Isih Penak Jamanku to?


Isih penak jaman ku to? Jargon tulisan dengan latar gambar Pak Harto yang seolah sebuah ungkapan sindiran kerinduan terhadap masa orde baru, sekaligus sindiran bagi pemerintahan sekarang yang masih belum kunjung memenuhi harapan rakyat tersebut pertama kali saya baca pada sebuah bokong atau pintu belakang sebuah truk yang melintas di jalanan Pantura. Fenome ini memang sudah barang baru lagi dan sudah muncul semenjak beberapa tahun silam.

Selain menjadi penghias bak truk, gambar unik itupun semenjak kemunculannya juga hadir menjadi varian produk kaos berlukiskan sang penguasa orde baru yang melambai dengan senyum khasnya tersebut. Bukan ingin serius berbicara soal rejim pemerintahan dari masa ke masa, atau diskusi mengenai perkembangan politik yang terlalui tinggi untuk rakyat awam seukuran saya. Namun ada hal yang tiba-tiba saja menggelitik berkaitan dengan kaos bergambar Pak Harto menyindir “Isih penak jaman ku to?” Menggelitik? Gimana ceritanya hayo?

Begini sedulur! Beberapa minggu yang lalu kami sekeluarga berkesempatan jalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah. Pada sebuah kios di tengah Istana Anak, si Ponang langsung terkesima melihat kaos bergambar Pak Harto tersenyum tersebut. Dengan antusias iapun merajuk dan merengek minta dibelikan kaos tersebut. Tidak hanya satu, bahkan tiga kaos sekaligus. Katanya untuknya satu, untuk adiknya satu, dan bapaknya juga. “Kan keren Pak berseragam kaos isih penak jaman ku,” demikian alasan yang dikemukakan.

Sungguh setengah mati saya benar-benar gagal paham. Bagaimana mungkin si Ponang sangat kepingin dengan kaos tersebut. Kok ya tahu-tahunya si Thole dengan si tokoh orde baru yang pernah memimpin Indonesia lebih dari 32 tahun tersebut. Perasaan sayapun belum pernah bercerita atau memperkenalkan langsung maupun tidak langsung si Ponang yang baru duduk di kelas II SD itu dengan berbagai tokoh presiden kita.

Akhirnya dengan serius saya bertanya kepada si Ponang, “Lha kok kamu tahu-tahunya sama Pak Harto, dariman to Le?”

Si Ponang langsung sigap menjawab penuh keyakinan, “Kan di Tiga Manula ada Pak! Mbah Waluyo, Sanip, dan Liem juga pernah mengunjungi makamnya di Giribangun lho!”

Oalah, saya langsung nyambung deh! Memang semenjak “menemukan” buku komik Tiga Manula Keliling Singapura, si Ponang langsung ngefans dengan serial Tiga Manula tersebut. Dalam datu satu petualang, Tiga Manula Keliling Pulau Jawa, kali ini ketiga kekek uzur tersebut tengah berkelanan untuk mencari desa Tingal yang merupakan kampung halaman Mbah Waluyo yang hilang ditelan sejarah.

Pada satu kesempatan, dalam perjalanan yang cukup panjang ketiga manula sempat mampir ke makam beberapa tokoh Presiden RI. Sempat ke makam Bung Karno di Blitar. Sempat ke makam Gus Dur di Tebu Ireng. Juga ke Astana Giribangun yang merupakan makam keluarga Suharto di lereng gunung Lawu.

Nah selepas turun dari kompleks makam inilah, tepatnya di beberapa kios yang menjajakan souvenir khas Giribangun, Mbah Waluyo terkesima begitu melihat kaos bergambar Pak Harto tersenyum sambil melambai dan menyindir “Isih penak jaman ku to?” Rupanya tingkah si Ponang seratus persen mengikuti jejak si Waluyo sontoloyo dari Tiga Manula itu.

Oalah Le, Thole! Sayapun hanya nggleges tersenyum di dalam hati. Betapa anak-anak kita masih melihat sesuatu dengan sangat lugu dan lucunya. Itulah kaca mata anak-anak yang masih murni, tulus, nan suci tanpa rekayasa politik.

Lor Kedhaton, 17 September 2015

 Foto dari detik.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Kenyung dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Isih Penak Jamanku to?

  1. Toko Wallpaper berkata:

    He……..he……….. ternyata di samping menjadi informasi juga lucu blog Anda jadi untuk membacanya jadi tertawa sendiri.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s