rasa khawatir dan cemas yang bercampur aduk menjadi satu. Tidak nyaman memang mengalami kebat-kebit perasaan untuk menunggu aksi kebat-kebutan di tengah kabut yang menggulung!

Marina F1

Bagaimanapun saya harus turut prihatin dengan tragedi kabut asap yang tak henti-hentinya berlangsung setiap tahun pada puncak musim kemarau ini. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus sangat tahu diri untuk membenahi diri agar di tahun-tahun depan tidak lagi menjadi negara “pengekspor kabut asap” terbesar di sepanjang sejarah dunia. Kalau mengekspor komoditas lain, tentu saja negeri kita akan mendapatkan banyak devisa dan juga semakin banyak kawan negeri sahabat. Tetapi jika kabut asap yang kita ekspor, bukan tidak mungkin kita akan menuai kutukan yang akan semakin membuat bangsa kita kian terpuruk.

Semoga pihak-pihak yang berulah membakar hutan di Sumatera maupun Kalimantan menghentikan ulahnya. Aparat maupun pihak berwajib juga dapat menindak secara tegas dan berkeadilan terhadap para pelaku tindakan perusakan lingkungan yang merugikan kita semua ini.

Ya, kita tunggu saja perkembangan dalam hari-hari ini. Bagi yang minat dan terus penasaran dengan F-1 Singapura, silakan pantau infonya di http://www.singaporegp.sg/

Ngisor Blimbing, 19 September 2015

Foto mobil F-1 dan sirkuit Marina Bay Singapura diambil dari sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s